Bola.com, Mexico City - Piala Dunia 2026 di Meksiko segera dimulai hanya dalam waktu hitungan jam. Namun, bayang-bayang kerusuhan sosial terancam mengganggu jalannya pesta sepak bola paling elite di dunia tersebut.
Demonstrasi yang terus membesar di Mexico City membuat akses menuju plaza utama, lokasi festival suporter terbesar, praktis lumpuh total.
Seremoni pembukaan Piala Dunia 2026 akan digelar pada Kamis (12/6/2026) siang waktu setempat yang ditandai dengan laga Timnas Meksiko kontra Timnas Afrtika Selatan di Estadio Azteca, Mexico City.
Laporan dari Al Jazeera dan AP, Presiden Meksiko, Claudia Sheinbaum, menghadapi tekanan bertubi-tubi dari berbagai penjuru menjelang turnamen itu.
Belanja besar pemerintah untuk turnamen, sejumlah skandal politik, hingga gelombang kekerasan yang mengguncang salah satu kota tuan rumah pada Februari 2026 menjadi bahan kritik tajam terhadap kepemimpinannya.
Situasi Kian Panas
Situasi kian panas seiring membludaknya tamu dari berbagai negara yang memadati Mexico City. Warga setempat mengeluhkan pemerintah yang dianggap lebih mendahulukan kepentingan Piala Dunia 2026 ketimbang menyelesaikan kebutuhan sosial yang mendesak.
Sheinbaum terpaksa mengakui adanya hambatan besar pada Rabu (9/6/2026), atau sehari sebelum pembukaan. Dia menyebut nasib festival suporter gratis di malam pembukaan masih belum pasti, lantaran tenda kamp demonstrasi serikat guru telah menutup akses ke alun-alun utama.
Di sisi lain, wajah Mexico City tetap tampak semarak dengan berbagai ornamen khas Piala Dunia. Logo FIFA, bunga marigold oranye khas Meksiko, replika bola raksasa, dan aneka dekorasi lainnya menghiasi sudut-sudut kota, sementara para penggemar tampak antusias menyusuri jalanan ibu kota.
Federasi Sepak Bola Meksiko (FMF) memproyeksikan perputaran uang dari turnamen ini mencapai 3 miliar dolar AS atau setara dengan Rp53 triliun untuk sektor perhotelan, restoran, dan venue olahraga.
Festival pembukaan dan partai perdana diprediksi menyedot lebih banyak penonton dibanding sebagian besar pertandingan lainnya, dengan superstar Kolombia, Shakira, dijadwalkan tampil di panggung.
Demonstrasi di Meksiko
Tekanan dari jalanan tak kunjung surut, terutama di Mexico City. Selama lebih dari sepekan, serikat guru nasional secara masif merobohkan patung-patung bernuansa Piala Dunia dan memblokir sejumlah ruas jalan dalam aksi tahunan mereka menuntut perbaikan kondisi kerja.
Keluarga dari lebih 130.000 orang yang dinyatakan hilang di Meksiko turut menyuarakan keprihatinan mereka dengan menempelkan foto-foto orang terkasih di berbagai sudut kota. Mereka meminta pemerintah semestinya lebih fokus menangani krisis kemanusiaan yang sedang berlangsung.
"Kami tidak anti sepak bola," ujar Luis Antonio Rosales Narvaez, satu di antara satu koordinator aksi demonstrasi tersebut. "Tapi mereka seharusnya berinvestasi di pendidikan, bukan memperindah wajah kota," jelasnya.
Sheinbaum sebelumnya berulang kali membantah adanya gejolak sosial menjelang turnamen. Namun pada Rabu (9/6/2026), ia akhirnya buka suara soal kemungkinan terburuk.
"Jika karena suatu alasan Zocalo tidak bisa digunakan saat pembukaan, ada 18 venue lain di mana masyarakat bisa menonton secara gratis," imbuh Sheinbaum, merujuk pada alun-alun utama Mexico City. "Semua terkendali," ucapnya.
Petugas Keamanan
Pemerintah Meksiko mengerahkan lebih dari 100.000 personel gabungan yang terdiri dari prajurit, marinir, anggota Garda Nasional, dan polisi untuk mengamankan tiga kota tuan rumah sekaligus destinasi wisata utama selama Piala Dunia berlangsung.
Tim antidron, jaringan kamera pengawas, satuan pengendalian massa, serta patroli militer dan polisi akan beroperasi penuh di stadion, area festival suporter, bandara, kamp timnas, dan fasilitas strategis lainnya, semuanya terkoordinasi langsung dengan FIFA.
Suasana keamanan yang ketat sangat terasa di Guadalajara, kota tuan rumah yang sempat dilanda kekerasan kartel awal tahun ini. Polisi bersenjata lengkap dan pasukan Garda Nasional tampak berpatroli intensif di jalanan kota sejak beberapa hari terakhir.
Guadalajara, ibu kota Provinsi Jalisco, dijadwalkan menggelar empat laga Piala Dunia, termasuk duel Timnas Korea Selatan kontra Timnas Republik Ceko pada hari pertama turnamen. Otoritas setempat mengimbau para pengunjung tidak perlu khawatir meski kota itu sempat dilanda kekerasan menyusul tewasnya bos kartel paling berkuasa di Meksiko oleh operasi militer pada Februari 2026.
"Yang perlu diingat, situasi di negara bagian ini kembali normal dalam kurang dari 48 jam setelah kejadian pada Februari," ucap Alfonso Briseno, koordinator keamanan Jalisco, dinukil dari AP.
"Saya mengundang seluruh wisatawan, seluruh warga dari negara lain, terutama mereka yang akan bertanding di sini, di Guadalajara. Mereka akan disambut hangat. Pemerintah Meksiko dan Provinsi Jalisco menjamin keselamatan mereka," terangnya.
Keamanan Ditingkatkan Jelang Spanyol Vs Uruguay
Briseno menjelaskan bahwa Jalisco tidak menghadapi gangguan keamanan berarti belakangan ini dan tidak ada tanda-tanda eskalasi baru yang dikhawatirkan. Dia memastikan aparat lokal siap bereaksi cepat jika situasi memburuk sewaktu-waktu.
Hampir 15.000 personel keamanan dikerahkan di kawasan Guadalajara, termasuk pasukan Garda Nasional bersenjata senapan serbu dan kendaraan tempur bersenjata yang ditempatkan di sekitar stadion. Warga pun mulai merasakan dampak nyata dari pengamanan berlapis itu.
Perhatian aparat keamanan akan semakin meningkat menjelang laga Timnas Spanyol kontra Timnas Uruguay pada 26 Juni 2026. Pertandingan itu dijadwalkan dihadiri langsung oleh Raja Spanyol Felipe VI, menjadikan Guadalajara sebagai titik fokus pengamanan kelas atas di sepanjang turnamen.
Sumber: Al Jazeera dan AP