Piala Dunia 2026 Belum Dimulai, Puluhan Kasus Penipuan Tiket dan Merchandise Sudah Bermunculan

Euforia menyambut Piala Dunia 2026 mulai terasa di berbagai belahan dunia. Namun di balik tingginya antusiasme penggemar sepak bola, ancaman penipuan juga ikut meningkat menjelang turnamen terbesar dunia tersebut.

BolaCom | Gregah NurikhsaniDiterbitkan 10 Juni 2026, 20:30 WIB
Pemandangan udara ini menunjukkan instalasi FIFA Fan Fest Guadalajara di Plaza de la Liberacion di Guadalajara, Meksiko, Selasa 9 Juni 2026, menjelang pembukaan turnamen sepak bola Piala Dunia 2026. (Ulises RUIZ/AFP)

Bola.com, Jakarta - Euforia menyambut Piala Dunia 2026 mulai terasa di berbagai belahan dunia. Namun di balik tingginya antusiasme penggemar sepak bola, ancaman penipuan juga ikut meningkat menjelang turnamen terbesar dunia tersebut.

Connecticut Better Business Bureau (BBB) mengungkapkan pihaknya telah menemukan sedikitnya dua lusin kasus penipuan yang berkaitan dengan Piala Dunia 2026. Jumlah tersebut diperkirakan akan terus bertambah seiring dimulainya pertandingan dalam beberapa hari ke depan.

Advertisement

Lembaga perlindungan konsumen di Amerika Serikat itu mengingatkan para penggemar untuk lebih berhati-hati saat membeli tiket pertandingan, merchandise resmi, paket perjalanan, hingga akomodasi selama turnamen berlangsung.

Piala Dunia 2026 yang digelar di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko diprediksi menarik jutaan suporter dari seluruh dunia. Situasi tersebut kerap dimanfaatkan pelaku kejahatan siber untuk mencari korban melalui berbagai modus penipuan.

 


Tiket dan Merchandise Jadi Sasaran Utama

Seorang pedagang kaki lima yang mengenakan topeng gulat tradisional Meksiko memegang suvenir berbentuk trofi Piala Dunia FIFA di sebuah jalan di Kota Meksiko pada 8 Juni 2026. (Yuri CORTEZ/AFP)

Menurut BBB, sebagian besar laporan yang diterima sejauh ini berkaitan dengan penjualan tiket palsu dan merchandise yang tidak pernah dikirim kepada pembeli.

Namun, ancaman tidak berhenti di situ. BBB juga menemukan indikasi penipuan melalui undian berhadiah, tawaran pekerjaan palsu, penyewaan penginapan fiktif, hingga paket perjalanan yang ternyata tidak sesuai dengan yang dijanjikan.

Modus-modus seperti ini sering muncul menjelang event olahraga berskala global ketika permintaan tiket dan layanan perjalanan meningkat drastis.

Karena itu, para suporter diimbau untuk tidak mudah tergiur oleh penawaran yang terlihat terlalu murah atau jauh di bawah harga pasar.

 


BBB Berikan Sejumlah Imbauan

Seorang anggota Garda Nasional berjalan di instalasi ìFIFA Fan Fest Guadalajaraî di Plaza Liberacion dan Plaza de Armas di pusat kota Guadalajara, Negara Bagian Jalisco, Meksiko, Selasa 9 Juni 2026, menjelang pembukaan turnamen sepak bola Piala Dunia 2026. (Ulises RUIZ/AFP)

Untuk mengurangi risiko menjadi korban penipuan, BBB mengeluarkan beberapa rekomendasi penting bagi masyarakat yang berencana menonton langsung Piala Dunia 2026.

Salah satunya adalah menggunakan kartu kredit saat melakukan transaksi karena memiliki perlindungan konsumen yang lebih baik dibandingkan metode pembayaran lainnya.

BBB juga meminta masyarakat memastikan kebijakan pengembalian dana dan pembatalan sebelum membeli tiket, memesan hotel, atau mengambil paket perjalanan.

Selain itu, seluruh bukti transaksi dan komunikasi dengan penjual disarankan untuk disimpan sebagai langkah antisipasi apabila terjadi masalah di kemudian hari.

"Anda benar-benar harus melakukan riset terlebih dahulu. Seperti halnya saat membeli sesuatu secara online, lima menit melakukan pengecekan dapat menghemat banyak waktu, masalah, dan uang di kemudian hari," kata Direktur Komunikasi BBB Connecticut, Kristen Johnson.

 


Diminta Segera Melapor Jika Menjadi Korban

BBB mengimbau masyarakat untuk segera melaporkan apabila menemukan indikasi penipuan terkait Piala Dunia 2026.

Laporan dapat disampaikan melalui BBB Scam Tracker agar kasus-kasus serupa dapat dipantau dan dicegah lebih luas.

Sementara itu, bagi korban yang kehilangan uang akibat penipuan online, BBB menyarankan agar laporan juga diteruskan ke Internet Crime Complaint Center (IC3) milik FBI.

Dengan tingginya antusiasme menyambut Piala Dunia 2026, para suporter diharapkan tetap waspada dan hanya melakukan transaksi melalui saluran resmi agar pengalaman menikmati pesta sepak bola terbesar dunia tidak berubah menjadi kerugian finansial.

Sumber: Connectitcut News

Berita Terkait