Mengintip Bayaran Pemain Timnas Inggris di Piala Dunia

Berapa bayaran yang diterima pemain Timnas Inggris saat bermain di Piala Dunia?

BolaCom | Aning JatiDiterbitkan 06 Juni 2026, 10:00 WIB
Ilustrasi Timnas Inggris di Piala Dunia 2026. (Foto by Gemini AI)

Bola.com, Jakarta - Piala Dunia 2026 bukan hanya akan menjadi turnamen terbesar dalam sejarah sepak bola dari sisi jumlah peserta. Ajang yang digelar di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko itu juga diproyeksikan menjadi yang paling menguntungkan secara finansial.

FIFA telah menyiapkan total distribusi dana sebesar 650 juta paun untuk negara-negara peserta. Dari jumlah tersebut, 520 juta paun dialokasikan khusus sebagai hadiah berdasarkan prestasi di turnamen.

Advertisement

Di tengah sorotan terhadap besarnya pendapatan para pemain Inggris di level klub, muncul pertanyaan yang jarang dibahas: berapa sebenarnya bayaran yang diterima saat mereka membela tim nasional?

Publik mungkin lebih akrab dengan nilai kontrak Harry Kane di Bayern Munchen atau pendapatan Jude Bellingham di Real Madrid.

Namun, mekanisme pembayaran ketika para pemain mengenakan seragam Timnas Inggris ternyata jauh berbeda.


Bayaran Dasar Relatif Kecil

Kiper Inggris #01 Jordan Pickford, bek Inggris #05 John Stones, bek Inggris #06, Marc Guehi, gelandang Inggris #04, Declan Rice, bek Inggris #03, Luke Shaw, gelandang Inggris #11, Phil Foden, gelandang Inggris #26, Kobbie Mainoo, penyerang Inggris #07, Bukayo Saka, gelandang Inggris #10, Jude Bellingham, dan bek Inggris #02, Kyle Walker, menyanyikan lagu kebangsaan sebelum pertandingan final Euro 2024 antara Spanyol dan Inggris di Olympiastadion di Berlin pada 14 Juli 2024. (Adrian DENNIS/AFP)

Asosiasi Sepak Bola Inggris (FA) tidak pernah mengumumkan secara terbuka perincian pembayaran kepada pemain tim nasional.

Meski begitu, sejumlah laporan menyebut setiap pemain Inggris menerima biaya penampilan sekitar 2.000 paun (Sekitar Rp48,2 juta) per pertandingan.

Jumlah tersebut sangat kecil jika dibandingkan dengan gaji mingguan mereka di klub. Namun, konsep yang diterapkan FA memang berbeda. Membela negara dipandang sebagai kehormatan, bukan sarana mencari penghasilan tambahan.

Sumber pendapatan terbesar justru berasal dari bonus berdasarkan pencapaian tim di turnamen.

Menurut The Mirror, setiap pemain Inggris berpotensi memperoleh hingga 500.000 paun (Rp12 miliar) apabila berhasil membawa tim menjuarai Piala Dunia 2026 dan mengangkat trofi di New Jersey pada 19 Juli mendatang.

Pelatih Timnas Inggris, Thomas Tuchel, juga disebut berpeluang menerima bonus bernilai jutaan paun apabila mampu mengakhiri penantian panjang Inggris atas gelar juara dunia pertama sejak 1966.

Dalam sistem FIFA, hadiah turnamen tidak diberikan langsung kepada pemain. Dana tersebut disalurkan kepada federasi nasional. Artinya, FA memiliki kewenangan mengatur pembagiannya, termasuk untuk kebutuhan operasional tim, staf pendukung, fasilitas, hingga bonus pemain.


Nilai Komersial Bisa Jauh Lebih Besar

Harry Kane (Inggris) menyapa para suporter di akhir laga kualifikasi Piala Dunia Grup K melawan Serbia di Rajko Mitic Stadium, Beograd, Serbia, 9 September 2025. (AP Photo/Darko Vojinovic)

Bagi banyak pemain, keuntungan terbesar dari tampil di Piala Dunia tidak selalu berasal dari bonus yang dibayarkan federasi.

Turnamen sepak bola terbesar di dunia itu sering kali membuka peluang komersial yang nilainya jauh lebih tinggi. Banyak perusahaan menunda peluncuran kampanye iklan hingga daftar skuad resmi diumumkan.

