Cerita Maarten Paes Gagalkan Penalti Striker Utrecht Pekan Lalu: Terinspirasi dari Mantan Kiper Juventus

Kiper Timnas Indonesia, Maarten Paes, menjadi pahlawan Ajax Amsterdam dalam drama adu penalti yang memastikan tiket ke UEFA Conference League.

BolaCom | Vincentius AtmajaDiterbitkan 01 Juni 2026, 13:15 WIB
Maarten Paes saat membawa Ajax mengalahkan Utrecht melalui drama adu penalti 4-3 (1-1) dalam laga playoff di Kras Stadion, Volendam, Minggu (24-5-2026) malam WIB. (Dok. ajax.nl)

Bola.com, Jakarta - Kiper Timnas Indonesia, Maarten Paes, datang ke Jakarta dengan modal kepercayaan diri tinggi setelah menjadi pahlawan kemenangan Ajax Amsterdam dalam drama adu penalti yang memastikan tiket ke UEFA Conference League musim depan.

Paes tampil gemilang saat Ajax menghadapi FC Utrecht pada final playoff kompetisi Eropa. Setelah kedua tim bermain imbang 1-1 hingga perpanjangan waktu, laga harus ditentukan melalui adu penalti.

Advertisement

Dalam momen krusial tersebut, penjaga gawang berusia 27 tahun itu sukses menggagalkan dua eksekutor Utrecht, yakni Sébastien Haller dan Souffian El Karouani. Aksinya membantu Ajax menang 4-3 dan mengamankan satu tempat di kompetisi Eropa musim 2026/2027.

Kini, performa impresif itu diharapkan bisa berlanjut bersama Timnas Indonesia yang akan menghadapi Oman pada 5 Juni dan Mozambik pada 9 Juni dalam agenda FIFA Matchday.


Teringat Szczęsny

Kiper Barcelona, Wojciech Szczęsny (kiri) menghalau bola tendangan pemain Real Madrid, Kylian Mbappe dalam laga final Copa Del Rey di La Cartuja stadium, Sevilla, Spanyol. (AFP/Josep Lago)

Maarten Paes berbicara mengenai drama adu penalti timnya melawan Utrecht. Sebuah aksi menawan dari Paes adalah ketika langsung menggagalkan eksekusi penalti striker andalan Utrecht Sebastian Haller.

Sebastian Haller pemain yang kenyang pengalaman dengan pernah berbaju West Ham hingga Borussia Dortmund. Namun lewat ketenangan dan pengalaman Paes, kiper Ajax mampu membaca arah penalti Haller.

Selain itu, Paes mengaku terinspirasi dari sosok Wojciech Szczęsny. Kiper asal Polandia dan pernah menjadi pemain Juventus dan Arsenal, yang punya nama besar di kompetisi elit Eropa.

"Sekitar lima puluh tendangan penalti Haller; dia hampir selalu mencetak gol. Jadi saya harus menemukan cara," kata Paes dikutip dari Voetbal Primeur.

"Saya tahu dia selalu ragu sejenak, jadi saya melakukan semacam insting. Tapi setelah insting itu, saya benar-benar pergi ke sudut yang sama. Saya meniru itu dari Wojciech Szczesny yang juga sering melakukan itu," lanjut Paes.

 


Belajar dari Tim Krul

Maarten Paes menjalani debut bersama Ajax Amsterdam saat menjamu NEC Nijmegen dalam lanjutan Eredivisie 2025/2026 di Johan Cruyff ArenA, Minggu (22/2/2026) dini hari WIB. (Instagram Maarten Paes)

Selain terinpsirasi dari sosok Wojciech Szczęsny, Maarten Paes juga mengaku meniru gaya permainan dari Tim Krul, salah satu kiper hebat dari Belanda. Tim Krul pernah memperkuat klub seperti Ajax, Newcastle United, Brighton, hingga Timnas Belanda.

Kiper yang telah pensiun itu disebut Paes juga pernah menaklukkan penalti Sebastian Haller.

"Begitulah cara saya mencoba belajar sesuatu dari setiap kiper. Tim Krul juga melakukan hal yang sedikit mirip, ketika dia menyelamatkan penalti dari Haller," tandas Maarten Paes.


Kiprah di Musim Perdana

Kiper Ajax dan Timnas Indonesia, Maarten Paes. (Ajax.nl)

Selain mengantarkan Ajax menembus kompetisi antarklub Eropa musim depan, Maarten Paes juga membawa De Godenzonen finis di peringkat kelima klasemen akhir Eredivisie.

Paes tak tergantikan selama 11 pertandingan terakhir Ajax di Eredivisie, ditambah dua laga di playoff Conference League melawan Groningen dan Utrecht.

Meski kemasukan 11 kali di Eredivisie, Paes menorehkan lima kali clean sheet. Rata-rata ratingnya 7,18 per pertandingan, menjadi catatan ciamik bagi Paes.

Berita Terkait