Kantor Federasi Sepak Bola Korsel Digerebek Polisi, Proses Penunjukan Hong Myung-bo Diselidiki

KFA menjadi sasaran penggeledahan aparat kepolisian dalam penyelidikan terkait proses penunjukan Hong Myung-bo.

Bola.com, Jakarta - Federasi Sepak Bola Korea Selatan (KFA) menjadi sasaran penggeledahan aparat kepolisian dalam penyelidikan terkait proses penunjukan Hong Myung-bo sebagai pelatih Timnas Korea Selatan.

Langkah tersebut dilakukan setelah kegagalan Taeguk Warriors di Piala Dunia 2026 menuai kritik besar dari publik. Hong Myung-bo mengundurkan diri pada Juni lalu usai Korea Selatan tersingkir di fase grup setelah secara mengejutkan kalah 0-1 dari Afrika Selatan.

Menurut laporan AFP, kepolisian Seoul melakukan operasi penggeledahan dan penyitaan dokumen di kantor KFA pada Kamis (6/8/2026). Penyidik mendalami dugaan adanya pelanggaran dalam proses perekrutan Hong Myung-bo pada 2024.

Juru bicara kepolisian menyebut penyelidikan difokuskan pada kemungkinan adanya tindakan yang menghambat proses administrasi atau penyalahgunaan wewenang dalam penunjukan mantan bek legendaris tersebut.

Media lokal Korea Selatan juga melaporkan bahwa sejumlah pejabat senior KFA diduga melakukan intervensi dalam proses pemilihan pelatih, yang disebut-sebut bertentangan dengan aturan internal federasi.

Yuk gabung channel whatsapp Bola.com untuk mendapatkan berita-berita terbaru tentang Timnas Indonesia, BRI Liga 1, Liga Champions, Liga Inggris, Liga Italia, Liga Spanyol, bola voli, MotoGP, hingga bulutangkis. Klik di sini (JOIN)

Kegagalan di Piala Dunia

Sorotan terhadap KFA semakin tajam setelah Korea Selatan tampil jauh di bawah ekspektasi pada Piala Dunia 2026 yang digelar di Amerika Serikat, Meksiko, dan Kanada.

Padahal, skuad Negeri Ginseng datang dengan materi pemain berkualitas yang sempat dijuluki sebagai "generasi emas". Tim diperkuat nama-nama besar seperti Son Heung-min, Kim Min-jae, hingga Lee Kang-in.

Namun, Korea Selatan gagal melaju ke babak 32 besar setelah hanya mampu finis di fase grup. Kekalahan mengejutkan dari Afrika Selatan menjadi pukulan telak sekaligus mengakhiri perjalanan mereka di turnamen.

Hong Myung-bo Ambil Tanggung Jawab

Pada akhir Juli lalu, Hong Myung-bo dipanggil menghadiri sidang komite parlemen Korea Selatan untuk memberikan penjelasan mengenai kegagalan tim nasional.

Dalam kesempatan itu, pelatih berusia 57 tahun tersebut mengaku bertanggung jawab penuh atas hasil buruk yang diraih Korea Selatan.

Presiden Korea Selatan, Lee Jae Myung, juga ikut menyoroti situasi tersebut. Ia menilai kegagalan tim nasional tidak lepas dari buruknya tata kelola organisasi sepak bola, bahkan menyinggung adanya praktik yang mengedepankan loyalitas dan kelompok tertentu dalam proses perekrutan pejabat olahraga.

Sementara itu, KFA memilih tidak memberikan komentar terkait penyelidikan yang sedang berlangsung.

 

Keputusan Cadangkan Son Heung-min Tuai Kritik

Salah satu keputusan Hong Myung-bo yang paling banyak dipersoalkan adalah ketika ia mencadangkan Son Heung-min pada babak pertama laga penentuan melawan Afrika Selatan.

Keputusan tersebut memicu kemarahan suporter. Saat rombongan Timnas Korea Selatan kembali ke tanah air pada Juni lalu, Hong disambut cemoohan dan teriakan "Hong Out!" di bandara. Sebaliknya, para pemain justru mendapatkan tepuk tangan dari para pendukung.

Hong sendiri mengaku masih kesulitan memahami penyebab kegagalan timnya di Piala Dunia.

Selain itu, dalam sidang parlemen turut muncul isu mengenai besaran gaji Hong yang disebut mencapai 3,8 miliar won per tahun. Sang pelatih membantah angka tersebut, tetapi menolak mengungkap nominal sebenarnya.            

Sumber: AFP

Trilogi Sepak Bola Putri
Trilogi Sepak Bola Putri
Lihat Selengkapnya

Video Populer

Foto Populer