15 Statistik Luar Biasa yang Mewarnai Kemenangan PSG atas Arsenal di Final Liga Champions

15 statistik menarik dari keberhasilan PSG menjuarai Liga Champions usai mengalahkan Arsenal.

BolaCom | Aning JatiDiterbitkan 31 Mei 2026, 12:30 WIB
Para pemain PSG merayakan kemenangan di akhir pertandingan final Liga Champions antara Paris Saint-Germain dan Arsenal di Budapest, Hongaria, Sabtu, 30 Mei 2026. (Foto AP/Petr Josek)

Bola.com, Jakarta - Paris Saint-Germain (PSG) sukses mempertahankan gelar Liga Champions setelah menaklukkan Arsenal melalui adu penalti pada partai final.

Arsenal sempat unggul lebih dulu lewat gol Kai Havertz pada awal pertandingan. Namun, PSG membalas melalui penalti Ousmane Dembele di babak kedua.

Advertisement

Skor imbang bertahan hingga babak tambahan waktu sebelum PSG akhirnya menang 4-3 dalam adu penalti.

Kegagalan Gabriel Magalhaes menjalankan penalti terakhir Arsenal menjadi penentu hasil akhir.

Berikut 15 statistik menarik yang lahir dari final Liga Champions di Puskas Arena, Budapest, Sabtu malam tersebut:

 


Gol Dembele

Ousmane Dembele (kanan) mengeksekusi penalti pada final Liga Champions Paris Saint-Germain vs Arsenal di Puskas Arena, Sabtu (30/5/2026). (AFP/Nicolas Tucat)

1. PSG menurunkan 10 pemain lapangan yang sama dalam susunan starter final Liga Champions musim ini dan musim lalu. Dalam sejarah kompetisi, hanya Real Madrid yang pernah melakukan hal serupa, yakni pada final 2017 dan 2018.

2. Gol Dembele membuat PSG menyamai rekor gol terbanyak yang dicetak satu klub dalam satu musim Liga Champions.

Tim asuhan Luis Enrique tersebut mengoleksi 45 gol, sama seperti Barcelona pada musim 1999/2000.

3. PSG mencatat penguasaan bola sebesar 75,3 persen. Itu menjadi persentase penguasaan bola tertinggi yang pernah dibukukan sebuah tim dalam final Liga Champions sejak data tersebut mulai dicatat.

4. Final ini menjadi partai puncak Liga Champions pertama dalam 10 tahun terakhir yang harus ditentukan melalui babak tambahan waktu dan adu penalti.

5. Arsenal menjadi klub Inggris pertama yang kalah dalam adu penalti final Liga Champions atau Piala Champions Eropa melawan tim dari luar Inggris.

Sebelumnya, satu-satunya klub Inggris yang kalah dalam adu penalti final Liga Champions adalah Chelsea saat menghadapi Manchester United pada 2008.

 


Safonov Nol Penyelamatan

Pemain Arsenal, Gabriel Magalhaes, tak mampu menutupi kekecewaan setelah gagal mengeksekusi penalti dalam adu tos-tosan yang berujung pada kekalahan The Gunners dari Paris Saint-Germain (PSG) pada final Liga Champions 2025/2026 di Stadion Puskas Arena, Sabtu (30/5/2026). (AP Photo/Petr Josek)

6. Luis Enrique menjadi pelatih pertama yang memenangi dua final Liga Champions secara beruntun sejak Zinedine Zidane melakukannya bersama Real Madrid pada 2016, 2017, dan 2018.

7. Luis Enrique kini menempati posisi kedua bersama dalam daftar pelatih dengan gelar Piala Champions Eropa/Liga Champions terbanyak.

Ia mengoleksi tiga trofi, sejajar Bob Paisley, Zinedine Zidane, dan Pep Guardiola. Rekor masih dipegang Carlo Ancelotti dengan lima gelar.

8. PSG menjadi tim pertama pada era Liga Champions yang mampu menjuarai Liga Champions dan liga domestik dalam dua musim beruntun.

Sebelumnya, pencapaian serupa hanya pernah diraih Real Madrid pada 1956/1957 dan 1957/1958 serta Ajax pada 1971/1972 dan 1972/1973 ketika kompetisi masih bernama Piala Champions Eropa.

9. Kiper PSG, Matvey Safonov, tidak mencatat satu pun penyelamatan sepanjang pertandingan, termasuk selama adu penalti.

10. Arsenal hanya menghabiskan waktu 42 menit 48 detik dalam posisi tertinggal sepanjang perjalanan mereka di Liga Champions musim ini. Itu merupakan angka terendah dibandingkan tim mana pun.

 


Gol Havertz

Selebrasi penggawa Arsenal Kai Havertz usai mencetak gol ke gawang Paris Saint-Germain (PSG) pada final Liga Champions 2025/2026 di Puskas Arena, Sabtu (30/5/2026). (AFP/Franck Fife)

11. Sejak akhir babak pertama hingga berakhirnya babak tambahan waktu, Arsenal hanya menghasilkan expected goals (xG) sebesar 0,01.

12. Kai Havertz menjadi pemain kesembilan yang mampu mencetak gol di lebih dari satu final Liga Champions. Ia juga menjadi pemain ketiga setelah Cristiano Ronaldo dan Mario Mandzukic yang mencetak gol final Liga Champions untuk dua klub berbeda.

Sebelumnya, Havertz mencetak gol pada final 2021 bersama Chelsea.

13. Myles Lewis-Skelly menjadi pemain Inggris termuda kedua yang pernah menjadi starter di final Liga Champions. Ia melakukannya pada usia 19 tahun 246 hari. Rekor termuda masih dipegang Trent Alexander-Arnold yang tampil bersama Liverpool pada final 2018 dalam usia 19 tahun 231 hari.

14. Arsenal menutup musim tersibuk mereka dalam 46 tahun terakhir setelah memainkan 63 pertandingan di semua kompetisi.

Mereka terakhir kali menjalani musim yang lebih padat pada 1979/1980 dengan total 70 pertandingan.

15. Arsenal masih berstatus sebagai klub dengan jumlah pertandingan terbanyak di Liga Champions atau Piala Champions Eropa tanpa pernah menjadi juara. Final melawan PSG merupakan laga ke-266 mereka di kompetisi tersebut, dan penantian untuk meraih trofi masih berlanjut.

 

Sumber: Planet Football

Berita Terkait