12 Tahun Bungkam, Pilot yang Menyelamatkan Michael Schumacher Akhirnya Ungkap Detik-Detik Mencekam

12 tahun lamanya menyimpan cerita, pilot yang mengevakuasi Michael Schumacher akhirnya angkat bicara.

BolaCom | Aning JatiDiterbitkan 31 Mei 2026, 10:00 WIB
Sebuah helikopter terparkir di depan departemen gawat darurat rumah sakit Centre Hospitalier Universitaire di Grenoble, Pegunungan Alpen Prancis, pada 29 Desember 2013, tempat legenda Formula Satu, Michael Schumacher, dirawat di rumah sakit karena cedera kepala setelah kecelakaan ski di Meribel. Juara dunia tujuh kali asal Jerman itu, yang dilaporkan memiliki properti di resor tersebut, sedang bermain ski di luar jalur yang telah ditentukan bersama pemain ski lainnya ketika ia mengalami benturan di kepala akibat jatuh. (JEFF PACHOUD/AFP)

Bola.com, Jakarta - Lebih dari 12 tahun telah berlalu sejak kecelakaan ski yang mengubah hidup legenda Formula 1, Michael Schumacher.

Insiden yang terjadi di kawasan resor Meribel, Prancis, pada Desember 2013 itu, membuat juara dunia tujuh kali tersebut mengalami cedera kepala serius dan koma dalam waktu lama.

Advertisement

Sejak saat itu, keluarga Schumacher memilih menjaga kerahasiaan kondisi kesehatannya. Informasi yang disampaikan ke publik sangat terbatas.

Namun kini, untuk pertama kalinya, pilot helikopter yang membawa Schumacher dari lokasi kecelakaan ke rumah sakit menceritakan pengalamannya.

Yannick Dainese saat itu bertugas sebagai pilot di SAF Helicopteres, perusahaan yang menangani layanan medis darurat dan operasi penyelamatan di wilayah pegunungan.

Ia termasuk tim yang menerima panggilan darurat dari lereng ski Meribel Alpina Resort untuk segera mengevakuasi seorang korban ke rumah sakit.


Pengakuan Dainese

Pembalap Ferrari, Michael Schumacher memberi isyarat untuk menghidupkan mesinnya ketika sesi latihan pertama Formula 1 GP Australia di Melbourne, 07 Maret 2003. (AFP/Torsten Blackwood)

Dalam wawancara dengan L'Equipe, Dainese mengaku timnya sama sekali tidak mengetahui identitas korban ketika menerima tugas tersebut. Ia baru menyadarinya sesaat setelah helikopter mendarat di lokasi kejadian.

"Seorang petugas penyelamat melompat keluar dari helikopter bersama dokter lalu berkata kepada saya, 'kita akan menjemput Schumacher?' Awalnya saya mengira dia sedang bercanda," ujar Dainese.

Namun, situasi segera berubah ketika ia menerima instruksi dari komandannya.

"Tetapi, ketika komandan memerintahkan kami melepas mikrofon dan kamera GoPro, serta melarang jurnalis ikut bersama kami, saya langsung memahami bahwa itu benar."

Kendati bukan penggemar berat Formula 1, Dainese mengetahui betul siapa sosok yang harus dievakuasinya saat itu.

"Secara tidak sadar tekanan itu ada karena saya tahu dia dipuja seperti seorang dewa," ujarnya.

"Tetapi, bagi saya, dia hanyalah seorang korban yang mengalami luka sangat serius," imbuh Dainese.


Momen Paling Menegangkan

Pemandangan yang diambil pada tanggal 31 Desember 2013 di resor ski Pegunungan Alpen Prancis di Meribel, yang menunjukkan bagian berbatu di antara dua lereng tempat legenda Formula 1, Michael Schumacher mengalami kecelakaan pada tanggal 29 Desember. (AFP/Jean Pierre Clatot)

Menurut Dainese, operasi penyelamatan tersebut menjadi satu di antara momen paling menegangkan yang pernah ia alami sepanjang kariernya. Area lereng tempat kecelakaan terjadi langsung ditutup sehingga hanya ada Schumacher, tim penyelamat, dan tenaga medis di lokasi.

Ia menggambarkan suasana saat itu berlangsung dalam keheningan.

"Setiap orang masuk ke dunianya masing-masing," ungkapnya.

Minim percakapan terjadi ketika tim medis memindahkan Schumacher ke atas tandu khusus. Mantan pembalap Ferrari itu kemudian dipasangkan kasur vakum medis untuk menjaga posisi tubuhnya sebelum dibawa masuk ke helikopter.

Setelah itu, tim penyelamat terbang menuju rumah sakit di Grenoble, tempat Schumacher menjalani penanganan darurat.


Terkejut

Sebuah kendaraan darurat memasuki ruang gawat darurat Rumah Sakit Centre Hospitalier Universitaire di Grenoble, pada 30 Desember 2013, tempat mantan juara Formula Satu asal Jerman, Michael Schumacher, menerima perawatan setelah kecelakaan ski. Juara Formula Satu tujuh kali itu berada dalam kondisi kritis pada 30 Desember setelah menderita trauma otak parah dalam kecelakaan ski di Pegunungan Alpen Prancis, kata para dokter. (PHILIPPE DESMAZES /AFP)

Dainese mengaku tidak mengetahui perkembangan kondisi Schumacher setelah menyerahkannya kepada pihak rumah sakit. Ia baru kembali ke fasilitas medis yang sama beberapa hari kemudian saat menjalankan tugas mengevakuasi korban kecelakaan ski lainnya.

Pemandangan yang dilihatnya saat itu membuatnya terkejut.

"Beberapa hari setelah kecelakaan itu, saya kembali ke rumah sakit untuk membawa korban cedera lainnya. Apa yang saya lihat benar-benar mengejutkan. Ada begitu banyak bus, bendera merah, dan orang-orang di mana-mana hingga area rumah sakit berubah seperti sirkuit Formula 1. Sulit dipercaya," akunya.

Pilot yang hingga kini masih aktif bekerja itu mengatakan dirinya sengaja menunggu 12 tahun sebelum menceritakan pengalaman tersebut kepada publik.

Keputusan itu diambil sebagai bentuk penghormatan terhadap privasi keluarga Schumacher.


Jaga Ketat Privasi

Pembalap Haas F1 asal Jerman, Mick Schumacher, tiba bersama ibunya, Corinna Schumacher, di sirkuit Red Bull Ring di Spielberg, Austria, pada 27 Juni 2024, menjelang Grand Prix Austria Formula Satu. (Joe Klamar/AFP)

Istri Schumacher, Corinna, selama ini memang berupaya keras menjaga kerahasiaan kondisi suaminya demi melindungi keluarga dari sorotan berlebihan.

Hingga sekarang, informasi mengenai keadaan kesehatan Schumacher masih sangat terbatas, meski keluarga telah mengonfirmasi bahwa ia terus menjalani perawatan.

Rekaman kamera yang terpasang pada helm Schumacher saat kecelakaan menunjukkan bahwa ia tidak sedang melaju dengan kecepatan tinggi ketika insiden terjadi.

Pembalap asal Jerman itu menghantam batu yang tertutup salju sebelum tubuhnya terlempar dan kepalanya membentur bongkahan batu besar.

Benturan tersebut begitu keras hingga helmnya terbelah menjadi dua. Cedera yang dideritanya juga sangat parah sehingga Schumacher harus menjalani koma yang diinduksi secara medis selama lebih dari delapan bulan.

 

Sumber: Give Me Sport

Berita Terkait