Bola.com, Jakarta - Paris Saint-Germain dan Arsenal akan saling berhadapan dalam laga paling bergengsi di sepak bola Eropa. Keduanya dijadwalkan bersua di Final UEFA Champions League 2025/2026, Sabtu (30/5/2026), di Puskas Arena, Budapest, Hungaria.
PSG hadir sebagai juara bertahan setelah musim lalu menaklukkan Inter Milan untuk merebut trofi Liga Champions pertama dalam sejarah klub. Kini, Les Parisiens membidik sesuatu yang jauh lebih monumental, menjadi tim pertama yang berhasil mempertahankan mahkota Eropa sejak era Real Madrid antara 2016 hingga 2018. Olympics
Di sisi lain, Arsenal tampil dalam final Liga Champions untuk pertama kalinya dalam 20 tahun terakhir, setelah pada 2006 kalah dari Barcelona 2-1 di Stade de France. Kali ini, The Gunners datang dengan modal luar biasa setelah baru saja mengunci gelar Premier League, trofi liga pertama mereka sejak musim 2003-04. Olympics
Namun Arsenal patut waspada. Pasukan Luis Enrique menyimpan senjata-senjata berbahaya yang bisa menghancurkan impian Mikel Arteta di Budapest. Berikut tiga pemain PSG yang berpotensi menjadi mimpi buruk bagi Arsenal:
1. Ousmane Dembele
Pemegang Ballon d'Or ini menjadi ancaman utama PSG di lini serang. Meski musim ini dihantui cedera, Dembele tetap mampu mencatatkan 19 gol dan 11 assist dalam 39 penampilan di semua kompetisi, termasuk tujuh gol di Liga Champions, dengan tiga di antaranya tercipta di babak semifinal melawan Bayern Munich.
Di semifinal melawan Arsenal sendiri, Dembele tampil krusial. Pada leg pertama di London, ia membuka keunggulan PSG hanya empat menit setelah kick-off, sebelum kemudian menjadi kreator assist untuk gol Achraf Hakimi yang mengunci agregat di leg kedua.
Menjelang final, Dembele sempat mengkhawatirkan usai ditarik keluar lebih awal dalam laga terakhir Ligue 1 melawan Paris FC karena mengalami ketidaknyamanan di betis kanan. Namun kondisinya dilaporkan tidak seserius yang ditakutkan, dan Dembele sendiri menyatakan optimis bisa tampil di Budapest.
2. Khvicha Kvaratskhelia
Dijuluki "Kvaradona", winger asal Georgia ini kini tampil bukan sekadar sebagai pemain hiburan, melainkan sebagai salah satu penyerang paling lengkap di Eropa. Perannya di PSG terus berkembang menjadi lebih seimbang secara taktis, dengan kontribusi defensif yang memungkinkan dua bek sayap PSG, Nuno Mendes dan Achraf Hakimi, bebas naik membantu serangan.
Kvaratskhelia tampil gemilang di semifinal melawan Bayern Munich. Ia mencetak dua gol dalam kemenangan dramatis 5-4 di leg pertama di Parc des Princes, termasuk membuka keunggulan PSG setelah tertinggal lebih dulu.
Di sepanjang Liga Champions musim ini, Kvaratskhelia konsisten menjadi momok bagi lini pertahanan lawan. Ia dan Bradley Barcola juga yang menghancurkan Chelsea di babak 16 besar, di mana PSG menang 3-0 di Stamford Bridge untuk menuntaskan agregat 8-2.
3. Bradley Barcola
Nama Barcola mungkin tidak setenar Dembele atau Kvaratskhelia, namun penyerang muda Prancis ini justru menjadi pencetak gol terbanyak PSG di Ligue 1 musim ini dengan 11 gol.
Dengan kondisi Dembele yang belum sepenuhnya pulih, Barcola berpotensi mendapatkan porsi peran yang lebih besar di Budapest, berdampingan dengan Kvaratskhelia dan Desire Doue di lini serang PSG.
Kecepatan dan insting menyerangnya menjadikan Barcola ancaman nyata bagi lini belakang Arsenal, khususnya jika ia mendapat ruang di sisi kanan pertahanan The Gunners.