4 Pemain MU yang Terancam Dijual pada Musim Panas 2026: Awal Proyek Baru Michael Carrick

Berikut empat pemain yang wajib dijual Manchester United pada musim panas ini jika ingin membangun skuad yang mampu menciptakan dinasti baru di masa depan.

BolaCom | Yus Mei SawitriDiterbitkan 16 Juni 2026, 11:15 WIB
Pemain Manchester United, Manuel Ugarte (kiri), berebut bola dengan pemain Newcastle, Bruno Guimaraes, pada laga Liga Inggris antara Manchester United vs Newcastle di Manchester, Inggris, Jumat, 26 Desember 2025. (AP Photo/Dave Thompson)

Bola.com, Jakarta - Manchester United menjalani musim 2025/2026 penuh lika-liku. Meski sempat menunjukkan perkembangan perlahan di bawah asuhan Ruben Amorim, situasi memburuk drastis setelah kepergiannya pada Januari 2026, yang membuat Setan Merah kembali terjerumus ke dalam kekacauan.

Namun, di Old Trafford, cerita berbeda justru mulai terbentuk, sebuah kisah kebangkitan dan harapan baru.

Advertisement

Michael Carrick datang ke Manchester United dengan ekspektasi yang tidak terlalu tinggi setelah hengkangnya Ruben Amorim secara mendadak pada Januari.

Namun, mantan gelandang timnas Inggris itu berhasil membawa Setan Merah menjadi tim dengan performa terbaik di liga setelah kedatangannya, sekaligus memimpin kebangkitan luar biasa yang mengantarkan klub finis nyaman di posisi ketiga Premier League.

Pencapaian tersebut bukan catatan sepele, mengingat United mengakhiri musim sebelumnya di peringkat ke-15.

Meskipun menutup musim tanpa trofi dan hanya memainkan jumlah pertandingan terendah dalam sejarah modern klub, Manchester United menyambut bursa transfer musim panas 2026 dengan optimisme yang besar.

Dampak transformasi Carrick sangat jelas terlihat. Dalam 17 pertandingan yang dipimpinnya, MU meraih 12 kemenangan dan mengumpulkan 39 poin. 

Optimisme tersebut membuat Carrick akhirnya dipercaya sebagai pelatih kepala permanen. Ia menerima kontrak berdurasi dua tahun beberapa hari sebelum pertandingan terakhir musim ini.

Namun, sebelum benar-benar memulai proyek baru di bawah Michael Carrick, MU harus lebih dulu menyingkirkan sejumlah pemain yang dianggap tidak lagi memberikan kontribusi maksimal.

Skuad saat ini masih dihuni beberapa pemain yang kesulitan menjaga konsistensi performa, memiliki riwayat kebugaran yang buruk, atau bermain di posisi yang sangat membutuhkan peningkatan kualitas.

Berikut empat pemain yang wajib dijual Manchester United pada musim panas ini jika ingin membangun skuad yang mampu menciptakan dinasti baru di masa depan.   


1. Matthijs de Ligt

Pemain Manchester United, Matthijs de Ligt kembali ke lapangan pertandingan dengan luka di kepala setelah mendapatkan perawatan dari tim medis pada laga lanjutan Liga Inggris 2024/2025 melawan Brentford di Old Trafford, Manchester, Sabtu (19/10/2024). (AFP/Oli Scarff)

Situasi Matthijs de Ligt di Manchester United belakangan ini terus dibayangi masalah kebugaran yang sangat membatasi kontribusinya. Bek tengah asal Belanda tersebut harus menepi sejak 30 November 2025 akibat cedera punggung bawah, dan ketika tampak semakin dekat untuk kembali bermain, ia kembali mengalami kemunduran kecil bulan lalu.

Michael Carrick belum mengungkapkan kapan De Ligt bisa kembali merumput. Sang pelatih hanya menyatakan bahwa karena sifat cederanya, sulit untuk memberikan perkiraan waktu yang spesifik.

Pemain berusia 26 tahun itu hanya tampil dalam 13 pertandingan liga musim ini dan mencetak satu gol. Namun, absennya sejak November telah mengganggu komposisi lini belakang Manchester United, terutama saat Harry Maguire dan Lisandro Martínez juga tidak bisa bermain.

Di saat tim sedang berupaya membangun fondasi kesuksesan jangka panjang di bawah Carrick, MU membutuhkan pemain bertahan yang lebih dapat diandalkan dan mampu menjaga kebugarannya sepanjang musim yang berat.

Selain itu, kepergian De Ligt juga diyakini akan sangat membantu perkembangan Leny Yoro. Bek muda asal Prancis tersebut akan menjadi pelapis utama Harry Maguire sekaligus diproyeksikan sebagai penerus jangka panjang sang bek Inggris di posisi bek tengah kanan.

