PSG Juara Liga Champions Lagi, Luis Enrique: Momen Terbaik! 2 Kali Beruntun

PSG, yang datang sebagai juara bertahan, mengalahkan Arsenal di final Liga Champions 2025/2026.

BolaCom | Benediktus Gerendo PradigdoDiterbitkan 31 Mei 2026, 03:15 WIB
Pelatih Paris Saint-Germain, Luis Enrique (kanan) dan pemainnya, Ousmane Dembele, berselebrasi pada leg kedua semifinal Liga Champions melawan Bayern Munchen di Allianz Arena, Munich, Kamis (7/4/2026) dini hari WIB. (AFP/Odd Andersen)

Bola.com, Jakarta - Pelatih Paris Saint-Germain (PSG), Luis Enrique, tak bisa menyembunyikan rasa bahagia melihat tim asuhannya meraih gelar juara Liga Champions 2025/2026. Pelatih asal Spanyol itu menilai dua kali menjadi juara Liga Champions merupakan momen terbaik bagi PSG.

PSG, yang datang sebagai juara bertahan, mengalahkan Arsenal di final Liga Champions 2025/2026. Setelah bermain imbang 1-1 dalam 120 menit pertandingan, 90 menit waktu normal dan 2x15 menit extra time, PSG menang 4-3 lewat drama adu penalti.

Advertisement

Luis Enrique langsung melompat kegirangan saat bek Arsenal, Gabriel Magalhaes, gagal melakukan eksekusi kelima Arsenal setelah tembakannya terlalu naik ke atas. Pelatih asal Spanyol itu pun merayakan keberhasilan timnya bersama pemainnya.

Bicara mengenai keberhasilan PSG meraih gelar juara Liga Champions dalam dua musim beruntun, Luis Enrique mengaku perasaannya campur aduk. Namun, ia tegas mengatakan saat ini merupakan momen terbaiknya bersama PSG.

"Saya merasa campur aduk, antara antuasias, lelah, dan berbagai emosi lainnya. Namun, ini adalah momen terbaik musim ini. Kami masih menjadi juara, dua kali berturut-turut, dan itu luar biasa," ujar Luis Enrique seperti dilansir dari BBC.

"Kami layak mendapatkannya. Pendukung kami, sepanjang musim ini. Kami layak berada di pertandingan final ini," lanjut pelatih asal Spanyol tersebut.


Pujian untuk Arsenal

Ekspresi gelandang Arsenal Eberechi Eze (kiri) dan rekan-rekannya setelah kalah dari Paris Saint-Germain di final Liga Champions 2025/2026 di Puskas Arena, Budapest, Minggu (31/5/2026) dini hari WIB. (Nicolas Tucat/AFP)

Meski berhasil meraih kemenangan atas Arsenal, Luis Enrique juga melontarkan pujian terhadap The Gunners yang telah memberikan perlawanan hebat di pertandingan final Liga Champions tersebut.

"Pertandingan yang sangat berat dan sulit. Selamat untuk Arsenal, ini benar-benar pertandingan yang sangat sulit. Mereka bermain sangat baik. Mereka mencoba membawa pertandingan ke fase-fase yang menjadi kekuatan mereka," ujar Enrique.

"Kami berusaha menguasai bola dan melakukan pressing. Pada akhirnya, kami berhasil memenangkan gelar juara," lanjut mantan pelatih Barcelona dan Timnas Spanyol itu.


Tak Memikirkan Disebut Legenda

Pelatih Paris Saint-Germain (PSG), Luis Enrique, kegirangan setelah timnya memastikan diri menjadi juara Liga Champions 2025/2026, Sabtu (30/5/2026). (INA FASSBENDER / AFP)

Dua trofi Liga Champions dalam dua musim beruntun menjadi satu hal yang sangat penting bagi PSG. Selama bertahun-tahun, klub ibu kota Prancis itu dominan di kompetisi domestik tapi selalu gagal meraih trofi elite di Eropa itu.

Namun, begitu Luis Enrique datang pada 2023, membawa PSG mencapai semifinal Liga Champions pada musim debutnya, tapi kemudian berhasil mempersembahkan dua trofi Liga Champions pada musim 2024/2025 dan 2025/2026.

Keberhasilan itu membuat Luis Enrique pun dinilai sebagai legenda klub. Namun, pelatih asal Spanyol itu memilih tidak peduli dengan anggapan tersebut.

"Legenda? Saya tidak tertarik dengan hal itu," tegasnya.

Sumber: BBC Sport

Berita Terkait