Bola.com, Jakarta - Timnas Portugal akan bersaing di Grup K Piala Dunia 2026 dengan Republik Demokratik Kongo, Uzbekistan, dan Kolombia.
Cristiano Ronaldo dkk. menandai laga pertamanya dengan bertemu Kongo di Houston Stadium, Kamis (18-6-2026) dini hari WIB.
Ada informasi menarik dari Timnas Portugal untuk menyambut pertandingan di Piala Dunia 2026. Seluruh pemain Portugal akan mengenakan gelang sebagai bentuk penghormatan kepada mendiang Diogo Jota.
Portugal kehilangan Diogo Jota yang meninggal dunia karena kecelakaan bersama sang adik, Andre Silva, di Spanyol tahun lalu.
Jota merupakan kepingan dari skuad berjuluk Selecao das Quinas tersebut.
Bersama Timnas Portugal, Diogo Jota berhasil meraih dua gelar juara bergengsi, yakni trofi UEFA Nations League 2018/2019 dan trofi serupa pada edisi 2024/2025.
Hadiah dari PM Portugal
Gelang yang akan dikenakan para pemain Portugal dalam pertandingan Piala Dunia 2026 merupakan pemberian dari Perdana Menteri Portugal, Luis Montenegro.
Dalam gelang yang dikenakan pasukan Roberto Martinez, berisi nama semua pemain Timnas Portugal dan Diogo Jota.
Jota telah mencatatkan 49 penampilan dan mencetak 14 gol untuk Portugal, dan ketidakhadirannya sangat dirasakan oleh rekan-rekan setimnya di Portugal.
"Pada dasarnya, cerita tentang gelang ini adalah ketika kami bertemu dengan Perdana Menteri, beliau menawarkan gelang ini kepada kami," kata Vitinha dikutip dari Reuters.
"Mereka memastikan bahwa itu adalah gelang yang bisa kami kenakan di lapangan. Gelang itu memiliki semua spesifikasi agar kami bisa memasuki lapangan dengan gelang itu, dengan nama semua pemain ditambah nama khusus Diogo Jota," ungkap Vitinha.
"Dia membiarkan kami memilih apakah kami ingin menggunakannya atau tidak, bagaimana kami menggunakannya, di siang hari atau selama pertandingan. Kami menerimanya dengan penuh kasih sayang dan kami memilih untuk menggunakannya," imbuh bintang Paris Saint-Germain (PSG) tersebut.
Target di Piala Dunia 2026
Di sisi lain, Vitinha mengakui Timnas Portugal punya ambisi di Piala Dunia 2026. Portugal bertekad memperbaiki penampilan setelah dihentikan Maroko pada perempat final Piala Dunia 2022 di Qatar.
"Saya tidak akan mengatakan kami adalah favorit, tapi kami memiliki kualitas dan kapasitas yang hebat untuk melaju jauh di turnamen ini," ujar Vitinha.
"Kami tahu jalan yang benar adalah bersikap rendah hati dan memainkan permainan yang benar. Kami memiliki bakat, yang kami butuhkan hanyalah aspek teknis dan taktis untuk bersatu," ucapnya.
Setelah mengantarkan PSG mempertahankan trofi Liga Champions, Vitinha tak segan bermimpi menyempurnakan kariernya dengan trofi Piala Dunia bersama Portugal.
"Inilah yang selalu ingin saya lakukan, saya selalu memimpikan itu dan telah mencapai banyak hal hebat. Saya ingin meraih gelar Piala Dunia juga," tambah pemain berusia 26 tahun tersebut.
Sumber: Reuters