5 Kompetisi Sepak Bola Tersulit untuk Dimenangkan: Premier League Tersengit di Bawah Kolong Langit, Piala Dunia Peringkat Berapa?

5 Kompetisi Sepak Bola Tersulit untuk Dimenangkan: Premier League Tersengit di Bawah Kolong Langit, Piala Dunia Peringkat Berapa?

BolaCom | Choki SihotangDiterbitkan 15 Juni 2026, 19:15 WIB
Kolase - Manchester United, Liverpool, Arsenal, Manchester City, Chelsea, suasana juara Premier League, Piala FA, atau Carabao Cup (Bola.com/Adreanus Titus)

Bola.com, Jakarta - Belum ada sepekan bergulir, Piala Dunia 2026 sudah menghadirkan setumpuk kejutan. Brasil, tim yang masuk daftar unggulan sebagai juara, secara mengejutkan hanya mampu bermain imbang 1-1 dengan kuda hitam Maroko, Minggu (14/6/2026).

Qatar mempermalukan wakil Eropa, Swiss, usai menyudahi laga yang berlangsung pada hari yang sama juga dengan skor 1-1. Padahal, Swiss, bertabur pemain sarat pengalaman dan jerbang terbang macam Granit Xhaka, Denis Zakaria, dan Breel Embolo.

Advertisement

Yang juga tak kalah menghebohkan saat Australia sukses mengalahkan Turki dua gol tanpa balas. Pun begitu dengan Belanda, secara mengejutkan harus mengakui wakil Asia lainnya, Jepang, saat keduanya berbangi angka dengan skor sama kuat 2-2.

Seperti edisi-edisi sebelumnya, Piala Dunia kembali menegaskan bahwa tak ada jaminan tim-tim unggulan bisa memenangkan duel dengan enteng.

Pentas terakbar empat tahunan yang memasuki edisi ke-26 masih panjang membentang dengan banyak pertandingan sejak dimulai pada 11 Juni kemarin di tiga negara berbeda, yakni Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko.

Jika tak ada aral melintang, partai final akan berlangsung pada 19 Juli mendatang.

Mengingat persaingan yang begitu ketat, sebanyak 48 negara yang ikut pastinya akan saling tikam. Argentina datang sebagai juara bertahan.

Bisa saja Argentina kembali menjadi tang terbaik. Tapi tak ada jaminan 100 persen La Albiceleste bisa mempertahankan hegemoninya, mengingat kontestan lain juga mengharapkan pencapaian terbaik.

Tak terbantahkan lagi, Piala Dunia yang sudah digulirkan sejak 1930 merupakan salah satu kompetisi tersulit untuk dimenangkan. Selalu saja ada kejutan, juga drama, bahkan di babak fase grup.

Dilansir Givemesport, Piala Dunia berada di urutan ke-2 hajatan sepak bola yang tak mudah dimenangkan setelah kasta teratas Inggris, Premier League.

Penasaran urutan lengkapnya, berikut lima kompetisi sepak bola yang tak mudah untuk dimenangkan berdasarkan faktor tingkat persaingan, konsistensi, serta tekanan yang dihadapi:


La Liga

Kylian Mbappe dari Real Madrid berebut bola dengan Ronald Araujo dari Barcelona dalam pertandingan La Liga di Santiago Bernabeu, Minggu, 26 Oktober 2025. (AP Photo/Manu Fernandez)   

Pada abad ke-21, dimulai dengan gelar Deportivo de La Coruna pada tahun 2000, telah ada lima tim berbeda yang memenangkan La Liga.

Selain kesuksesan tunggal Deportivo, Valencia dan Atletico Madrid masing-masing memenangkannya dua kali, tetapi sisanya dibagi antara Real Madrid dan Barcelona.

Kedua raksasa sepak bola Spanyol itu juga mendominasi Eropa dalam kurun waktu tersebut, memenangkan 12 dari 26 gelar Liga Champions yang tersedia.

Dengan demikian, sangat mengesankan bahwa tiga tim lain mampu memenangkan La Liga selama 26 tahun terakhir, menjadikannya salah satu kompetisi tersulit di dunia, yang dipenuhi dengan pemain-pemain elite.

 


Liga Champions

Khvicha Kvaratskhelia (tengah kanan) bersama para pemain PSG merayakan gol keempat timnya ke gawang Inter Milan dalam laga final Liga Champions 2024/2025 di Allianz Arena, Munchen, Jerman, Minggu (01/06/2025) dini hari WIB. (AP Photo/DPA/Robert Michael)

 

Liga Champions merupakan panggung tertinggi sepak bola Eropa, tempat sejarah dan legenda tercipta. Namun, menjuarai kompetisi ini bukan perkara mudah.