Setelah masuk tim nasional, nilai jual seorang pemain di mata sponsor biasanya langsung meningkat.

Bagi nama-nama besar seperti Harry Kane, Jude Bellingham, dan Declan Rice, performa apik di Piala Dunia dapat membuka kontrak sponsor baru atau mengaktifkan klausul bonus dalam kerja sama komersial yang sudah berjalan.

Penampilan impresif atau momen ikonis di hadapan audiens global bahkan bisa menghasilkan keuntungan yang jauh melampaui bonus dari FA.


Bonus Besar

Para pemain Inggris merayakan gol kedua mereka dalam pertandingan kualifikasi Piala Dunia FIFA 2026 zona Eropa antara Albania dan Inggris di stadion "Air Albania" di Tirana, Senin (17-11-2025) dini hari WIB. (Adnan Beci/AFP)

Skema bonus besar sebenarnya bukan hal baru bagi Timnas Inggris. Saat tampil di Piala Dunia 2022 di Qatar, para pemain juga dikabarkan berhak menerima bonus sebesar 500.000 paun per orang apabila berhasil menjadi juara dunia.

Angka itu meningkat tajam dibandingkan bonus maksimal pada Piala Dunia 2018 di Rusia yang berada di kisaran 215.000 paun.

Keberhasilan Inggris menembus semifinal pada 2018, pencapaian terbaik mereka di Piala Dunia sejak 1966, diyakini menjadi satu di antara alasan FA menaikkan insentif untuk turnamen berikutnya.

Namun, perjalanan Inggris di Qatar terhenti pada babak perempat final setelah disingkirkan Prancis. Akibatnya, bonus maksimal tersebut tidak pernah dibayarkan karena nilainya disesuaikan dengan pencapaian tim di turnamen.


Seluruh Uang Penampilan Disumbangkan

(Dari kiri ke kanan) Bek Inggris #02 Kyle Walker, kiper Inggris #01 Jordan Pickford, bek Inggris #05 Ezri Konsa, bek Inggris #12 Dan Burn, gelandang Inggris #17 Curtis Jones, gelandang Inggris #10 Jude Bellingham, dan penyerang Inggris #11 Marcus Rashford, (dari kiri ke kanan) gelandang Inggris #04 Declan Rice, penyerang Inggris #09 Harry Kane, bek Inggris #23 Myles Lewis-Skelly, dan gelandang Inggris #07 Phil Foden, berpose untuk foto bersama sebelum kick-off pertandingan kualifikasi Piala Dunia 2026 Grup K antara Inggris dan Albania, di stadion Wembley di London, Sabtu dini hari WIB (22-3-2025). (Glyn KIRK/AFP)

Di balik besarnya angka yang beredar, ada satu fakta yang jarang diketahui publik mengenai sistem keuangan Timnas Inggris.

Sejak 2007, seluruh pemain tim nasional putra Inggris menyumbangkan penuh biaya penampilan yang mereka terima kepada England Footballers' Foundation (EFF), bukan menyimpannya untuk kepentingan pribadi.

Tradisi tersebut lahir dari kesepakatan komite pemain yang saat itu beranggotakan David Beckham, Gary Neville, dan John Terry. Kebijakan itu terus dipertahankan hingga sekarang.

Pada 2018, total dana yang berhasil dihimpun melalui EFF telah melampaui 5 juta paun (Rp120,6 miliar).

Dana tersebut disalurkan kepada berbagai organisasi dan kegiatan sosial, termasuk UNICEF, Help for Heroes, Cancer Research UK, serta The Bobby Moore Fund.

Ketika Kylian Mbappe mendapat pujian luas pada Piala Dunia 2018 karena menyumbangkan uang penampilannya untuk kegiatan amal, Gary Neville sempat mengingatkan melalui media sosial bahwa para pemain Inggris telah melakukan hal serupa selama lebih dari satu dekade.

Hingga kini, EFF menjadi satu di antara contoh paling konsisten mengenai aksi sosial kolektif di dunia sepak bola. Tradisi tersebut akan kembali berlanjut pada Piala Dunia 2026 di Amerika Utara, terlepas dari sejauh mana langkah Inggris dalam turnamen tersebut.

 

Sumber: Give Me Sport

Berita Terkait