Format Baru Piala Dunia 2026 Dikritik di Italia: Eropa Dirugikan!

Media Italia menilai format Piala Dunia 2026 merugikan negara-negara Eropa.

BolaCom | Aning JatiDiterbitkan 16 Juni 2026, 10:15 WIB
Ilustrasi Piala Dunia. (Foto by Gemini AI)

Bola.com, Jakarta - Format baru Piala Dunia 2026 kembali menuai kritik. Kali ini sorotan datang dari Italia, melalui La Gazzetta dello Sport yang menilai perluasan jumlah peserta justru memunculkan ketimpangan kualitas pertandingan dan merugikan negara-negara Eropa.

Untuk pertama kalinya dalam sejarah, Piala Dunia diikuti 48 tim. Namun, perubahan yang diharapkan memperluas daya tarik turnamen tersebut ternyata tidak sepenuhnya mendapat sambutan positif dari media Italia.

Advertisement

Penilaian itu disebut tidak berkaitan dengan absennya Timnas Italia yang kembali gagal lolos ke putaran final untuk ketiga kalinya secara beruntun.

"Dengan perluasan turnamen menjadi 48 negara, beberapa pertandingan terlihat sangat timpang. Lebih besar tidak selalu berarti lebih baik," tulis La Gazzetta dello Sport.

Media kenamaan Italia tersebut juga menyoroti pembagian jatah peserta berdasarkan konfederasi yang dianggap tidak menguntungkan wakil-wakil Eropa.

"Dalam alokasi peserta berdasarkan konfederasi, Eropa berada dalam posisi yang dirugikan, dan kami tidak mengatakan hal ini karena kecewa Italia tidak hadir," lanjut La Gazzetta.


Dampak Format Baru

(Kiri/Kanan) Presiden Argentina, Javier Milei, dan Presiden FIFA, Gianni Infantino, menghadiri pertemuan perdana "Board of Peace" yang diselenggarakan oleh Presiden AS, Donald Trump, di Institute of Peace AS di Washington, DC, pada 19 Februari 2026. (SAUL LOEB/AFP)

Kritik terhadap penyelenggaraan Piala Dunia 2026 sebelumnya juga sempat muncul setelah Presiden FIFA, Gianni Infantino, melontarkan candaan mengenai kemungkinan memperluas turnamen hingga 208 peserta agar Italia bisa lolos ke putaran final.

Pernyataan itu memancing reaksi dari sejumlah media dan kalangan politik di Italia.

La Gazzetta dello Sport menegaskan bahwa kegagalan Italia tampil di Piala Dunia sepenuhnya merupakan tanggung jawab tim nasional mereka sendiri.

"Terlepas dari candaan Presiden FIFA, tim nasional Italia memiliki kewajiban untuk lolos dan berada di sini," tulis media tersebut.

Meski begitu, harian olahraga tertua di Italia itu tetap mempertanyakan dampak dari format baru yang melibatkan lebih banyak negara peserta.

"Namun, jelas bahwa ukuran kompetisi yang begitu besar meningkatkan jumlah tim dengan kualitas biasa-biasa saja dan menurunkan mutu permainan secara keseluruhan."


Kritik Jeda Minum

Crysencio Summerville #24 dari Timnas Belanda minum saat istirahat minum (hydration break) dalam pertandingan Grup F Piala Dunia 2026 antara Belanda dan Jepang di Stadion Dallas pada 15 Juni 2026 di Arlington, Texas. (Michael Steele/Getty Images via AFP)

Selain persoalan kualitas pertandingan, La Gazzetta dello Sport juga mengkritik kebijakan jeda minum (hydration break) yang diterapkan selama turnamen berlangsung.

Menurut mereka, jeda tersebut tidak sepenuhnya didasarkan pada kebutuhan teknis atau kondisi fisik pemain.

"Jeda pertandingan atau jeda hidrasi telah memperlihatkan tujuan sebenarnya, seperti yang juga disorot para pengamat di seluruh dunia. Itu menjadi cara untuk membagi pertandingan menjadi empat bagian dan menyediakan slot iklan bernilai besar bagi stasiun televisi yang telah membayar hak siar dengan nilai yang juga sangat besar."

The pink newspaper menilai manfaat jeda hidrasi bagi pelatih maupun tim hanya relevan dalam situasi tertentu, sementara dalam praktiknya kebijakan itu lebih menguntungkan kepentingan komersial broadcaster.

 

Sumber: Football Italia

Berita Terkait