Manchester City baru meraih gelar Liga Champions pertama mereka pada 2023 setelah mengalahkan Inter Milan. PSG juga harus menunggu bertahun-tahun sebelum akhirnya mampu mengangkat trofi paling bergengsi di Eropa.

Sementara itu, klub besar seperti Arsenal dan Atletico Madrid hingga kini masih belum pernah menjadi juara. Hal tersebut menunjukkan betapa sulitnya memenangkan Liga Champions, bahkan bagi tim-tim terbaik dunia.


Euro

Jorginho. Gelandang Italia ini meraih trofi pemain terbaik Eropa pada musim 2020/2021 usai membawa Chelsea menjuarai Liga Champions dan Timnas Italia merebut trofi Euro 2020. Trofi Ballon d'Or 2021 diraih Lionel Messi usai mengungguli Robert Lewandowski dan dirinya. (AP/Pool/Andy Rain)

Turnamen internasional, seperti yang telah disebutkan sebelumnya, sangat menantang. Warisan suatu negara ditentukan dalam waktu satu bulan, dengan mengetahui bahwa mereka bisa menyandang gelar 'juara' selama empat tahun ke depan jika berhasil. Euro tidak semenantang Piala Dunia, murni karena hanya mencakup satu benua, tetapi ada banyak tim kelas dunia yang berkompetisi.

Tim-tim seperti Spanyol, Italia, Prancis, Portugal, Jerman, dan Inggris selalu memasuki turnamen dengan impian meraih kejayaan.

Tentu saja, hanya satu yang bisa keluar sebagai pemenang, sehingga persaingan menjadi lebih ketat dari sebelumnya.

Hal ini paling jelas terlihat pada Three Lions, yang meskipun memenangkan Piala Dunia, tetap belum pernah meraih gelar juara Eropa.

Spanyol baru-baru ini meraih gelar tersebut, mengalahkan Inggris 2-1 di final Euro 2024.


Piala Dunia

Pemain Argentina Lionel Messi mengangkat trofi juara di depan para penggemar usai mengalahkan Prancis pada pertandingan sepak bola final Piala Dunia 2022 di Stadion Lusail, Lusail, Qatar, 18 Desember 2022. Argentina menang 4-2 dalam adu penalti setelah pertandingan berakhir imbang 3 -3. (AP Photo/Martin Meissner)

Piala Dunia menjadi trofi paling diimpikan oleh para pesepak bola. Digelar setiap empat tahun sekali, turnamen ini merupakan panggung tertinggi dalam sepak bola internasional.

Pada 2022, Argentina sukses menjuarai Piala Dunia setelah mengalahkan Prancis lewat adu penalti, sekaligus melengkapi koleksi trofi Lionel Messi. Kesuksesan itu menunjukkan betapa sulitnya memenangkan turnamen ini, bahkan Cristiano Ronaldo hingga kini belum mampu meraihnya.

Menjelang Piala Dunia 2026, sejumlah negara unggulan kembali difavoritkan menjadi juara. Namun, selain kualitas skuad, faktor keberuntungan juga kerap menjadi penentu dalam perjalanan menuju gelar juara dunia.


Premier League

Gelandang Manchester City, Bernardo Silva (tengah) melepaskan umpan yang berusaha diblok bek Arsenal, Ben White pada laga pekan ke-30 Premier League 2023/2024 di Etihad Stadium, Manchester, Minggu (31/3/2024). (AP Photo/Dave Thompson)

Liga Inggris mungkin tidak seprestisius Piala Dunia atau Liga Champions, tetapi banyak yang menilai kompetisi ini sebagai liga paling sulit untuk dimenangkan. Tim harus menjaga konsistensi sepanjang 38 pertandingan dalam musim yang panjang dan kompetitif.

Tantangan itu semakin besar pada era dominasi Manchester City di bawah Pep Guardiola. Liverpool pernah mengumpulkan 97 poin tetapi tetap gagal menjadi juara, sementara Arsenal harus menunggu hingga 2026 untuk mengakhiri puasa gelar yang berlangsung lebih dari dua dekade.

Kekuatan finansial Liga Inggris juga membuat persaingan semakin ketat. Hampir setiap klub mampu mendatangkan pemain berkualitas dan memberi kejutan kepada tim mana pun sepanjang musim.

Sumber: Givemesport

Berita Terkait