Bola.com, Jakarta - Perjalanan Timnas Spanyol di Piala Dunia 2026 dimulai dengan hasil yang jauh dari harapan setelah bermain imbang tanpa gol melawan Tanjung Verde, Senin (15/6/2026) malam WIB.
Meski mendominasi penguasaan bola dan menciptakan sejumlah peluang, La Roja gagal menemukan cara membongkar rapatnya pertahanan lawan.
Penampilan gemilang kiper Tanjung Verde, Vozinha, memang menjadi salah satu faktor utama yang menggagalkan upaya Spanyol meraih kemenangan.
Namun, perhatian publik juga tertuju kepada gelandang muda Barcelona, Gavi, yang tampil di bawah ekspektasi di lini tengah Spanyol.
Sejak namanya masuk dalam susunan pemain utama, keputusan tersebut sudah memunculkan perdebatan. Setelah pertandingan berakhir, kritik terhadap performanya semakin menguat.
Gavi Gagal Memberikan Dampak di Lini Serang
Sepanjang pertandingan melawan Tanjung Verde, Gavi kesulitan memberikan pengaruh terhadap permainan menyerang Spanyol.
Gelandang Barcelona itu tidak mampu menghubungkan aliran bola di area berbahaya maupun menciptakan peluang yang dapat mengancam pertahanan Tanjung Verde.
Secara statistik, penampilan pemain berusia 21 tahun itu jauh dari memuaskan. Ia kehilangan penguasaan bola sebanyak 10 kali dan gagal mencatat satu pun tembakan tepat sasaran, umpan kunci, dribel sukses, maupun umpan silang sukses.
Sebagai pemain yang diharapkan mampu membantu Spanyol mengendalikan permainan di area ofensif, catatan tersebut tentu berada di bawah standar yang diharapkan.
Meskipun menguasai sebagian besar jalannya pertandingan, Spanyol tampak kehabisan ide di sepertiga akhir lapangan. Lini tengah kehilangan fluiditas, sementara para penyerang kesulitan mendapatkan suplai bola berkualitas di area berbahaya.
Seiring berjalannya pertandingan, rasa frustrasi semakin terlihat, baik di atas lapangan maupun di kalangan pendukung yang mengharapkan penampilan lebih meyakinkan dari salah satu favorit juara turnamen.
Luis de la Fuente Beri Penjelasan
Ketika Spanyol masih kesulitan memecah kebuntuan, pelatih Luis de la Fuente melakukan perubahan penting pada menit ke-71.
Gavi ditarik keluar dan digantikan rekan setimnya di Barcelona, Lamine Yamal, dengan harapan menghadirkan kreativitas dan variasi serangan yang lebih besar.
Namun, pergantian itu tidak mampu mengubah jalannya pertandingan. Tanjung Verde tetap tampil disiplin di lini belakang, sementara Vozinha terus menunjukkan performa luar biasa di bawah mistar gawang.
Meski banyak pihak mempertanyakan keputusannya memainkan Gavi sejak awal, Luis de la Fuente tetap memberikan pembelaan terhadap anak asuhnya.
"Gavi memberi kami banyak kedalaman permainan di sisi sayap pada pertandingan terakhir melawan Peru. Dia membawa energi dan, yang terpenting, menciptakan ruang bagi Cucurella untuk maju dari lini belakang," jelas De la Fuente.
Keraguan terhadap Gavi Semakin Besar
Sebenarnya, pemanggilan dan penunjukan Gavi sebagai starter sudah menjadi bahan diskusi bahkan sebelum Piala Dunia dimulai.
Faktor riwayat cedera serta performa yang belum konsisten bersama Barcelona membuat banyak pihak mempertanyakan kesiapannya.
Hasil imbang melawan Tanjung Verde kini semakin memperbesar sorotan itu. Dengan Spanyol membutuhkan kemenangan pada laga berikutnya, tekanan terhadap Gavi diperkirakan akan terus meningkat.
Jika ingin mempertahankan tempatnya di tim utama, gelandang Barcelona itu harus segera menemukan kembali performa terbaiknya dan membuktikan bahwa kepercayaan yang diberikan De la Fuente memang layak diterima.
Sumber: Barca Universal