Piala Dunia 1994 Vs 2026: Kembali ke Amerika, dengan Wajah yang Sangat Berbeda

Piala Dunia kembali ke Amerika. Apa saja perbedaan Piala Dunia 1994 dan Piala Dunia 2026?

BolaCom | Hery KurniawanDiterbitkan 10 Juni 2026, 21:30 WIB
Ilustrasi Piala Dunia 1994, Piala Dunia 2026. (Foto by Gemini AI)

Bola.com, Jakarta - 32 tahun setelah pertama kali menjadi tuan rumah Piala Dunia, Amerika Serikat kembali menyambut turnamen sepak bola terbesar di dunia. Namun, Piala Dunia 2026 hampir tidak bisa dibandingkan secara langsung dengan edisi 1994.

Jumlah peserta bertambah dua kali lipat, harga tiket melonjak tajam, jumlah pertandingan meningkat, dan cakupan wilayah penyelenggaraan kini melibatkan tiga negara sekaligus: Amerika Serikat, Meksiko, dan Kanada.

Advertisement

Harga tiket, pada Piala Dunia 1994, tiket pertandingan fase grup dijual dengan harga antara 25 hingga 75 dolar AS. Untuk laga pembuka, harga tiket berkisar 40 hingga 120 dolar AS.

Sementara itu, tiket final di Stadion Rose Bowl, Pasadena, California, dibanderol antara 180 hingga 475 dolar AS.

Saat FIFA mulai menjual tiket pertandingan secara individual pada Desember lalu, harga tiket fase grup Piala Dunia 2026 berada di kisaran 140 hingga 2.735 dolar AS. Untuk laga final, harga tiket mencapai 4.185 hingga 8.680 dolar AS.

Tahun ini juga menjadi Piala Dunia pertama yang menerapkan sistem harga dinamis, yakni harga tiket berubah mengikuti tingkat permintaan pasar yang nyata maupun yang diperkirakan.

April lalu, FIFA bahkan menaikkan harga tertinggi tiket final menjadi 10.990 dolar AS.

Selain harga tiket, berikut sejumlah perbedaan utama antara Piala Dunia 1994 dan Piala Dunia 2026.


Jumlah Peserta

Roberto Baggio tertunduk lesu setelah tendangan penaltinya melambung di atas mistar gawang Brasil pada final Piala Dunia 1994 di Stadion Rose Bowl, Amerika Serikat. Italia kalah 2-3. (OMAR TORRES / AFP)

Jumlah Peserta dan Pertandingan Bertambah Besar

Piala Dunia 1994 menjadi edisi terakhir yang diikuti 24 negara. Empat tahun kemudian, jumlah peserta bertambah menjadi 32 tim.

Pada Piala Dunia 2026, FIFA kembali melakukan ekspansi dengan meningkatkan jumlah peserta menjadi 48 tim.

Konsekuensinya, tim yang mencapai final kini harus memainkan delapan pertandingan untuk menjadi juara, satu laga lebih banyak dibandingkan format sebelumnya yang hanya membutuhkan tujuh pertandingan.

 

Ukuran Lapangan Kini Seragam

Menjelang Piala Dunia 1994, FIFA sebenarnya telah menetapkan ukuran standar lapangan 68 x 105 meter. Namun, pengelola stadion masih diperbolehkan mempertahankan lapangan yang lebih sempit dari standar tersebut.

Situasi berbeda terjadi pada Piala Dunia 2026. Kali ini, stadion-stadion yang digunakan telah dimodifikasi agar memenuhi standar ukuran lapangan yang ditetapkan FIFA.


Tuan Rumah

Diego Maradona pernah kedapatan dopping pada Piala Dunia 1994. Dirinya langsung dipulangkan setelah terbukti positif menggunakan varian efedrin, stimulan yang dilarang oleh FIFA. 3 tahun sebelum ini, dirinya juga dilarang bermain selama 15 bulan karena terbukti menggunakan kokain. (Foto: AFP/Staff)

Target Penonton Menembus 7 Juta Orang

Piala Dunia 1994 mencatat rekor jumlah penonton dengan total 3,59 juta orang sepanjang turnamen. Angka itu setara rata-rata 68.991 penonton dalam 52 pertandingan.

Dengan jumlah laga yang hampir dua kali lebih banyak pada 2026, total penonton diperkirakan mencapai antara 6 hingga 7 juta orang.

 

Dari Satu Negara Menjadi Tiga Negara

Piala Dunia 1994 digelar sepenuhnya di Amerika Serikat dengan sembilan stadion sebagai venue pertandingan. Laga pembuka saat itu berlangsung di Stadion Soldier Field, Chicago.

