Cerita dari Amerika Serikat: Berbeda dengan Event Olahraga di Indonesia, Tak Ada Makanan Gratis di Media Center Piala Dunia 2026

Pengalaman baru dirasakan jurnalis KLY Sport saat berada di media center Stadion Metlife yang menggelar pertandingan Piala Dunia 2026.

BolaCom | Hery KurniawanDiterbitkan 15 Juni 2026, 07:30 WIB
Para jurnalis mengantre makanan di media center Metlife Stadium, Sabtu (13/6/2026) waktu setempat. Tak seperti meliput event olahraga di Indonesia yang menyediakan konsumsi secara gratis, di stadion Piala Dunia 2026 ini makanan apa pun di media center harus berbayar. (Bola.com/Hery Kurniawan)

Bola.com, New Jersey - Jika jurnalis Indonesia maupun internasional bisa menikmati makanan dan minuman gratis yang disediakan penyelenggara event pertandingan atau turnamen olahraga di Indonesia, itu tidak terjadi di Piala Dunia 2026 di Amerika Serikat.

Setiap negara memiliki tujuan tersendiri saat mengajukan diri menjadi tuan rumah Piala Dunia. Ada yang ingin memperbaiki citra mereka, misal yang dilakukan oleh Rusia pada 2018. Qatar pada edisi 2022 pun rasanya memiliki tujuan yang sama.

Advertisement

Namun, hal itu tidak berlaku bagi salah satu tuan rumah Piala Dunia 2026, Amerika Serikat. Mereka tampak tidak peduli soal citra.

Kesan itu terlihat dari bagaimana Amerika Serikat justru ingin mencari keuntungan sebanyak mungkin dari menggelar Piala Dunia 2026.

Contoh kecilnya adalah bagaimana mereka memperlakukan jurnalis internasional yang melakukan peliputan langsung Piala Dunia 2026 di Amerika Serikat. Nyaris tidak ada yang gratis, bahkan di media center tempat para jurnalis bekerja.

Nikmati liputan ekslusif Piala Dunia 2026 di Bola.com. Kami menyajikan berbagai liputan menarik, unik, dan analisis yang konferhensif dengan datang langsung ke Amerika Serikat. Klik link ini!

 

Jurnalis KLY Sports, Hery Kurniawan, peliput Piala Dunia 2026. (Multimedia KLY)

 

Media Center di Luar Bangunan Stadion

Kantor Manajemen Darurat (OEM) Departemen Kepolisian Transit New Jersey, bersama dengan mitra federal, negara bagian, kabupaten, dan lokal, melakukan latihan tanggap darurat di Stadion MetLife menjelang Piala Dunia 2026 di East Rutherford, New Jersey, pada 18 April 2026. (Leonardo MUNOZ/AFP)

 

Seperti ajang internasional lain, Amerika Serikat menyediakan media center di setiap stadion yang menggelar Piala Dunia 2026. Lokasi itu menjadi tempat jurnalis untuk bekerja atau sekedar mendapatkan informasi terkini mengenai turnamen.

Metlife Stadium pun memiliki media center yang cukup unik. Panitia mendirikan tenda raksasa yang bisa memuat ratusan jurnalis dari berbagai negara.

Sebagai salah satu jurnalis yang hadir langsung di media center Metlife Stadium saat laga antara Brasil melawan Maroko digelar pada Sabtu (13/6/2026) sore waktu setempat atau Minggu (14/6/2026) dini hari WIB, KLY Sport merasakannya sendiri pengalaman itu.


Harus Bayar Mahal

Metlife Stadium di New Jersey ketika menggelar pertandingan Piala Dunia 2026 yang mempertemukan Brasil dan Maroko, Minggu (14/6/2026) pagi WIB. (Bola.com/Hery Kurniawan)

Ada sedikit keramaian di salah satu sudut media center Metlife Stadium saat itu. Terlihat para jurnalis sedang membawa piring dari karton dan mengantre dengan rapi.

Sebagai jurnalis yang sedang bertugas dan membutuhkan asupan nutrisi, KLY Sport pun ikut antrean itu. Sayangnya, kejutan selanjutnya datang.

Rupanya jurnalis harus membayar setiap makanan yang ingin mereka konsumsi di media center itu. Tidak ada sama sekali yang gratis.

"Saya mengambil cake red velvet, sereal dengan yoghurt, dan satu minuman bersoda harganya sekitar USD13 atau jika dikonversi ke nilai tukar rupiah terkini mencapai Rp231 ribu," kata Hery Kurniawan, jurnalis yang membawa bendera KLY Sports, yaitu Liputan6.com, Bola.com, Bola.net, dan juga Merdeka.com.


Jauh Berbeda dengan Asia

 

Sebagai jurnalis yang sudah melakukan peliputan event olahraga di beberapa negara, harus membayar makanan di media center Amerika Serikat ini menjadi pengalaman pertama.

Sementara itu di negara lain terutama Kawasan Asia selalu memberikan pelayanan yang maksimal untuk jurnalis. Terutama pelayanan dasar seperti kebutuhan makanan di lokasi acara.

Jika harus dibandingkan dengan Indonesia misalnya, para jurnalis kerap mendapatkan makanan berat dan minuman secara gratis saat melakukan peliputuan Timnas Indonesia di Stadion Utama Gelora Bung Karno, atau event bulutangkis sekelas Indonesia Open dan Indonesia Masters di Istora, atau bahkan MotoGP Mandalika maupun Formula E di Jakarta.

Berita Terkait