Bola.com, Jakarta - Timnas Maroko tampil mengejutkan di pertandingan pertama Grup C Piala Dunia 2026. Tim berjuluk Singa Atlas itu menahan Brasil 1-1 di East Rutherford, New Jersey, Minggu (14-6-2026) pagi WIB.
Maroko meraih keunggulan lebih dulu lewat gol yang dicetak Ismael Saibari pada menit ke-21. Saibari mengejar bola terobosan yang dikirimkan Brahim Diaz dan kemudian mengecoh kiper Brasil, Alisson.
Namun, hanya dalam waktu 11 menit berselang, Brasil mampu membuat kedudukan menjadi imbang. Vinicius Junior mencetak gol yang luar biasa pada menit ke-32 setelah menerima umpan dari Bruno Guimaraes.
Skor 1-1 bertahan hingga laga bubar, kedua tim masing-masing meraih satu poin.
Ini menjadi hasil positif bagi Timnas Maroko, dalam ujian pertamanya mereka mampu menahan tim langganan juara seperti Brasil.
Peran Penting
Di balik keberhasilan Maroko mengimbangi Brasil pagi tadi, ada peran krusial dari Ayyoub Bouaddi. Dia gelandang berusia 18 tahun dan baru melakoni debut bersejarahnya di pentas Piala Dunia.
Bouaddi main sejak menit pertama dan tampil selama penuh 90 menit. Ia membangun duet dengan Neil El Aynaoui dalam menjaga keseimbangan di lini tengah Maroko.
Sepanjang laga, Bouaddi mengukir akurasi passing di angka 91 persen, akurasi dribel 60 persen, melakukan lima kali aksi bertahan, empat tekel, satu sapuan, dan enam kaii recoveries.
Di balik angka-angka teknis itu, pertandingan melawan Brasil ini bak titik balik kehidupan Ayyoub Bouaddi.
Betapa tidak, delapan tahun silam ia hanya menjadi penonton saat Piala Dunia berlangsung di Rusia, tetapi kini ia merasakan langsung bertanding di lapangan pada turnamen terakbar sepak bola dunia.
Momen Gemilang Bouaddi
Media Amerika Serikat, CBS Sports, dalam akun Instagram, mengunggah foto Bouaddi saat masih kecil di tengah-tengah pendukung Maroko dalam pertandingan Piala Dunia 2018.
Ketika itu, Bouaddi baru berusia 10 tahun.
"Dari menghadiri Piala Dunia 2018 sebagai penggemar hingga mengendalikan lini tengah dalam debut Piala Dunia-nya pada 2026," tulis CBS Sports.
"Betapa luar biasanya momen ini bagi Ayyoub Bouaddi yang berusia 18 tahun," lanjut CBS Sports.
Sebagai catatan di Piala Dunia 2018, kiprah Maroko tak berjalan jauh setelah menelan dua kekalahan masing-masing dari Iran (0-1) dan Portugal (0-1), disusul hasil imbang 2-2 versus Spanyol.
Rekan Calvin Verdonk
Bouaddi, kelahiran Prancis, 2 Oktober 2007 saat ini bermain di Lille. Yap, dia merupakan rekan setim pemain Timnas Indonesia, Calvin Verdonk, di klub
Jika Calvin Verdonk baru semusim menjalani petualangan bersama Lille sejak digaet dari NEC Nijmegen pada musim panas 2025, Bouaddi sudah sejak 2022 gabung klub Ligue 1 tersebut,
Bouaddi merupakan produk pembinaan Lille, dan musim lalu mengemas 42 laga dengan menyumbang satu assist di semua kompetisi.
Kendati baru berusia 18 tahun, Bouaddi tercatat jadi langganan penghuni starting XI Lille.