Arsenal Kantongi Rp3,1 Triliun meski Gagal Juara Liga Champions

Arsenal Kantongi Rp3,1 Triliun Meski Gagal Juara Liga Champions

BolaCom | Wiwig PrayugiDiterbitkan 31 Mei 2026, 16:30 WIB
Selebrasi penggawa Arsenal Kai Havertz usai mencetak gol ke gawang Paris Saint-Germain (PSG) pada final Liga Champions 2025/2026 di Puskas Arena, Sabtu (30/5/2026). (AFP/Franck Fife)

Bola.com, Jakarta - Arsenal memang gagal meraih trofi Liga Champions 2025/26 setelah kalah adu penalti dari PSG di partai final. Namun, The Gunners tetap pulang dengan pemasukan fantastis dari kompetisi elite Eropa tersebut.

Klub asal London itu dilaporkan mengumpulkan hadiah sebesar 141,18 juta poundsterling atau sekitar Rp3,1 triliun sepanjang perjalanan mereka di Liga Champions musim ini. Arsenal memperoleh tambahan 16 juta poundsterling setelah finis sebagai runner-up.

Advertisement

Perjalanan impresif pasukan Mikel Arteta dimulai dengan menyapu bersih delapan kemenangan di fase liga, yang membantu mereka lolos langsung ke babak 16 besar. Arsenal kemudian menyingkirkan Bayer Leverkusen, Sporting CP, dan Atletico Madrid sebelum melaju ke final pertama mereka sejak 2006.

Meski gagal mengangkat trofi usai kalah dari PSG di Budapest, total hadiah yang diterima Arsenal bahkan melampaui jumlah yang diperoleh PSG saat menjuarai Liga Champions musim sebelumnya. Hal itu menunjukkan betapa besarnya pendapatan yang tersedia dari format baru kompetisi UEFA musim ini.


Main Bagus Tak Cukup

Gelandang Arsenal, Kai Havertz, mengangkat tangan untuk merayakan gol kedua timnya dalam laga kontra Paris Saint-Germain (PSG) dalam matchday kedua Liga Champions 2024/2025 di Emirates Stadium, London, Rabu (2/10/2024) dini hari WIB. (Adrian Dennis / AFP)

The Gunners sebenarnya tampil luar biasa sepanjang turnamen, tetapi impian mengangkat trofi Si Kuping Besar harus pupus setelah kalah 3-4 dalam adu penalti usai bermain imbang 1-1 selama 120 menit.

Kekalahan tersebut terasa semakin menyakitkan mengingat konsistensi Arsenal sepanjang kompetisi.

Menurut data dari Squawka, tim asuhan Mikel Arteta hanya berada dalam kondisi tertinggal selama 43 menit sepanjang perjalanan mereka di Liga Champions musim 2025/26. Statistik itu menunjukkan betapa dominannya Arsenal sejak fase grup hingga mencapai partai puncak.

Meski begitu, dominasi tersebut belum cukup untuk mengakhiri penantian panjang klub asal London Utara tersebut.


Kutukan Belum Berakhir

Bek Paris Saint-Germain asal Ekuador, Willian Pacho (#51), mengoper bola di depan gelandang Arsenal FC asal Norwegia, Martin Odegaard (#8), dalam pertandingan final Liga Champions antara PSG dan Arsenal FC di Puskas Arena, Budapest, pada 30 Mei 2026. (Foto: NICOLAS TUCAT / AFP.)

Arsenal masih menyandang status sebagai klub dengan jumlah pertandingan terbanyak dalam sejarah Liga Champions dan European Cup tanpa pernah memenangkan trofi. Hingga final 2026, Arsenal telah memainkan 226 pertandingan di kompetisi elite Eropa itu tanpa sekali pun menjadi juara.

Perjalanan Arsenal musim ini sebenarnya memberi harapan besar kepada para pendukungnya. Mereka mampu menyingkirkan sejumlah tim kuat dan hanya berjarak satu langkah dari sejarah.

Namun, keberuntungan belum berpihak kepada Kai Havertz dan rekan-rekannya di laga final. Meski gagal kali ini, performa impresif sepanjang musim menunjukkan bahwa Arsenal masih memiliki peluang besar untuk kembali bersaing dan mengejar gelar Liga Champions yang selama ini menjadi impian mereka.

Sumber: Expess, Squawka


Kesedihan Arteta

Pelatih Arsenal, Mikel Arteta, berjalan melewati trofi setelah timnya mengalami kekalahan pada pertandingan final Liga Champions antara Paris Saint-Germain (PSG) dan Arsenal FC di Puskas Arena, Budapest, pada 30 Mei 2026. (Foto: Odd ANDERSEN / AFP.)

Berita Terkait