Jude Bellingham Teredam, Inggris Tenggelam dalam Kebuntuan

Inggris kalah 1-2 dari Argentina di semifinal Piala Dunia 2026; Bellingham teredam, Kane minim peluang, Gordon 55’, Enzo 85’, Lautaro di injury time.

Bola.com, Jakarta - Argentina menyingkirkan Inggris dengan kemenangan 2-1 pada semifinal Piala Dunia 2026 di Mercedes-Benz Stadium, Atlanta. The Three Lions sempat unggul lewat Anthony Gordon pada menit ke-55, namun Albiceleste membalikkan keadaan melalui gol Enzo Fernandez menit ke-85 dan penentu dari Lautaro Martinez pada masa injury time.

Hasil dramatis ini memupus harapan Inggris untuk tampil di final Piala Dunia untuk pertama kalinya dalam 60 tahun. Perjalanan yang terjaga rapi sepanjang turnamen terhenti di hadapan kebangkitan Argentina pada fase akhir laga.

Partai ini juga memperlihatkan ketergantungan besar Inggris pada Jude Bellingham dan Harry Kane. Sebelum semifinal, Inggris mencetak 13 gol dan 12 di antaranya lahir lewat kontribusi langsung dua pemain tersebut, sebuah tolok ukur yang akhirnya tak terulang di Atlanta.

Di sisi lain, pasukan Thomas Tuchel gagal menjaga kontrol setelah unggul. Keputusan taktik sang pelatih dan lini depan yang tidak berkembang cukup untuk menutup pertandingan memberi ruang bagi Argentina mengambil alih momen krusial.

Yuk gabung channel whatsapp Bola.com untuk mendapatkan berita-berita terbaru tentang Timnas Indonesia, BRI Liga 1, Liga Champions, Liga Inggris, Liga Italia, Liga Spanyol, bola voli, MotoGP, hingga bulutangkis. Klik di sini (JOIN)

Semifinal Piala Dunia 2026: Argentina Balikkan Skor

Inggris berada di jalur yang tepat ketika Anthony Gordon membuka keunggulan pada menit ke-55. Proses gol diawali oleh distribusi akurat Harry Kane yang mengalirkan serangan dan memberi ruang bagi Gordon untuk menuntaskan peluang.

Namun, keunggulan itu tidak bertahan hingga akhir. Enzo Fernandez muncul sebagai penyama kedudukan pada menit ke-85, memanfaatkan celah yang terbuka saat intensitas Inggris menurun dan organisasi serangan tidak lagi setajam babak pertama.

Ketika laga tampak mengarah ke perpanjangan waktu, Lautaro Martinez mencetak gol penentu pada masa injury time. Jebakan momentum yang dibangun Argentina di fase penutup memaksa Inggris menyerah 1-2, menutup kisah mereka di Atlanta sekaligus tiket ke final bagi Albiceleste.

Bellingham Kehilangan Ruang di Tengah

Sejak awal, Jude Bellingham menjadi sasaran tekanan fisik para pemain Argentina. Gelandang Real Madrid berusia 23 tahun itu kesulitan menemukan ruang untuk mengalirkan bola maupun mengirim umpan yang mampu membelah pertahanan lawan.

Arah serangan Inggris pun lebih sering dialihkan ke kedua sisi lapangan. Konsekuensinya, peran Bellingham sebagai penggerak di area tengah tidak berkembang seperti biasanya dan ritme serangan melalui koridor sentral meredup.

Pergerakan khas Bellingham menuju kotak penalti juga jarang terlihat. Minimnya suplai bola dari lini pertama dan kedua membuat ancaman dari second line hampir tidak hadir sepanjang pertandingan, mengurangi variasi serangan Inggris pada momen-momen kunci.

Ketergantungan The Three Lions Terbaca

Sebelum semifinal, Inggris menorehkan 13 gol dan 12 di antaranya datang dari kontribusi langsung Bellingham dan Kane. Angka tersebut menggambarkan betapa sentralnya dua pemain ini dalam produktivitas The Three Lions sepanjang turnamen.

Di Atlanta, Kane menjadi awal proses gol Gordon lewat distribusi yang presisi, namun setelah itu sang kapten lebih banyak terlibat jauh dari area berbahaya. Sentuhan yang minim di kotak penalti membuat peluang mencetak gol menjadi sangat terbatas.

Saat Bellingham tidak mampu memberi perbedaan dan Kane kesulitan memperoleh suplai di depan, Inggris membutuhkan kontribusi pemain lain. Morgan Rogers dan Gordon sempat mengambil peran, tetapi pergantian dari bangku cadangan tidak menghadirkan dampak tambahan. Kreativitas Inggris menurun pada fase akhir, dan Argentina memanfaatkannya untuk mengambil alih kendali serta membalikkan keadaan menuju kemenangan.

Video Populer

Foto Populer