Dani Olmo Minta Spanyol Tetap Tenang Usai Ditahan Cape Verde: Kami Bisa Lakukan Sesuatu yang Besar di Piala Dunia 2026

Timnas Spanyol memulai perjalanan mereka di Piala Dunia 2026 dengan hasil yang jauh dari harapan.

BolaCom | Gregah NurikhsaniDiterbitkan 16 Juni 2026, 20:15 WIB
Dani Olmo berebut bola dengan Zaid Ismail dalam laga uji coba internasional antara Spanyol vs Irak di Estadio Abanca-Riazor, 5 Juni 2026. (AP Photo/Manu Fernandez)

Bola.com, Jakarta - Timnas Spanyol memulai perjalanan mereka di Piala Dunia 2026 dengan hasil yang jauh dari harapan. La Roja harus puas bermain imbang tanpa gol melawan debutan Cape Verde pada laga pembuka grup, hasil yang langsung memunculkan berbagai pertanyaan mengenai peluang mereka di turnamen ini.

Spanyol datang ke Amerika Utara dengan status salah satu favorit juara setelah keberhasilan menjuarai Euro 2024. Namun, dominasi penguasaan bola yang mereka tampilkan saat menghadapi Cape Verde tidak mampu dikonversi menjadi gol.

Advertisement

Absennya dua pemain penting, Lamine Yamal dan Nico Williams, turut memengaruhi daya gedor pasukan Luis de la Fuente. Spanyol kesulitan membongkar pertahanan rapat Cape Verde yang tampil disiplin sepanjang pertandingan.

Meski demikian, gelandang Barcelona, Dani Olmo, meminta publik untuk tidak bereaksi berlebihan terhadap hasil tersebut. Menurutnya, perjalanan di Piala Dunia masih sangat panjang dan Spanyol tetap memiliki keyakinan besar untuk melangkah jauh.

Olmo menegaskan bahwa atmosfer di dalam skuad tetap positif meski gagal meraih kemenangan pada pertandingan pertama.

 


Dani Olmo Yakin Spanyol Bisa Berbicara Banyak

Para pemain Spanyol minum saat istirahat minum dalam pertandingan Grup H Piala Dunia 2026 antara Spanyol dan Cabo Verde di Stadion Atlanta pada 16 Juni 2026 di Atlanta, Georgia. (Buda Mendes/Getty Images via AFP)

Dani Olmo menilai keberhasilan menjuarai Euro 2024 telah membangun kepercayaan diri besar di dalam tim nasional Spanyol.

Ia percaya generasi saat ini memiliki kapasitas untuk kembali mencatatkan prestasi besar di panggung internasional.

"Itu adalah tujuan yang nyata. Kami tahu ini merupakan tahun yang sangat penting dan setelah menjuarai Euro, saya pikir seluruh Spanyol memberikan dukungannya kepada kami," kata Olmo.

"Perasaan yang ada adalah kami bisa melakukan sesuatu yang besar lagi di level dunia."

Olmo juga meminta semua pihak tetap tenang setelah hasil mengecewakan melawan Cape Verde.

"Saya pikir semua orang memahami itu. Ketika hari-hari mulai berlalu dan turnamen terus berjalan, saya yakin Spanyol akan bangkit."

 


Tekanan Besar di Spanyol dan Barcelona

Gelandang Timnas Spanyol, Gavi, ditarik keluar dan digantikan oleh Lamine Yamal dalam laga kontra Tanjung Verde di Atlanta Stadium, Georgia, Senin (15/6/2026) malam WIB. (Buda Mendes/Getty Images/AFP)

Sebagai pemain Barcelona sekaligus tim nasional, Olmo memahami ekspektasi tinggi yang selalu mengiringi setiap pertandingan.

Menurut pemain berusia 28 tahun tersebut, tuntutan untuk menang dan bermain bagus merupakan bagian dari tanggung jawab yang harus diterima pemain di level tertinggi.

"Mengenakan seragam Barcelona atau Tim Nasional menuntut tanggung jawab dan standar tertinggi."

"Anda harus menang, Anda harus bermain baik. Tetapi bagi saya itu bukan tekanan. Itu adalah soal persiapan, kerja keras, dan mentalitas untuk melakukan sesuatu yang Anda sukai."

Olmo juga menjadi salah satu pemain yang diharapkan mampu memberikan kreativitas tambahan bagi Spanyol.

Kemampuannya bermain di antara lini, menciptakan ruang, serta menghubungkan serangan dinilai sangat penting, terutama ketika Spanyol kehilangan sosok seperti Lamine Yamal dan Nico Williams.

Banyak pihak menilai Luis de la Fuente terlambat memasukkan Olmo saat melawan Cape Verde. Dalam pertandingan yang berjalan buntu, Spanyol membutuhkan pemain yang mampu memecah kebuntuan melalui kreativitas dan pergerakan di area berbahaya.

 


Perjalanan Panjang yang Membentuk Karakter

Kiper Cape Verde Vozinha (tengah) tampil luar biasa selama pertandingan Grup H Piala Dunia 2026 antara Spanyol dan Tanjung Verde di Stadion Atlanta, Atlanta, pada 15 Juni 2026. (Roberto SCHMIDT / AFP)

Dalam kesempatan yang sama, Olmo juga mengenang perjalanan kariernya yang tidak selalu berjalan mulus.

Lulusan akademi La Masia itu sempat meninggalkan Barcelona pada usia muda untuk bergabung dengan Dinamo Zagreb di Kroasia demi mendapatkan kesempatan berkembang sebagai pemain profesional.

Keputusan tersebut sempat dianggap berisiko, tetapi akhirnya menjadi langkah penting dalam kariernya.

"Tidak ada yang memberikan apa pun kepada Anda begitu saja. Setidaknya tidak kepada saya, terutama ketika saya memulai karier di Kroasia."

"Tahun pertama berjalan sangat baik, tetapi pada tahun kedua saya tidak bermain sebanyak yang saya inginkan. Saya harus belajar untuk terus bekerja dan fokus pada diri sendiri."

Pengalaman tersebut membentuk karakter Olmo hingga menjadi salah satu pemain penting dalam skuad Spanyol saat ini.

Kini, setelah hasil imbang melawan Cape Verde, Spanyol membutuhkan respons cepat untuk menjaga peluang lolos ke fase gugur. Dani Olmo pun diyakini akan memegang peran penting dalam upaya La Roja menemukan kembali ketajaman mereka di Piala Dunia 2026.

Berita Terkait