Iran Kehilangan Alokasi Tiket Resmi Piala Dunia 2026, FIFA Klaim Sedang Mencari Solusinya

FIFA mengatakan sedang berupaya untuk memaksimalkan peluang bagi pendukung Timnas Iran untuk menghadiri pertandingan Piala Dunia 2026.

BolaCom | Aning JatiDiterbitkan 11 Juni 2026, 07:00 WIB
Suporter Timnas Iran melambaikan tangan saat para pemain tiba untuk Piala Dunia di Tijuana, Meksiko, Minggu, 7 Juni 2026. (AP Photo/Gregory Bull)

Bola.com, Jakarta - FIFA sedang mencari solusi agar suporter Timnas Iran tetap bisa menyaksikan pertandingan timnas mereka di Piala Dunia 2026 setelah Federasi Sepak Bola Republik Islam Iran (FFIRI) mengeluhkan jatah tiket resmi untuk fase grup dicabut hanya beberapa hari sebelum turnamen dimulai.

Situasi tersebut membuat banyak pendukung Iran yang sudah membeli tiket perjalanan dan menyusun agenda keberangkatan ke Amerika Utara terancam gagal menonton langsung laga tim kesayangan mereka.

Advertisement

Dalam pernyataannya, FIFA mengatakan sedang berupaya memaksimalkan peluang bagi suporter Iran untuk menghadiri pertandingan.

FFIRI menuding Amerika Serikat mencabut alokasi tiket yang semestinya menjadi hak federasi peserta.

FFIRI juga menilai satu di antara tuan rumah bersama Piala Dunia 2026 itu menghambat kehadiran pendukung Iran di tengah hubungan diplomatik kedua negara yang terus memanas.


Alokasi 8 Persen Tiket

Foto ilustrasi ini menunjukkan jam hitung mundur di situs web FIFA bagi para penggemar sepak bola yang ingin mendaftar tiket Piala Dunia FIFA 2026 di Mexico City pada 10 September 2025. Pendaftaran kini telah dibuka untuk berpartisipasi dalam undian tiket Piala Dunia FIFA 2026, yang akan diselenggarakan di Meksiko, Amerika Serikat, dan Kanada, dengan pertandingan pembukaan berlangsung di Stadion Azteca di Mexico City pada 11 Juni 2026. (CARL DE SOUZA/AFP)

Sesuai prosedur standar FIFA, setiap federasi peserta memperoleh alokasi delapan persen tiket untuk setiap pertandingan yang dijalani timnya.

Tiket tersebut kemudian dapat didistribusikan kepada suporter sesuai kebijakan masing-masing federasi.

Meski begitu, FFIRI tidak secara spesifik menyebut pihak yang bertanggung jawab atas pencabutan alokasi tersebut. Mereka hanya mendesak FIFA agar tetap berpegang pada prinsip netralitas, keadilan, dan regulasi yang berlaku.

"Dengan kurang dari tiga hari tersisa sebelum dimulainya Piala Dunia 2026, Amerika Serikat sekali lagi bertindak untuk menghalangi kehadiran suporter Iran di stadion yang menjadi lokasi tiga pertandingan fase grup tim nasional," penyataan FFIRI dengan nada keras.


Bertentangan dengan Nilai Dasar Kompetisi Internasional

Presiden FIFA, Gianni Infantino, berbincang sambil memegang replika tiket Piala Dunia berukuran besar bersama Presiden AS, Donald Trump, di Ruang Oval, sementara Wakil Presiden, JD Vance (ketiga dari kiri), mengamati pada 22 Agustus 2025 di Washington, DC. (Chip Somodevilla/Getty Images via AFP)

Hubungan Iran dan Amerika Serikat masih dibayangi konflik, meski gencatan senjata rapuh di Timur Tengah masih berlaku. Ketegangan tersebut turut berdampak pada aspek diplomatik dan penyelenggaraan Piala Dunia 2026.

Timnas Iran sebelumnya terpaksa memindahkan markas mereka ke Meksiko setelah tidak mendapat izin untuk bermukim di Amerika Serikat selama Piala Dunia 2026 berlangsung.

FFIRI menegaskan langkah yang menghalangi akses suporter Iran terhadap jatah tiket resmi bertentangan dengan nilai dasar kompetisi internasional.

"Mencabut akses suporter Iran terhadap alokasi tiket resmi yang sah merupakan tindakan yang bertentangan dengan semangat penyelenggaraan kompetisi internasional serta prinsip kesetaraan di antara negara-negara peserta," lanjut pernyataan FFIRI.

Sebagai organisasi yang berkomitmen menjaga netralitas politik, FIFA memiliki regulasi lama yang menjamin setiap negara peserta memperoleh alokasi tiket untuk pertandingan fase grup.


Jadwal Iran

Pelatih kepala Timnas Iran, Amir Ghalenoei (C), berbicara kepada para pemainnya selama sesi latihan di markas mereka di Antalya, pada 19 Mei 2026. Timnas Iran tiba di Turki pada 19 Mei 2026 untuk kamp pelatihan dan menyelesaikan aplikasi visa menjelang Piala Dunia 2026, kata koresponden AFP. (Satu SAN/AFP)

FIFA belum memberikan komentar lebih lanjut terkait tuduhan yang dilontarkan Iran. Padahal, banyak pendukung Iran telah membeli tiket pertandingan dan mengatur perjalanan menuju Amerika Utara.

Iran akan memulai kiprah mereka di Piala Dunia 2026 dengan menghadapi Selandia Baru di Los Angeles pada 15 Juni, sebelum kembali bermain di kota yang sama melawan Belgia enam hari kemudian.

Laga terakhir fase grup melawan Mesir dijadwalkan berlangsung di Seattle pada 26 Juni.

Awal bulan ini, FFIRI juga mengungkapkan bahwa 15 anggota staf administrasi dan pendukung tim gagal memperoleh visa dari otoritas Amerika Serikat.

Kondisi itu membuat sejumlah posisi penting dalam tim pendukung Iran di Piala Dunia 2026 tidak terisi.


Tantangan di Piala Dunia 2026

Para pemain timnas Iran melakukan aksi simbolis dengan membawa tas sekolah sebelum melakoni laga uji coba melawan Nigeria di Stadion Corendon Airlines Park, Antalya, Turki, Jum’at, 27 Maret 2026. (AP Photo/Riza Ozel)

Pemerintah Amerika Serikat sebelumnya telah menegaskan bahwa individu yang memiliki keterkaitan dengan Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) dapat menghadapi pemeriksaan tambahan atau pembatasan masuk ke wilayah negara tersebut.

Iran juga menjadi satu-satunya negara yang tidak hadir dalam Kongres FIFA di Vancouver awal tahun ini setelah para pejabat federasinya ditolak masuk ke Kanada. Sama seperti Amerika Serikat, Kanada menetapkan IRGC sebagai organisasi teroris.

Dengan kick-off Piala Dunia yang tinggal menghitung jam, FIFA kembali dihadapkan pada tantangan memisahkan turnamen sepak bola terbesar di dunia itu dari persoalan politik yang makin rumit.

Bagi Iran, gangguan di luar lapangan terus bertambah pada saat perhatian seharusnya tertuju sepenuhnya kepada sepak bola.

 

Sumber: Inside World Football

Berita Terkait