Usai Piala Dunia 2026, Kelompok Suporter Kecam FIFA: Tidak Layak Mengelola Sepak Bola Dunia!

Organisasi suporter terbesar Eropa (FSE) Serang FIFA, sebut tak layak pimpin sepak bola dunia.

Bola.com, Jakarta - Football Supporters Europe (FSE), organisasi suporter sepak bola terbesar di Eropa, melontarkan kritik keras terhadap FIFA setelah berakhirnya Piala Dunia 2026.

FSE menilai badan sepak bola dunia tersebut lebih mengutamakan kepentingan komersial dan politik daripada pengalaman suporter serta integritas olahraga.

Kritik itu muncul beberapa hari setelah final Piala Dunia 2026 yang dimenangi Spanyol dengan skor 1-0 atas Argentina di New Jersey, Senin kemarin.

Menurut FSE, berbagai persoalan yang terjadi sepanjang turnamen di tiga negara menjadi bukti bahwa FIFA gagal menghadirkan ajang yang benar-benar berpihak kepada para penggemar sepak bola.

FSE menilai tata kelola FIFA makin jauh dari kepentingan olahraga dan mempertanyakan kelayakan badan itu untuk terus memimpin sepak bola dunia.

Yuk gabung channel whatsapp Bola.com untuk mendapatkan berita-berita terbaru tentang Timnas Indonesia, BRI Liga 1, Liga Champions, Liga Inggris, Liga Italia, Liga Spanyol, bola voli, MotoGP, hingga bulutangkis. Klik di sini (JOIN)

Komersialisasi FIFA

FSE menuding FIFA telah mengorbankan pengalaman suporter demi kepentingan bisnis dan hiburan. Organisasi itu menilai sejumlah elemen penting dalam sepak bola diubah demi memenuhi kepentingan komersial.

"Sejak awal, para suporter diminta memercayai FIFA dan 'bersantai'. Namun, FIFA justru lebih mengutamakan tontonan dan komersialisasi daripada pengalaman menonton langsung di stadion. Selama sebulan terakhir, kami melihat sepak bola dipelintir mengikuti kehendak Gianni Infantino dan pemerintahan Donald Trump," tulis FSE.

Selain itu, FSE menyoroti kebijakan harga tiket yang dinilai sangat memberatkan suporter. Harga tiket pertandingan disebut sempat mencapai 33 ribu dolar AS, sementara biaya parkir mencapai ratusan dolar dan harga satu gelas bir sekitar 20 dolar AS.

Menurut FSE, komersialisasi tiket, tingginya biaya transportasi, serta minimnya komunikasi dari FIFA telah menciptakan kebingungan dan mengikis kepercayaan publik terhadap penyelenggara.

FSE menilai suporter diperlakukan sebagai sumber pendapatan dalam penyelenggaraan Piala Dunia termahal sepanjang sejarah.

Kebijakan Visa

FSE juga menilai janji FIFA untuk menghadirkan "Piala Dunia untuk Semua" tidak pernah benar-benar terwujud.

Organisasi tersebut menyebut banyak suporter, ofisial, jurnalis, hingga anggota keluarga dari sejumlah negara gagal memasuki Amerika Serikat akibat kebijakan visa selama turnamen berlangsung.

Tak hanya itu, FSE menyoroti perlakuan terhadap Timnas Iran serta penolakan masuk terhadap wasit elite asal Afrika, Omar Artan.

Menurut mereka, kejadian tersebut menunjukkan penyelenggaraan Piala Dunia 2026 tidak berjalan seinklusif yang dijanjikan FIFA.

Intervensi Politik

Organisasi itu mengkritik dugaan campur tangan politik selama turnamen.

FSE menyinggung permintaan Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, agar FIFA meninjau ulang hukuman larangan bermain satu pertandingan yang dijatuhkan kepada penyerang Timnas AS, Folarin Balogun, menjelang laga babak 16 besar melawan Belgia.

Menurut FSE, FIFA mengakomodasi permintaan tersebut, meski bertentangan dengan aturan yang berlaku. Langkah itu dinilai berpotensi merusak integritas kompetisi sekaligus memperkuat anggapan bahwa kepentingan politik ikut memengaruhi penyelenggaraan Piala Dunia 2026.

Dalam penutup pernyataannya, FSE menegaskan bahwa berbagai kontroversi sepanjang turnamen menjadi pelajaran penting bagi masa depan sepak bola dunia.

"Pelajaran dari Piala Dunia ini sangat jelas: FIFA tidak layak mengelola sepak bola dunia. Masa depan olahraga ini tidak boleh berada di tangan seseorang yang sekali lagi membuktikan bahwa kepentingan finansial dan politik lebih diutamakan daripada masa depan sepak bola," tulis FSE.

 

Sumber: Inside World Football

Penulis: Fauzi Ananta Dharmawan

Trilogi Sepak Bola Putri
Trilogi Sepak Bola Putri
Lihat Selengkapnya

Video Populer

Foto Populer