Bola.com, Jakarta - Timnas Swedia memulai kiprahnya di Piala Dunia 2026 dengan cara yang mengesankan. Pasukan Graham Potter tampil dominan saat membungkam Tunisia dengan skor telak 5-1 pada laga perdana Grup F yang berlangsung di Estadio Monterrey hari Senin (15/06/2026).
Dua bintang lini depan Swedia, Alexander Isak dan Viktor Gyokeres, menjadi sorotan utama dalam kemenangan besar tersebut.
Keduanya tidak hanya mencetak gol, tetapi juga menunjukkan chemistry yang menjanjikan untuk membawa Swedia melangkah jauh di turnamen ini.
Yasin Ayari membuka keunggulan Swedia lewat gol spektakuler sebelum menutup pesta gol timnya dengan gol kedua pada laga tersebut.
Sementara itu, Mattias Svanberg yang masuk sebagai pemain pengganti turut menyumbang gol pada menit ke-84. Kemenangan 5-1 atas Tunisia menjadi salah satu kemenangan terbesar Swedia dalam sejarah Piala Dunia. Catatan itu hanya kalah dari kemenangan 8-0 atas Kuba pada perempat final Piala Dunia 1938.
Isak dan Gyokeres Jadi Senjata Mematikan
Alexander Isak tampil luar biasa dengan mencetak satu gol dan dua assist. Penyerang Liverpool itu menjadi pemain Swedia kedua sejak 1966 yang mampu membukukan satu gol dan dua assist dalam satu pertandingan Piala Dunia setelah Tomas Brolin saat menghadapi Bulgaria pada 1994.
Sementara itu, Viktor Gyokeres juga tampil impresif dengan kontribusi satu gol dan satu assist. Kombinasi keduanya membuat Graham Potter optimistis lini serang Swedia akan semakin berbahaya seiring berjalannya turnamen.
"Secara individu mereka adalah pemain kelas atas. Namun bersama-sama mereka bisa menjadi ancaman yang sangat besar," ujar Potter.
"Saya pikir mereka akan semakin baik setiap kali bermain bersama. Keduanya saling melengkapi dengan sangat baik dan saya sangat senang dengan performa para pemain," tambahnya.
Pelatih berusia 51 tahun itu juga menegaskan bahwa kualitas individu harus didukung performa tim secara keseluruhan.
"Kami tahu kualitas yang dimiliki para pemain depan kami, tetapi mereka tetap membutuhkan tim yang bekerja dengan baik. Kami memang belum sempurna, tetapi sejak awal pertandingan saya merasa kami mampu mengendalikan permainan," tambahnya.
Ujian Sesungguhnya Vs Belanda
Puncaki Grup F Hasil ini membuat Swedia langsung memimpin klasemen sementara Grup F. Pada pertandingan lain, Jepang dan Belanda bermain imbang 2-2 sehingga memberikan keuntungan bagi tim asuhan Potter.
Kemenangan tersebut juga memperpanjang tren positif Swedia yang sukses memenangi laga pembuka Piala Dunia untuk dua edisi beruntun setelah sebelumnya juga menang pada edisi 2018.
Sebelumnya, mereka gagal meraih kemenangan pada pertandingan pertama dalam tujuh penampilan beruntun di Piala Dunia antara 1970 hingga 2006.
Ujian sesungguhnya akan datang pada laga berikutnya saat Swedia menghadapi Belanda di Houston Stadium, Sabtu mendatang. "Kami tahu akan menghadapi tim yang sangat kuat berikutnya dan kami harus siap untuk tantangan itu," kata Potter.
Sumber: Fotmob