Piala Dunia 2026 Bikin Iraola Melihat Potensi Sesungguhnya Wirtz dan Isak di Liverpool

Piala Dunia 2026 mengungkap kualitas Florian Wirtz dan Alexander Isak yang bisa diandalkan Andoni Iraola di Liverpool.

BolaCom | Aning JatiDiterbitkan 16 Juni 2026, 11:45 WIB
Andoni Iraola, pelatih baru Liverpool mulai musim 2026/2027. (Dok. liverpoolfc.com)

Bola.com, Jakarta - Piala Dunia 2026 bisa menjadi sumber optimisme baru bagi Andoni Iraola. Pelatih anyar Liverpool itu mendapat gambaran menarik setelah menyaksikan performa dua pemain yang diproyeksikan menjadi tumpuan timnya musim depan, Florian Wirtz dan Alexander Isak.

Dalam beberapa hari awal turnamen, keduanya tampil dengan wajah yang berbeda dibanding yang sering terlihat di Anfield musim lalu.

Advertisement

Wirtz menunjukkan kualitasnya saat membantu Jerman mengawali turnamen dengan meyakinkan, sementara Isak tampil tajam ketika Swedia melumat Tunisia.

Bagi Iraola, yang baru mengambil alih kursi pelatih Liverpool, penampilan tersebut bisa menjadi petunjuk penting menjelang musim baru.


Teka-Teki yang Belum Terpecahkan

Aksi Florian Wirtz (kanan) di laga Jerman vs Slovakia di Grup A Kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Eropa di Leipzig, Selasa (18/11/2025) dini hari WIB. (AP Photo/Matthias Schrader)

Di antara berbagai persoalan yang diwarisi Iraola, Florian Wirtz mungkin menjadi yang paling menyita perhatian.

Liverpool mengeluarkan dana sebesar 116 juta paun untuk mendatangkan gelandang Jerman itu pada era Arne Slot. Nilainya menjadikannya satu di antara transfer termahal dalam sejarah sepak bola Inggris.

Namun, kontribusinya di Anfield belum sebanding dengan ekspektasi yang mengiringi kedatangannya.

Situasinya berbeda ketika Wirtz mengenakan seragam Timnas Jerman.

Di bawah arahan Julian Nagelsmann, pemain berusia 23 tahun tersebut tampil sebagai bagian penting dari permainan Die Mannschaft. Saat menghadapi Curacao, Wirtz ditempatkan di sisi kiri lini serang dan berulang kali menemukan ruang berbahaya di area pertahanan lawan.

Ia tercatat hampir 40 kali menyentuh bola di sepertiga akhir lapangan. Satu di antara aksinya berujung pada gol pembuka Jerman melalui sebuah umpan sederhana, tetapi sangat efektif.

Peran tersebut memperlihatkan kondisi yang memungkinkan Wirtz mengeluarkan kemampuan terbaiknya.

Ia lebih nyaman bergerak dari sisi kiri menuju area tengah, mencari celah antarlini, lalu menciptakan peluang bagi rekan-rekannya. Kemampuan membaca pergerakan pemain lain menjadi satu di antara kelebihan terbesarnya.

Liverpool tentu berharap kualitas itu bisa terlihat lebih konsisten di Premier League musim depan.


Mulai Temukan Sentuhan Terbaik

Penyerang Swedia #09, Alexander Isak, memainkan bola dalam pertandingan kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Eropa Grup B antara Swedia dan Swiss pada 10 Oktober 2025 di Solna, Swedia. (Jonathan Nackstrand/AFP)

Jika Wirtz masih menjadi teka-teki taktik, Alexander Isak menghadirkan persoalan yang berbeda.

Liverpool menggelontorkan sekitar 125 juta paun untuk memboyong striker Swedia tersebut dari Newcastle United. Nilai transfer yang sangat besar membuat ekspektasi terhadapnya otomatis meningkat.

Namun, setelah pulih dari masalah kebugaran, Isak belum sepenuhnya mampu memenuhi harapan tersebut.

Itulah mengapa, performanya saat Swedia menghancurkan Tunisia menjadi kabar baik bagi Iraola.

Isak tampil tajam, cepat, dan terus mengancam lini belakang lawan. Ia terlihat lebih segar dan kembali menunjukkan kualitas yang membuat Liverpool berani mengeluarkan dana besar untuk merekrutnya.

Penampilan seperti itu jelas ingin terus dilihat Iraola. Sebab, Liverpool sedang menghadapi masalah di lini depan setelah Hugo Ekitike dipastikan absen hingga 2027 akibat cedera tendon Achilles.

Situasi tersebut membuat ketergantungan terhadap Isak makin besar.

Bagi seorang penyerang, kepercayaan diri sering kali menjadi faktor penentu performa. Piala Dunia 2026 dapat menjadi panggung yang tepat bagi Isak untuk membangun kembali keyakinannya sebelum kembali ke Liverpool.


Harapan Baru untuk Iraola

Andoni Iraola, pelatih baru Liverpool mulai musim 2026/2027. (Dok. liverpoolfc.com)

Iraola tentu masih harus menunggu hingga musim baru dimulai untuk mengetahui versi terbaik Wirtz dan Isak yang akan ia dapatkan di Liverpool.

Namun, penampilan keduanya di Piala Dunia 2026 memberikan alasan untuk optimistis.

Wirtz menunjukkan bahwa ia masih memiliki kualitas untuk menjadi motor kreativitas tim, sedangkan Isak memperlihatkan tanda-tanda kebangkitan sebagai pencetak gol utama.

Jika performa yang mereka tunjukkan bersama timnas mampu dibawa ke Anfield, Iraola berpeluang mendapatkan dua senjata penting dalam upayanya membangun kembali Liverpool musim depan.

 

Sumber: Mirror

Berita Terkait