Iran Ancam Hentikan Laga Piala Dunia 2026 jika Ada Bendera Tak Resmi dan Slogan Anti-Timnas

Piala Dunia 2026 belum dimulai, Iran sudah ancam hentikan pertandingan.

BolaCom | Aning JatiDiterbitkan 11 Juni 2026, 07:45 WIB
Timnas sepak bola Iran berpose untuk foto bersama sebelum pertandingan kualifikasi Piala Dunia FIFA 2026 zona Asia Grup A antara Iran dan Uzbekistan, pada 25 Maret 2025 di Teheran. (AFP)

Bola.com, Jakarta - Timnas Iran mengancam akan menghentikan pertandingan mereka di Piala Dunia 2026 apabila terdapat bendera yang tidak diakui pemerintah Iran atau terdengar nyanyian dan slogan yang dianggap menyerang tim nasional di dalam stadion.

Peringatan tersebut disampaikan Menteri Olahraga Iran, Ahmad Donyamali, dan dikutip sejumlah media Iran di tengah gelombang kritik terhadap keikutsertaan timnas negara itu dalam Piala Dunia 2026.

Advertisement

Piala Dunia 2026 akan dimulai pada Kamis atau Jumat (12-6-2026) dini hari WIB.

Iran tergabung di Grup G dan dijadwalkan menghadapi Selandia Baru di Los Angeles pada 15 Juni. Setelah itu mereka akan kembali bermain di kota yang sama melawan Belgia pada 21 Juni, sebelum menutup fase grup menghadapi Mesir di Seattle pada 26 Juni.

"Kami telah memberi tahu FIFA bahwa jika ada bendera tidak resmi yang dibawa ke stadion atau slogan yang ditujukan kepada tim nasional diteriakkan di stadion tempat Iran bermain di Piala Dunia, manajer tim tentu akan bertanggung jawab untuk menghentikan pertandingan," kata Donyamali, Selasa, seperti dikutip media Iran.


Pride Match

Pelatih kepala Timnas Iran, Amir Ghalenoei (C), berbicara kepada para pemainnya selama sesi latihan di markas mereka di Antalya, pada 19 Mei 2026. Timnas Iran tiba di Turki pada 19 Mei 2026 untuk kamp pelatihan dan menyelesaikan aplikasi visa menjelang Piala Dunia 2026, kata koresponden AFP. (Satu SAN/AFP)

Donyamali juga mengungkapkan telah menerima jaminan terkait laga melawan Mesir.

"Kami telah mendapat jaminan bahwa tidak akan ada insiden yang mengganggu di stadion selama pertandingan melawan Mesir," ujarnya.

Sebelumnya, Federasi Sepak Bola Iran (FFIRI) dan Mesir sama-sama meminta FIFA mencegah aktivitas yang berkaitan dengan komunitas LGBTQ+ dalam pertandingan yang mempertemukan kedua negara di Seattle.

Laga tersebut ditetapkan penyelenggara lokal sebagai "Pride Match" karena bertepatan dengan rangkaian perayaan Pride Weekend di Seattle.

Kontroversi seputar Iran di Piala Dunia 2026 sebenarnya sudah muncul sejak beberapa bulan lalu. Pada April, sekelompok demonstran berkumpul di luar Kongres FIFA di Vancouver dan mendesak agar Iran dicoret dari turnamen.

Mereka menilai Timnas Iran lebih merepresentasikan Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) ketimbang rakyat Iran sendiri.


Persoalan Organisasi

Suporter Timnas Iran melambaikan tangan saat para pemain tiba untuk Piala Dunia di Tijuana, Meksiko, Minggu, 7 Juni 2026. (AP Photo/Gregory Bull)

Di luar lapangan, Iran juga menghadapi sejumlah persoalan organisasi menjelang turnamen. FFIRI sebelumnya mengungkapkan alokasi tiket resmi untuk pendukung mereka dicabut hanya beberapa hari sebelum Piala Dunia 2026 dimulai.

Akibat keputusan tersebut, banyak suporter yang sudah membeli tiket perjalanan dan menyusun rencana keberangkatan ke Amerika Utara terancam tidak bisa menyaksikan langsung pertandingan timnas mereka.

Saat ini skuad Iran menjalani pemusatan latihan di Tijuana, Meksiko.

Di tengah situasi geopolitik yang ikut membayangi penyelenggaraan Piala Dunia 2026, Departemen Keamanan Dalam Negeri Amerika Serikat menyatakan tim Iran akan diizinkan memasuki wilayah AS sehari sebelum masing-masing pertandingan yang mereka jalani.

 

Sumber: Reuters

Berita Terkait