Bola.com, Jakarta - Iker Lecuona tidak menyangka namanya akan kembali muncul di paddock MotoGP. Pembalap asal Spanyol itu mengaku terkejut ketika mendapat tawaran mendadak untuk memperkuat Gresini Racing pada MotoGP Hungaria akhir pekan ini.
Lecuona direkrut sebagai pengganti Alex Marquez yang masih menjalani pemulihan cedera setelah mengalami insiden di Barcelona bulan lalu.
Sebelumnya, posisi Alex sempat diisi pembalap penguji Ducati, Michele Pirro, pada MotoGP Catalunya.
Namun, Pirro tidak bisa kembali menjalankan tugas tersebut karena harus memenuhi komitmennya di Kejuaraan Superbike Italia.
Kesempatan itu akhirnya jatuh ke tangan Lecuona. Menariknya, kabar tersebut datang saat pembalap berusia 26 tahun itu sedang mengikuti tes resmi Kejuaraan Dunia Superbike (WSBK) di Aragon pada Senin lalu.
Kebetulan, tes tersebut juga menggunakan ban Michelin yang dipakai di MotoGP.
Di tengah jeda sesi tes, manajernya, Diego Silvente, menghubunginya dan menyampaikan tawaran yang sama sekali tidak ia duga.
"Sejujurnya, itu kejutan besar, bahkan bagi saya sendiri," kata Lecuona.
"Saya mengetahui peluang itu pada Senin saat menjalani tes di Aragon," ungkapnya.
Tak Menduga
Ia kemudian menceritakan bagaimana percakapan tersebut terjadi.
"Saya baru menyelesaikan satu putaran keluar lintasan, lalu tim membutuhkan sekitar 15 menit untuk memeriksa motor," kata Lecuona.
"Kemudian asisten saya, Paco, mengatakan, 'Diego ingin berbicara denganmu'."
"Saya bilang, 'oke, mari bicara'. Lalu dia bertanya, 'kamu mau balapan di Balaton?'. Saya langsung berpikir, 'apa?'"
Lecuona mengaku bahkan sempat menyampaikan kepada Ducati bahwa dirinya benar-benar tidak menduga akan menerima kesempatan tersebut.
"Saya juga mengatakan kepada Ducati bahwa ini kejutan besar bagi saya."
"Tetapi, hal pertama yang harus saya katakan adalah terima kasih kepada Ducati atas kesempatan ini. Terima kasih juga kepada Gresini dan Aruba," ucapnya.
Kembali ke MotoGP
Lecuona terakhir kali membalap penuh di MotoGP pada musim 2020 dan 2021 bersama Tech3 KTM. Pencapaian terbaiknya saat itu adalah finis keenam dengan motor KTM RC16 milik tim satelit.
Setelah kehilangan tempat di kelas utama, ia bergabung dengan Honda sebagai pembalap pabrikan yang fokus tampil di Kejuaraan Dunia Superbike.
Satu di antara momen terbaiknya bersama pabrikan Jepang adalah meraih kemenangan pada balapan ketahanan Suzuka 8 Hours.
Kariernya kemudian mengalami peningkatan signifikan setelah pindah ke Ducati pada awal musim 2026.
Bersama tim Aruba Ducati di WSBK, Lecuona berkembang menjadi satu di antara pembalap paling kompetitif di kejuaraan tersebut. Ia juga tampil konsisten mendampingi Nicolo Bulega yang kini memimpin klasemen dengan keunggulan besar.
Anggap Sebagai Hadiah
Lecuona menilai kesempatan membela Gresini sebagai hadiah atas performanya di WSBK musim ini. Karena itulah, ia sama sekali tidak melihat panggilan tersebut sebagai tekanan tambahan.
"Saya tidak pernah berusaha datang ke sini dengan cara saya sendiri," ujarnya.
"Saya merasa ini seperti hadiah untuk saya. Jadi, saya tidak menganggapnya sebagai tekanan, melainkan sebuah kesempatan."
"Saya ingin menikmati momen ini. Sudah tiga tahun saya tidak berada di MotoGP."
"Dan ketika Ducati memberi Anda kesempatan seperti ini, Anda tidak bisa mengatakan tidak," katanya lagi.
Lecuona mengaku langsung menerima tawaran tersebut begitu namanya diajukan Ducati kepada Gresini.
"Jadi, saya langsung mengatakan ya karena saya benar-benar senang."
"Orang-orang di sekitar saya langsung berkata, 'Ducati menyebut namamu, semua pihak menyetujuinya, sekarang kamu yang harus menerimanya'."
Adaptasi MotoGP Generasi Baru
Kendati hanya meninggalkan MotoGP selama empat musim penuh, Lecuona menyadari banyak perubahan yang terjadi pada motor prototipe kelas utama.
Dalam beberapa tahun terakhir, pengembangan aerodinamika dan perangkat elektronik berkembang sangat pesat sehingga karakter motor saat ini jauh berbeda dibanding ketika ia masih membela Tech3 KTM.
Ketika ditanya apakah motor MotoGP modern akan terasa sangat berbeda, Lecuona tidak ragu memberikan jawabannya.
"Sangat berbeda," katanya.
"Saya baru saja tiba di sini. Saya mungkin baru berbicara sekitar 30 sampai 40 menit dengan tim."
"Banyak sekali hal yang sudah berubah," ujar rider berusia 26 tahun itu.
Sumber: Motorsport