Bola.com, Jakarta - Legenda sepak bola Inggris, Kevin Keegan, mengungkapkan bahwa dirinya saat ini sedang berjuang melawan kanker stadium empat.
Kondisi kesehatan mantan pemain dan pelatih Timnas Inggris itu sebenarnya telah diketahui publik sejak Januari lalu, ketika keluarganya mengonfirmasi bahwa Keegan didiagnosis menderita kanker.
Namun, untuk pertama kalinya pria berusia 75 tahun tersebut mengungkap secara langsung tingkat keparahan penyakit yang dihadapinya.
Keegan menyampaikan hal itu saat tampil dalam sebuah acara di Tyne Theatre and Opera House, akhir pekan lalu.
"Mereka mengatakan memiliki dokter terbaik dengan metode baru untuk melawan penyakit yang saya derita, kanker stadium empat," kata Keegan, seperti dikutip Daily Mail.
"Dokter itu ternyata pendukung Liverpool, jadi saya menemuinya. Saya tahu 'saya tidak akan berjalan sendirian', jika Anda mengerti maksud saya," imbuhnya.
Dukungan dari Newcastle United
Tak lama setelah pernyataan Keegan menjadi sorotan, Newcastle United menyampaikan dukungan melalui akun resmi klub di X, Senin (1-6-2026).
Klub yang memiliki hubungan erat dengan Keegan itu menyebut sosok sang legenda menempati tempat istimewa dalam sejarah Newcastle maupun di hati suporternya.
"Kami menyampaikan dukungan sepenuh hati dan doa terbaik kepada Kevin Keegan serta keluarganya setelah diagnosis kanker stadium empat yang baru-baru ini diumumkan," tulis Newcastle.
"Kevin memiliki tempat yang unik dan sangat berharga dalam sejarah Newcastle serta di hati para pendukung kami. Semangat, kepemimpinan, dan kedekatannya dengan klub serta kota ini telah melahirkan banyak momen paling berkesan dalam perjalanan kami."
"Seluruh elemen klub berdiri bersama Kevin dan mengirimkan kekuatan serta harapan terbaik untuk dirinya dan keluarganya dalam perjalanan yang akan dihadapi."
"Kevin akan selalu disambut dengan hangat di St James' Park dan kami berharap bisa melihatnya kembali dalam waktu dekat," kata The Magpies.
Sosok Penting dalam Sejarah Inggris dan Newcastle
Keegan memulai karier profesionalnya bersama Scunthorpe United sebelum direkrut Liverpool pada 1971.
Di Anfield, ia menjelma menjadi satu di antara pemain terbaik Eropa. Keegan membantu Liverpool menjuarai Divisi Satu Inggris tiga kali, memenangi dua Piala UEFA, satu Piala FA, dan Piala Champions Eropa 1977.
Kariernya terus menanjak saat membela Hamburg di Jerman. Bersama klub Jerman tersebut, Keegan dua kali meraih Ballon d'Or, yang pada masa itu masih bernama European Footballer of the Year. Ia juga tampil dalam satu final Piala Champions Eropa lainnya.
Setelah itu, Keegan sempat memperkuat Southampton dan Newcastle sebelum memutuskan pensiun pada 1984.
Di level internasional, ia mencatatkan 63 penampilan dan mencetak 21 gol untuk Timnas Inggris. Keegan juga menjadi bagian dari skuad Inggris pada putaran final Piala Dunia 1982.
Karier Kepelatihan yang Berkesan
Nama Keegan juga meninggalkan jejak kuat sebagai pelatih. Ia menangani Newcastle pada 1992 dan sukses membawa klub tersebut promosi ke Liga Inggris.
Pada musim 1995/1996, Newcastle hampir meraih gelar juara liga sebelum akhirnya dikalahkan Manchester United dalam persaingan ketat hingga akhir musim.
Setelah melatih Fulham, Keegan ditunjuk sebagai pelatih Timnas Inggris pada 1999.
Namun, kiprahnya bersama The Three Lions berakhir setelah penampilan mengecewakan di Euro 2000 dan kekalahan dari Jerman pada laga kualifikasi Piala Dunia.
Keegan kemudian melatih Manchester City hingga Maret 2005 sebelum kembali ke Newcastle pada 2008. Periode keduanya di St James' Park hanya berlangsung delapan bulan.
Ingin Kembali ke St James' Park
Dalam acara yang sama, Keegan mengaku memiliki satu keinginan yang belum terwujud, yakni kembali ke St James' Park untuk berpamitan secara langsung kepada para pendukung Newcastle.
"Saya ingin mengucapkan selamat tinggal," ujar Keegan.
"Saya tidak mendapat kesempatan untuk melakukannya ketika meninggalkan klub terakhir kali," tambah Keegan yang kini berusia 75 tahun.
Sumber: RTE