Aturan Baru di Liga Inggris, Tim Kehilangan Satu Pemain saat Kiper Dirawat di Lapangan

Sepak bola Inggris uji aturan baru, tim harus kehilangan satu pemain jika kiper dirawat di lapangan.

Bola.com, Jakarta - Sepak bola Inggris akan mulai menguji aturan baru untuk mengurangi praktik "tactical timeout" yang melibatkan penjaga gawang.

Dalam uji coba tersebut, sebuah tim diwajibkan bermain dengan 10 pemain selama satu menit apabila kiper mereka mendapat perawatan dari tim medis di lapangan.

Kebijakan itu telah disepakati oleh Asosiasi Sepak Bola Inggris (FA), Premier League, English Football League (EFL), National League, dan Women's Super League. International Football Association Board (IFAB) juga telah memberikan izin sehingga aturan tersebut bisa diterapkan mulai musim ini.

Mekanismenya, ketika wasit mempersilakan fisioterapis masuk untuk menangani penjaga gawang, pelatih diberi waktu 10 detik untuk menentukan satu pemain lapangan yang harus keluar selama satu menit setelah pertandingan kembali dimulai.

Nama pemain tersebut harus disampaikan kepada ofisial keempat.

Apabila hingga batas waktu itu tidak ada pemain yang ditunjuk, kapten tim secara otomatis menjadi pemain yang harus meninggalkan lapangan.

Pertandingan putaran pendahuluan Carabao Cup antara Tranmere dan Rochdale pada Sabtu akan menjadi laga pertama yang menerapkan aturan tersebut.

BBC Sport juga melaporkan bahwa kompetisi A-League Australia akan menguji aturan serupa. Bedanya, dalam versi yang diterapkan di sana, kapten tim akan selalu menjadi pemain yang harus keluar dari lapangan.

Yuk gabung channel whatsapp Bola.com untuk mendapatkan berita-berita terbaru tentang Timnas Indonesia, BRI Liga 1, Liga Champions, Liga Inggris, Liga Italia, Liga Spanyol, bola voli, MotoGP, hingga bulutangkis. Klik di sini (JOIN)

Kepentingan Taktis

Penggunaan jeda pertandingan melalui perawatan penjaga gawang makin sering menjadi sorotan dalam beberapa musim terakhir.

Situasi yang kerap terjadi adalah penjaga gawang duduk di lapangan dan meminta tim medis masuk. Selama proses perawatan berlangsung, para pemain lain berkumpul di area teknis untuk menerima arahan dari pelatih. Setelah instruksi selesai diberikan, kiper kembali berdiri dan pertandingan dilanjutkan.

Cara tersebut juga dinilai kerap digunakan untuk memutus ritme permainan lawan ketika sedang tampil dominan.

Pada November lalu, pelatih Leeds United, Daniel Farke, bahkan menuduh kiper Manchester City, Gianluigi Donnarumma, berpura-pura cedera demi "membengkokkan aturan" dan menghentikan jalannya pertandingan.

Inggris Pilih Cara Berbeda

Dalam rapat tahunan IFAB pada Februari lalu, Kepala Wasit IFAB, Pierluigi Collina, menyebut upaya menghentikan praktik tactical timeout penjaga gawang sebagai satu di antara prioritas.

Pada Piala Dunia 2026, Collina juga telah meminta perangkat pertandingan mencegah para pemain mendatangi area teknis setiap kali laga dihentikan.

Namun, sepak bola Inggris menilai kebijakan itu belum cukup efektif. Kehadiran jeda minum selama tiga menit di setiap babak tetap memberi kesempatan kepada pelatih untuk memberikan instruksi kepada para pemain.

Itulah mengapa, dipilih pendekatan berbeda. Aturan baru tersebut mengikuti prinsip yang selama ini sudah berlaku bagi pemain lapangan, yakni harus meninggalkan lapangan selama satu menit apabila mendapat perawatan dari tim medis.

Tujuannya bukan menghentikan diskusi di area teknis saat sedang berlangsung, melainkan mencegah tim memanfaatkan cedera penjaga gawang sebagai bagian dari strategi pertandingan.

Perubahan Kecil, Dampak Besar

Mantan gelandang Liverpool yang kini menjadi pengamat Match of the Day, Danny Murphy, pernah mengusulkan solusi serupa pada musim lalu.

"Saya pikir aturan ini bisa diubah dengan sangat cepat. Jika seorang kiper terjatuh karena cedera, daripada dia yang harus keluar, satu pemain lapangan saja yang keluar sehingga semuanya menjadi adil," ujar Murphy.

"Perubahan kecil, tetapi bisa membawa dampak yang sangat besar," imbuhnya.

Wasit nantinya tetap tidak akan melarang pemain mendekati garis tepi lapangan ketika penjaga gawang menjalani perawatan. Namun, ancaman harus bermain dengan 10 pemain selama satu menit diharapkan cukup untuk membuat tim berpikir dua kali sebelum memanfaatkan situasi tersebut.

Kondisi itu dinilai akan sangat berpengaruh pada menit-menit akhir pertandingan, ketika sebuah tim berusaha mempertahankan keunggulan dan sebelumnya dapat menggunakan perawatan kiper untuk mengurangi tekanan lawan.

Pengecualian

Aturan uji coba ini tidak berlaku dalam beberapa situasi tertentu. Tim tidak perlu mengeluarkan satu pemain lapangan apabila penjaga gawang tidak membutuhkan tim medis dan tidak menyebabkan pertandingan dihentikan.

Pengecualian juga berlaku jika penjaga gawang bertabrakan dengan rekan setimnya, dilanggar lawan sehingga membutuhkan penanganan segera, mengalami pendarahan, atau mengalami cedera serius maupun gegar otak yang mengharuskannya diganti.

Apabila penjaga gawang langsung digantikan, proses pergantian pemain juga tidak akan ditunda.

Meski demikian, muncul kekhawatiran bahwa aturan tersebut dapat membuat pemain, baik penjaga gawang maupun pemain lapangan, memilih tetap bermain, meski mengalami cedera agar timnya tidak kehilangan satu pemain selama satu menit.

Aturan Lain

Selain mengesahkan uji coba tersebut, IFAB memberikan penjelasan mengenai penerapan aturan mistaken identity setelah FIFA menggunakannya pada Piala Dunia 2026 untuk memberikan kartu kuning kepada dua pemain karena dianggap melakukan simulasi.

Miguel Almiron dari Paraguay dan Breel Embolo dari Swiss sama-sama menerima kartu kuning melalui penerapan tersebut. Bagi Embolo, kartu itu berujung kartu merah karena sebelumnya ia telah lebih dulu mengantongi satu kartu kuning saat Swiss kalah dari Argentina pada babak perempat final.

IFAB menyatakan penerapan aturan itu mendapat respons positif dan akan dimasukkan ke evaluasi menyeluruh terhadap protokol VAR. Namun, mekanisme tersebut belum boleh digunakan kembali sampai proses peninjauan selesai.

Hasil uji coba aturan baru mengenai perawatan penjaga gawang akan dievaluasi IFAB sepanjang musim. Evaluasi tersebut dapat menjadi dasar perubahan permanen terhadap Laws of the Game yang berpotensi berlaku secara global mulai musim 2027/2028.

 

Sumber: BBC

Trilogi Sepak Bola Putri
Trilogi Sepak Bola Putri
Lihat Selengkapnya

Video Populer

Foto Populer