Nasib Omar Artan, Wasit yang Dilarang Masuk Amerika Serikat untuk Bertugas di Piala Dunia 2026: Honor Tetap Dibayar FIFA

Kabar kurang menyenangkan menimpa wasit asal Somalia, Omar Artan, yang gagal mewujudkan impiannya memimpin pertandingan di Piala Dunia 2026 setelah ditolak masuk ke Amerika Serikat.

BolaCom | Hendry WibowoDiterbitkan 15 Juni 2026, 07:00 WIB
Wasit asal Somalia, Omar Abdulkadir Artan, batal memimpin pertandingan Piala Dunia 2026 karena tak mendapatkan izin masuk ke Amerika Serikat. (AFP/Khaled DESOUKI)

Bola.com, Jakarta - Kabar kurang menyenangkan menimpa wasit asal Somalia, Omar Artan, yang gagal mewujudkan impiannya memimpin pertandingan di Piala Dunia 2026 setelah ditolak masuk ke Amerika Serikat.

Meski demikian, FIFA memastikan Artan Artan tetap menerima bayaran penuh sebagaimana wasit lain yang bertugas di turnamen tersebut.

Advertisement

Artan mengalami insiden tersebut saat tiba di Bandara Internasional Miami pada Senin (08/06/2026) lalu. Wasit berusia 34 tahun itu menjalani pemeriksaan intensif selama 11 jam oleh otoritas imigrasi Amerika Serikat sebelum akhirnya diberitahu bahwa ia tidak diizinkan memasuki negara tersebut.

Penolakan itu terjadi setelah paspor diplomatik dan visa masuk tunggal Amerika Serikat miliknya tidak diterima oleh pihak berwenang.

Seorang pejabat pemerintah AS menyebut keputusan tersebut diambil karena dugaan adanya keterkaitan Omar Artan dengan anggota organisasi teroris yang dicurigai. Namun, Artan membantah tuduhan tersebut.

Nikmati liputan eksklusif Piala Dunia 2026 di Bola.com. Kami menyajikan berbagai liputan menarik, unik, dan analisis yang konferhensif dengan datang langsung ke Amerika Serikat. Klik link ini!

Jurnalis KLY Sports, Hery Kurniawan, peliput Piala Dunia 2026. (Multimedia KLY)


Pernyataan Resmi Artan

Wasit Somalia, Omar Abdulkadir Artan, memberi isyarat selama pertandingan Grup D Piala Afrika (CAN) 2024 antara Mauritania dan Aljazair di Stade de la Paix di Bouake pada 23 Januari 2024. (KENZO TRIBOUILLARD/AFP)

Ia mengaku mendapat pertanyaan mengenai hubungan dengan kelompok militan Somalia, Al Shabab, dan menegaskan tidak mengetahui apapun tentang organisasi tersebut.

"Saya memiliki dokumen yang sah dan semua persyaratan yang diperlukan. Saya juga memiliki visa yang benar," ujar Artan.

"Saya hanyalah seorang wasit yang berusaha mewujudkan impian terbesar dalam hidup saya, yaitu tampil di Piala Dunia," lanjutnya.

 

 


FIFA Tetap Berikan Hak Penuh

Setelah ditolak masuk ke Amerika Serikat, Artan dipulangkan ke Turki sebelum mendapatkan bantuan dari perwakilan FIFA di Istanbul. Dari sana, ia melanjutkan perjalanan kembali ke ibu kota Somalia, Mogadishu.

Meski tidak akan memimpin satu pun pertandingan di Piala Dunia 2026, sumber yang dikutip BBC Sport menyebut FIFA tetap berkomitmen membayar penuh honorarium Artan.

Sebagai informasi, para wasit yang bertugas di Piala Dunia biasanya baru mengetahui jumlah pasti honor yang diterima setelah turnamen selesai digelar.

Keputusan FIFA tersebut dinilai sebagai bentuk penghargaan atas profesionalisme Artan yang sebelumnya telah melalui seluruh proses seleksi dan penunjukan resmi untuk bertugas di ajang sepak bola terbesar dunia tersebut.

 

 


Tetap Dipercaya Memimpin Laga Bergengsi

Wasit Somalia, Omar Abdulkadir Artan (kanan), menunjukkan kartu kuning kepada bek Guinea #17, Julian Jeanvier (kedua dari kiri), selama pertandingan babak 16 besar Piala Afrika (CAN) 2024 antara Guinea Khatulistiwa dan Guinea di Stadion Alassane Ouattara di Ebimpe, Abidjan, pada 28 Januari 2024. (FRANCK FIFE/AFP)

Terlepas dari kegagalan tampil di Piala Dunia, reputasi Artan di dunia perwasitan internasional tetap mendapat pengakuan tinggi.

Peraih penghargaan Wasit Putra Terbaik Afrika versi Konfederasi Sepak Bola Afrika (CAF) tahun 2025 itu bahkan telah menerima tugas untuk memimpin laga UEFA Super Cup 2026 yang mempertemukan Paris Saint-Germain dan Aston Villa di Salzburg, Austria, pada 12 Agustus mendatang.

Artan juga menegaskan dirinya belum menyerah mengejar mimpi bertugas pada ajang Piala Dunia 2026. Setelah mendapat sambutan hangat saat kembali ke Somalia, ia menyampaikan rasa terima kasih kepada masyarakat negaranya dan berjanji akan berusaha tampil pada Piala Dunia 2030.

 


Rekam Jejak Artan

Tahun 2025 menjadi periode istimewa dalam karier Artan. Ia mencatat sejarah sebagai wasit Somalia pertama yang memimpin final kompetisi antarklub tingkat benua Afrika.

Pada Juni 2025, Artan dipercaya memimpin leg kedua final Liga Champions Afrika yang mempertemukan Pyramids FC dan Mamelodi Sundowns.

Selain itu, FIFA juga menunjuknya untuk bertugas di Piala Dunia U-20 di Chile. Dalam turnamen tersebut, Artan memimpin tiga pertandingan, termasuk laga perebutan tempat ketiga.

Menjelang akhir tahun, ia kembali mendapat kepercayaan memimpin dua pertandingan fase grup Piala Afrika setelah sebelumnya juga bertugas pada edisi 2024.

Rangkaian pencapaian itu menunjukkan bahwa meskipun gagal tampil di Piala Dunia 2026 karena persoalan imigrasi, Omar Artan tetap menjadi salah satu wasit Afrika paling dihormati di level internasional saat ini.

Sumber: BBC 

Berita Terkait