Piala Dunia 2026: Pemain Korea Selatan Boikot Media Setelah Son Heung-min Diejek Soal Wajib Militer

Sejumlah pemain Korea Selatan melakukan boikot terhadap media menyusul dugaan ejekan terhadap Son Heung-min.

BolaCom | Wiwig PrayugiDiterbitkan 16 Juni 2026, 19:30 WIB
Pemain Korea Selatan, Son Heung-min belum mampu menyelesaikan peluang menjadi gol pada saat bertanding melawan Republik Ceko pada laga perdana Piala Dunia 2026 di Estadio Guadalajara, Meksiko, Jumat (12/6/2026) pagi WIB. (AFP/Ulises Ruiz)

Bola.com, Mexico City - Korea Selatan menjadi sorotan di Piala Dunia 2026 setelah muncul kontroversi yang melibatkan kapten tim, Son Heung-min. Sejumlah pemain dikabarkan melakukan boikot terhadap media menyusul dugaan ejekan yang dilontarkan beberapa jurnalis terkait status wajib militer sang bintang.

Menurut laporan media Inggris, insiden tersebut bermula saat sesi latihan Korea Selatan di Guadalajara, Meksiko, pada 7 Juni lalu. Dalam rekaman yang beredar, sejumlah jurnalis yang tidak disebutkan namanya diduga terdengar mengolok-olok pengecualian wajib militer yang diterima Son.

Advertisement

Kontroversi itu memicu kemarahan di dalam skuad Taegeuk Warriors. Son kemudian disebut menolak berbicara kepada media setelah Korea Selatan meraih kemenangan 2-1 atas Czech Republic pada laga pembuka Piala Dunia 2026. Beberapa agenda wawancara pemain lainnya juga dilaporkan dibatalkan.

Menanggapi situasi tersebut, Korea Football Association (KFA) mengeluarkan pernyataan resmi pada Senin (15/6/2026).

"Korea Football Association menyesalkan komentar tidak pantas yang dibuat oleh beberapa personel media selama sesi latihan tim nasional di pemusatan latihan Guadalajara," demikian bunyi pernyataan KFA.


Semestinya Saling Menghormati

Timnas Korea Selatan pada laga perdana di Piala Dunia 2026 saat melawan Republik Ceko di Estadio Guadalajara, Meksiko, Jumat (12/6/2026) pagi WIB. (AFP/Ulises Ruiz)

Federasi menilai percakapan yang bocor tersebut telah menimbulkan kekecewaan besar di dalam tim yang tengah berjuang membawa nama Korea Selatan di panggung dunia.

"Kami menghormati pekerjaan jurnalis dan peran media. Namun, kami juga akan terus memprioritaskan perlindungan terhadap para pemain dan menciptakan lingkungan media yang sehat," lanjut pernyataan tersebut.

Di Korea Selatan, seluruh pria sehat umumnya diwajibkan menjalani dinas militer selama sekitar 18 hingga 21 bulan. Namun Son memperoleh pengecualian setelah memimpin Korea Selatan meraih medali emas pada Asian Games 2018.

 


Ejekan untuk Son

Meski dibebaskan dari tugas penuh, Son tetap menjalani pelatihan dasar militer selama tiga pekan bersama Korps Marinir Korea Selatan pada 2020.

Isu tersebut sesekali masih menjadi bahan perdebatan di negaranya, meskipun pengecualian yang diterima Son diberikan secara sah sesuai aturan pemerintah Korea Selatan.

Saat ini, Son yang pernah menjadi ikon Tottenham Hotspur bermain untuk Los Angeles FC setelah meninggalkan klub London tersebut pada musim panas tahun lalu.

Di tengah kontroversi ini, Korea Selatan berharap fokus tim tetap terjaga untuk melanjutkan perjuangan mereka di Piala Dunia 2026 dan tidak terganggu oleh polemik di luar lapangan.   

Sumber: Telegraph


Berita Terkait