Pada Piala Dunia 2026, turnamen akan menggunakan 16 stadion, terdiri atas 11 stadion di Amerika Serikat, tiga di Meksiko, dan dua di Kanada.

Kendati melibatkan tiga negara, seluruh pertandingan mulai perempat final hingga final akan dimainkan di Amerika Serikat.

Menariknya, Chicago tidak masuk daftar tuan rumah kali ini. Pemerintah kota tersebut menyatakan tidak tertarik mengajukan diri karena menilai FIFA tidak memberikan jaminan finansial yang memadai.


Venue Pertandingan

Kantor Manajemen Darurat (OEM) Departemen Kepolisian Transit New Jersey, bersama dengan mitra federal, negara bagian, kabupaten, dan lokal, melakukan latihan tanggap darurat di Stadion MetLife menjelang Piala Dunia 2026 di East Rutherford, New Jersey, pada 18 April 2026. (Leonardo MUNOZ/AFP)

Era Stadion Premium

Pada 1994, lima stadion kandang tim NFL digunakan sebagai lokasi pertandingan, termasuk Giants Stadium, Foxboro Stadium, Pontiac Silverdome, dan RFK Stadium yang kini sudah tidak lagi digunakan.

Berbeda dengan saat itu, seluruh venue Amerika Serikat pada Piala Dunia 2026 merupakan stadion NFL modern yang dilengkapi ruang VIP mewah serta area tempat duduk premium dalam jumlah besar.

Dari stadion yang digunakan pada 1994, hanya Soldier Field, Rose Bowl, Cotton Bowl, Citrus Bowl, dan Stanford Stadium yang masih bertahan. Namun, tidak satu pun dipakai pada Piala Dunia kali ini.

 

Istirahat Minum Kini Jadi Bagian Taktik

Pada Piala Dunia 1994, pertandingan tetap berlangsung tanpa jeda khusus, meski dimainkan dalam kondisi cuaca panas dan lembap.

Piala Dunia 2026 diperkirakan menghadapi kondisi serupa. Bedanya, setiap babak kini akan disertai jeda minum selama tiga menit.

Selain membantu pemain memulihkan kondisi fisik, momen tersebut diperkirakan akan dimanfaatkan pelatih untuk menyampaikan instruksi taktik secara cepat.


Regulasi

Ilustrasi pergantian pemain di laga sepak bola. (AFP/Ian Kington)

Dari Dua Pergantian Pemain Menjadi Lima

Pada 1994, setiap tim hanya diperbolehkan melakukan dua pergantian pemain. Aturan tambahan saat itu mengizinkan satu pergantian ekstra apabila penjaga gawang mengalami cedera atau menerima kartu merah.

Mulai 1998, FIFA menambah jatah pergantian menjadi tiga pemain.

Kini, sejak Piala Dunia 2022, setiap tim dapat melakukan lima pergantian pemain dalam waktu normal pertandingan.

Tambahan satu pergantian diberikan jika laga berlanjut ke perpanjangan waktu, serta satu pergantian khusus untuk mengganti pemain yang mengalami gegar otak.

 

Nama Pemain di Jersey Kini Sudah Menjadi Standar

Piala Dunia 1994 menjadi edisi pertama yang mewajibkan pencantuman nama pemain di bagian belakang jersey. Kebijakan tersebut kemudian menjadi standar dalam sepak bola internasional.

Nomor punggung sebenarnya sudah diwajibkan sejak Piala Dunia 1950. Sistem nomor tetap sepanjang turnamen mulai diterapkan pada 1954.

FIFA mewajibkan nomor di celana pemain sejak 1974, sedangkan nomor di bagian depan jersey mulai diterapkan pada 1994.


Siapa yang Mengendalikan Turnamen?

Presiden FIFA, Gianni Infantino. (Bola.com/Dok.FIFA).

Piala Dunia 1994 dikelola oleh panitia lokal yang dipimpin Alan Rothenberg, seorang pengacara asal California sekaligus mantan ketua Federasi Sepak Bola Amerika Serikat (USSF).

Rothenberg berkeliling berbagai wilayah Amerika Serikat untuk mempromosikan sepak bola dan Piala Dunia kepada publik.

Pemandangan berbeda terlihat pada Piala Dunia 2026. Kali ini, FIFA mengambil peran yang jauh lebih dominan dalam penyelenggaraan turnamen.

Presiden FIFA, Gianni Infantino, menjadi sosok yang paling menonjol menjelang turnamen, termasuk melalui kedekatannya dengan Presiden Amerika Serikat, Donald Trump.

Infantino bahkan menyerahkan penghargaan perdamaian FIFA kepada Trump dalam satu di antara kesempatan menjelang Piala Dunia 2026.

 

Sumber: AP

Berita Terkait