 


2. Altay Bayindir

Ekspresi Altay Bayindir pada laga MU vs Arsenal di pekan ke-1 Premier League 2025/2026 - AP Photo/Dave Thompson

Karier Altay Bayindir di Manchester United ditandai oleh inkonsistensi. Kiper asal Turki itu gagal memanfaatkan kans menjadi pilihan utama MU pada beberapa pekan pertama musim 2025/2026, terutama setelah Ruben Amorim mencadangkan Andre Onana.

Pemain berusia 28 tahun tersebut gagal menunjukkan pengaruh yang signifikan dan akhirnya harus menyerahkan posisinya kepada Senne Lammens, yang tidak pernah kehilangan tempatnya di bawah mistar gawang sejak saat itu.

Kiper Turki tersebut kebobolan 11 gol dalam enam penampilan di liga sebelum kehilangan tempatnya, membuat performanya menjadi salah satu perhatian utama manajemen klub.

Melihat Senne Lammens kini menjadi pilihan nomor satu yang tak terbantahkan setelah menjalani musim debut yang impresif, posisi Bayindir di Old Trafford semakin tidak dibutuhkan.

 


3. Joshua Zirkzee

Bek Newcastle United asal Inggris #02, Kieran Trippier (Kanan), beradu dengan penyerang Manchester United asal Belanda #11, Joshua Zirkzee, selama pertandingan Liga Primer Inggris antara Manchester United dan Newcastle United di Old Trafford di Manchester, Inggris barat laut, Selasa dini hari WIB (31-12-2024). (Darren Staples/AFP)

Kiprah Joshua Zirkzee di Manchester United belum benar-benar berkembang, dan tekanan terhadapnya terus meningkat sepanjang musim 2025/2026. Sejak didatangkan dari Bologna, Zirkzee kesulitan mencetak gol secara konsisten dan kerap terlihat tidak cocok dengan sistem permainan yang diterapkan United.

Meski permainan kombinasi dan kemampuannya menghubungkan lini serang sesekali mendapat pujian, minimnya penyelesaian akhir yang tajam membuatnya sering mendapat kritik dari para pendukung di Old Trafford.

Penyerang asal Belanda itu hanya menjadi starter dalam lima dari 26 penampilannya di Premier League, dengan total waktu bermain hanya 645 menit sepanjang musim lalu.

Kemampuan mencetak gol memang menjadi masalah yang terus menghantui pemain berusia 25 tahun tersebut, dan kini saatnya bagi Setan Merah untuk melepasnya.

Kembali ke Serie A tampaknya menjadi opsi yang cukup mauk akal bagi penyerang asal Belanda itu.   


4. Manuel Ugarte

Gelandang Manchester United asal Uruguay #25, Manuel Ugarte (2 dari kiri), berlari ke arah bek Manchester City asal Portugal #03, Ruben Dias (kanan), sementara gelandang Manchester City asal Inggris #47, Phil Foden (kiri), dan gelandang Manchester City asal Belanda #04, Tijjani Reijnders (2 dari kanan), menyaksikan pertandingan Premier League antara Manchester City dan Manchester United di Stadion Etihad di Manchester, Inggris barat laut, pada 14 September 2025. (Oli SCARFF/AFP)

karier Manuel Ugarte di Manchester United ditandai oleh inkonsistensi sejak didatangkan dari Paris Saint-Germain pada Agustus 2024. Gelandang asal Uruguay itu kesulitan memberikan dampak nyata di Inggris, dan keterlibatannya terus menurun di bawah setiap manajer dalam dua musim terakhir.

Ruben Amorim pernah menyatakan Ugarte harus meningkatkan performanya, mengakui adanya kesulitan yang dialami sang gelandang.

Pada musim 2025/2026, Ugarte hanya tampil dalam 24 pertandingan, termasuk hanya 10 kali sebagai starter (1.005 menit bermain), tanpa mencetak gol maupun assist. Kebutuhan MU untuk membangun lini tengah tangguh semakin mendesak, terutama setelah Casemiro pergi dengan status bebas transfer. Ugarte kerap salah mengoper atau kehilangan bola, sehingga gagal menemukan ritme permainan yang positif.

Seorang gelandang bertahan yang tidak mampu mendominasi permainan di lini tengah tentu akan menuai kritik dari fans maupun pundit. Menjual Ugarte akan memberi Setan Merah kesempatan berinvestasi pada gelandang lain yang benar-benar bisa melengkapi Bruno Fernandes dan membantu membangun dinasti yang ingin diwujudkan Michael Carrick.

Peminat Ugarte pun tidak sedikit. Laporan terbaru menyebutkan bahwa Everton dan Crystal Palace tertarik untuk merekrutnya.   

Sumber: The Hardtackle

Berita Terkait