Pep Guardiola Peringatkan Barcelona soal Obsesi Liga Champions, Bisa Jadi Awal Kejatuhan Hansi Flick

Pep Guardiola peringatkan Barcelona soal bahaya terobsesi terhadap Liga Champions.

BolaCom | Aning JatiDiterbitkan 08 Juni 2026, 11:15 WIB
Para pemain Barcelona merayakan kemenangan bersama pelatih asal Jerman Barcelona, Hans-Dieter Flick, setelah memenangkan pertandingan liga Spanyol antara FC Barcelona dan Real Madrid CF di Stadion Camp Nou, Barcelona, pada 10 Mei 2026. Barcelona menang 2-0. (Josep LAGO / AFP)

Bola.com, Jakarta - Pep Guardiola mengirim pesan peringatan kepada Barcelona di tengah ambisi besar Blaugrana untuk kembali menjuarai Liga Champions.

Menurut Guardiola, terlalu terobsesi mengejar gelar Eropa justru bisa menjadi ancaman bagi proyek jangka panjang sebuah tim.

Advertisement

Barcelona belum lagi mengangkat trofi Liga Champions sejak 2015. Dalam periode yang sama, kompetisi antarklub paling bergengsi di Eropa itu menjadi target utama yang terus diburu klub asal Katalonia tersebut.

Guardiola, yang baru kembali ke Barcelona setelah menuntaskan periode 10 tahun bersama Manchester City, memahami betul tekanan untuk menjuarai Liga Champions.

Selama melatih Man City, ia berhasil mempersembahkan gelar Liga Champions pertama dalam sejarah klub, meski tidak mampu mengulang dominasi yang sama seperti yang mereka tunjukkan di kompetisi domestik.

Dalam penampilan publik pertamanya setelah meninggalkan Man City, Guardiola menghadiri acara Yayasan Johan Cruyff di Katalonia

Di sana, ia ditanya mengenai hal yang masih kurang dari Barcelona untuk mengakhiri puasa gelar Liga Champions yang sudah berlangsung 11 tahun.


Liga Champions Hancurkan Proyek

Pep Guardiola resmi berpisah dengan Manchester City setelah sepuluh tahun di Etihad Stadium. (AP Photo/Alastair Grant)

Jawaban Guardiola cukup tegas.

"Liga Champions menghancurkan banyak proyek. Saya berharap itu tidak terjadi pada Barcelona," kata Guardiola.

"Kita tidak boleh berpikir bahwa hanya karena gagal memenanginya, semua hal yang sudah dibangun menjadi tidak bernilai. La Liga adalah kompetisi yang menunjukkan konsistensi Anda."

Menurut Guardiola, banyak faktor yang menentukan keberhasilan sebuah tim di Liga Champions dan tidak semuanya bisa dikendalikan.

"Di Liga Champions, Anda harus tiba di fase akhir dalam kondisi terbaik, tanpa cedera. Pengaruh keputusan wasit juga sangat besar dalam kompetisi ini."

"Yang terpenting adalah kualitas pekerjaan sehari-hari dan tim terus berkembang. Jangan berpikir bahwa jika Anda gagal mencapai final Liga Champions atau gagal memenanginya maka musim tersebut otomatis buruk," ujar Guardiola.

"Yang menentukan apakah sebuah musim berjalan baik atau tidak adalah La Liga," tegasnya.


Barcelona Sudah Pernah Mengalaminya

Ernesto Valverde. Ia mulai menangani Barcelona pada Mei 2017 usai menggantikan posisi Luis Enrique. Meski mampu meraih 2 gelar LaLiga, 1 trofi Copa del Rey dan 1 Piala Super Spanyol, ia dipecat Januari 2020 usai kalah dari Atletico Madrid dalam semifinal Piala Super Spanyol. (AFP/Pau Barrena)

Pernyataan Guardiola bukan tanpa alasan. Barcelona pernah merasakan bagaimana tekanan Liga Champions bisa menghapus pencapaian lain yang sebenarnya sangat besar.

Ernesto Valverde menjadi contoh paling nyata. Di bawah kepemimpinannya, Barcelona memenangi dua gelar La Liga secara dominan pada periode 2017 hingga 2019. Namun, dua kegagalan menyakitkan di Liga Champions membuat posisinya tidak lagi aman.

Kendati hanya menelan tujuh kekalahan liga selama 2,5 musim, Valverde tetap kehilangan pekerjaannya setelah tersingkir secara dramatis dari Liga Champions.

Situasi tersebut menunjukkan bahwa kesuksesan domestik sering kali dianggap tidak cukup di Barcelona, terutama karena rival abadi mereka, Real Madrid, berhasil menjuarai Liga Champions lima kali selama periode puasa gelar Eropa Blaugrana.


Guardiola Puji Hansi Flick

Pelatih Barcelona asal Jerman, Hans-Dieter Flick, meneriakkan instruksi kepada para pemainnya dari pinggir lapangan selama pertandingan leg kedua semifinal Liga Champions UEFA antara Inter Milan dan FC Barcelona di stadion San Siro di Milan, Rabu dini hari WIB (7-5-2025). (PIERO CRUCIATTI/AFP)

Meski memberikan peringatan, Guardiola juga melihat perkembangan positif dalam proyek yang sedang dibangun Hansi Flick.

Menurutnya, Barcelona saat ini kembali menjadi penantang serius di level Eropa untuk pertama kalinya dalam beberapa tahun terakhir.

"Mereka menjalani dua tahun yang luar biasa," ujar Guardiola.

"Bukan hanya karena hasil yang diraih, tetapi juga karena cara mereka bermain dan betapa menyenangkannya menyaksikan mereka bertanding."

"Saya penggemar berat Hansi Flick, cara dia memainkan sepak bola, dan saya berharap dia bertahan selama mungkin," ucap pria berusia 55 tahun itu.

Meski begitu, Guardiola menyadari tekanan untuk membawa Barcelona kembali menjadi juara Eropa tidak akan pernah benar-benar hilang. Apalagi, skuad yang dimiliki saat ini dinilai cukup kuat untuk bersaing memperebutkan trofi Liga Champions.


Bernardo Silva dan Julian Alvarez

Bernardo Silva menunjukkan ekspresinya dalam pertandingan antara Manchester City melawan Arsenal di Premier League musim 2024/2025, Minggu malam (22/9/2024) WIB.

Barcelona diperkirakan tetap aktif pada bursa transfer musim panas, meski sudah mengeluarkan dana besar untuk merekrut Anthony Gordon.

Dua nama yang terus dikaitkan dengan Blaugrana adalah Bernardo Silva dan Julian Alvarez, dua pemain yang pernah bekerja di bawah arahan Guardiola saat masih membela Man City.

Ketika dimintai pendapat mengenai kemungkinan keduanya bergabung dengan Barcelona, Guardiola memberikan jawaban singkat.

"Bernardo adalah pemain yang bisa beradaptasi dengan tim mana pun. Dia terlalu bagus," kata Guardiola.

Mengenai Alvarez, Guardiola juga memberikan penilaian positif.

"Dia juga sangat bagus. Pemain-pemain Manchester City memang sangat bagus," katanya.

Hingga saat ini belum ada kepastian apakah Bernardo Silva maupun Julian Alvarez benar-benar akan berlabuh di Camp Nou.

Namun, jika keduanya bergabung, kekuatan Barcelona untuk musim 2026/2027 dan bersaing di Liga Champions tentu akan makin besar.

 

Sumber: SI

Berita Terkait