Timnas Iran Hadapi Pembatasan Visa di Piala Dunia 2026: Bakal Melelahkan! Masuk dan Keluar AS pada Hari yang Sama

Duta Besar Iran untuk Meksiko, Abolfazl Pasandideh, mengatakan para pemain dan ofisial hanya diizinkan masuk dan keluar dari wilayah Amerika Serikat pada hari yang sama dengan pertandingan mereka di Piala Dunia 2026.

BolaCom | Benediktus Gerendo PradigdoDiterbitkan 08 Juni 2026, 09:00 WIB
Para pemain dan tim teknis Iran merayakan kemenangan setelah pertandingan kualifikasi Piala Dunia FIFA 2026 zona Asia Grup A antara Iran dan Uzbekistan, pada 25 Maret 2025 di Teheran. (AFP)

Bola.com, Jakarta - Timnas Iran menghadapi tantangan besar menjelang tampil di Piala Dunia 2026. Pemerintah Iran mengungkapkan skuad sepak bola negaranya harus mematuhi pembatasan visa yang sangat ketat saat menjalani pertandingan di Amerika Serikat.

Duta Besar Iran untuk Meksiko, Abolfazl Pasandideh, mengatakan para pemain dan ofisial hanya diizinkan masuk dan keluar dari wilayah Amerika Serikat pada hari yang sama dengan pertandingan mereka di Piala Dunia 2026.

Advertisement

“Kami bisa masuk pada pagi hari dan harus meninggalkan negara itu pada hari yang sama,” ujar Pasandideh, merujuk pada keterbatasan visa yang diberlakukan kepada rombongan Timnas Iran.

Kebijakan tersebut membuat Iran tidak dapat menjalani aktivitas normal seperti menginap atau menggelar pemusatan latihan di Amerika Serikat selama turnamen berlangsung.


Rencana Pemusatan Latihan di Arizona Terpaksa Dibatalkan

Pelatih kepala Timnas Iran, Amir Ghalenoei (C), berbicara kepada para pemainnya selama sesi latihan di markas mereka di Antalya, pada 19 Mei 2026. Timnas Iran tiba di Turki pada 19 Mei 2026 untuk kamp pelatihan dan menyelesaikan aplikasi visa menjelang Piala Dunia 2026, kata koresponden AFP. (Satu SAN/AFP)

Sebelumnya, Timnas Iran telah menyusun rencana untuk menggelar kamp pelatihan di kota Tucson, Arizona, sebagai bagian dari persiapan menuju Piala Dunia 2026. Namun, rencana tersebut akhirnya dibatalkan setelah pecahnya konflik antara Amerika Serikat, Israel, dan Iran pada akhir Februari.

Sebagai gantinya, skuad Iran kini bermarkas di Meksiko untuk mempersiapkan diri menghadapi pertandingan fase grup.

Meski berbasis di Meksiko, Iran tetap dijadwalkan memainkan tiga laga penyisihan grup di wilayah Amerika Serikat, yakni dua pertandingan di Los Angeles dan satu pertandingan di Seattle.


Konflik Regional Berdampak Kepada Persiapan Tim

Pemain Timnas Iran berpose di Bandara Antalya, Turki, sebelum terbang ke Meksiko untuk mengikuti Piala Dunia FIFA 2026 pada 6 Juni 2026. Pada hari yang sama, Iran memprotes Amerika Serikat karena menolak visa bagi sejumlah staf pendukung tim. (Handout / Iran Football Federation Press Office / AFP)

Situasi ini tidak lepas dari ketegangan geopolitik yang melibatkan Iran, Amerika Serikat, dan Israel. Konflik yang pecah pada 28 Februari lalu menyebabkan berbagai dampak diplomatik, termasuk pembatasan perjalanan bagi warga dan delegasi Iran.

Serangan udara yang dilancarkan Amerika Serikat dan Israel terhadap target-target Iran memicu serangan balasan dari Teheran ke sejumlah posisi Israel dan negara-negara yang menampung pangkalan militer Amerika Serikat.

Meskipun gencatan senjata telah diberlakukan, berbagai upaya diplomatik masih terus dilakukan untuk mencari penyelesaian permanen atas konflik tersebut.


Persiapan Piala Dunia Tetap Berjalan di Tengah Keterbatasan

Timnas sepak bola Iran berpose untuk foto bersama sebelum pertandingan kualifikasi Piala Dunia FIFA 2026 zona Asia Grup A antara Iran dan Uzbekistan, pada 25 Maret 2025 di Teheran. (AFP)

Di tengah berbagai kendala yang ada, Timnas Iran tetap melanjutkan persiapannya untuk tampil di Piala Dunia 2026.

Berbasis di Meksiko menjadi solusi sementara agar tim dapat menjalani latihan secara optimal sebelum terbang ke Amerika Serikat pada hari pertandingan.

Namun, aturan visa yang mengharuskan rombongan masuk dan keluar pada hari yang sama berpotensi menambah tantangan logistik dan mengganggu rutinitas persiapan yang biasanya dilakukan tim-tim peserta turnamen besar.

Kondisi tersebut menjadikan Iran sebagai salah satu peserta Piala Dunia 2026 yang harus beradaptasi dengan situasi nonteknis yang cukup kompleks di luar lapangan.

Sumber: Yeni Safak

Berita Terkait