Tiga Tuan Rumah Piala Dunia 2026 Kompak Perketat Aturan Perjalanan karena Ebola

Jelang Piala Dunia 2026, AS, Kanada, dan Meksiko menyepakati langkah khusus antisipasi Ebola.

BolaCom | Aning JatiDiterbitkan 29 Mei 2026, 15:30 WIB
Ilustrasi Virus Ebola (Liputan6.com/Sangaji)

Bola.com, Jakarta - Amerika Serikat, Meksiko, dan Kanada mengumumkan langkah bersama terkait perjalanan internasional menyusul merebaknya wabah Ebola di sejumlah wilayah Afrika menjelang bergulirnya Piala Dunia 2026.

Ketiga negara tuan rumah Piala Dunia 2026 tersebut menyatakan telah menyelaraskan kebijakan kesehatan bagi pelaku perjalanan yang datang dari kawasan dengan tingkat risiko Ebola tertinggi.

Advertisement

Kebijakan itu diumumkan melalui pernyataan bersama pada Kamis (28-5-2026) waktu setempat.

Langkah tersebut diambil untuk melindungi masyarakat lokal maupun para tamu internasional yang akan datang ke Amerika Utara selama penyelenggaraan Piala Dunia 2026.

"Kesehatan dan keselamatan setiap orang di kawasan ini tetap menjadi prioritas tertinggi kami saat menyambut dunia ke Amerika Utara," demikian bunyi pernyataan bersama ketiga negara.

Namun, dalam pernyataan tersebut tidak dijelaskan secara terperinci bentuk kebijakan yang telah diselaraskan.


Status PHEIC

Ilustrasi Virus Ebola (Liputan6.com/Sangaji)

Pengumuman itu muncul setelah Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) pada Minggu (17-5-2026) menetapkan wabah Ebola di Republik Demokratik Kongo sebagai Kedaruratan Kesehatan Masyarakat yang Meresahkan Dunia atau Public Health Emergency of International Concern (PHEIC).

WHO juga memperingatkan bahwa risiko penyebaran penyakit tersebut ke negara-negara tetangga berada pada tingkat tinggi.

Status darurat tersebut mendorong sejumlah pemerintah memperketat pengawasan dan pembatasan perjalanan internasional yang berkaitan dengan wilayah terdampak.


Langkah AS

Sebuah papan iklan yang mempromosikan Piala Dunia 2026 terlihat di luar Faneuil Hall Marketplace pada 10 Maret 2026 di Boston, Massachusetts. (Maddie Meyer/Getty Images via AFP)

Pemerintah Amerika Serikat sebelumnya telah melarang warga negara asing yang dalam beberapa pekan terakhir melakukan perjalanan ke Republik Demokratik Kongo, Uganda, atau Sudan Selatan untuk memasuki wilayah negara itu.

Pekan ini, Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Amerika Serikat (CDC) memperluas kebijakan tersebut dengan memasukkan pemegang kartu izin tinggal tetap atau green card yang pernah berada di tiga negara tersebut dalam 21 hari terakhir.

Langkah itu menjadi bagian dari upaya Washington memperketat pengawasan menjelang kedatangan jutaan pengunjung selama Piala Dunia 2026.


Langkah Kanada

Piala Dunia FIFA 2026 akan diselenggarakan di 16 kota di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko dari Juni hingga Juli 2026. Turnamen kali ini menandai edisi pertama turnamen itu dengan kompetisi 48 tim dengan total 104 pertandingan. (ULISES RUIZ/AFP)

Kanada mengambil langkah yang lebih luas.

Pemerintah Kanada melarang penduduk Republik Demokratik Kongo, Uganda, dan Sudan Selatan memasuki negaranya selama 90 hari. Kebijakan tersebut mulai berlaku pada Rabu (27-5-2026).

Sementara itu, warga negara Kanada, penduduk tetap, maupun warga negara asing lain yang dalam beberapa pekan terakhir berada di wilayah terdampak. tetapi tidak menunjukkan gejala penyakit, diwajibkan menjalani karantina selama 21 hari mulai 30 Mei.

Ketentuan tersebut diumumkan melalui pernyataan resmi Badan Kesehatan Masyarakat Kanada.


Langkah Meksiko

Dua wanita berfoto di depan jam countdown Piala Dunia 2026 di Meksiko.

Meksiko memilih memperkuat pengawasan di pintu masuk internasional.

Menteri Kesehatan Meksiko, David Kershenovich, pada Senin lalu mengumumkan pengetatan prosedur pemeriksaan Ebola di bandara-bandara negara tersebut.

Selain itu, pemerintah Meksiko mengimbau masyarakat untuk menghindari perjalanan ke Republik Demokratik Kongo.

Bagi pelaku perjalanan yang datang dari negara tersebut, pemerintah meminta mereka menjalani karantina selama 21 hari sebagai langkah pencegahan penyebaran virus.

 

Sumber: Reuters

Berita Terkait