2 Pemain Iran Klarifikasi Selebrasi yang Memicu Kontroversi di Piala Dunia 2026

Selebrasi gol Mohammad Mohebi dan Ramin Rezaeian di Piala Dunia 2026 jadi sorotan, ini penjelasannya.

BolaCom | Aning JatiDiterbitkan 17 Juni 2026, 07:20 WIB
Empat gol tercipta dalam pertandingan ini melalui dua gol Elijah Just untuk Selandia Baru serta gol Ramin Rezaeian dan Mohammad Mohebi untuk Iran. (AP Photo/Mark J. Terrill)

Bola.com, Jakarta - Mohammad Mohebi akhirnya angkat bicara setelah selebrasi golnya dalam laga Timnas Iran melawan Selandia Baru di Piala Dunia 2026 memicu perdebatan.

Pemain berusia 27 tahun itu mendapat sorotan karena gestur yang ia lakukan seusai mencetak gol penyama kedudukan bagi Iran.

Advertisement

Iran bermain imbang 2-2 melawan Selandia Baru di Stadion Los Angeles, California, Selasa (16-6-2026) WIB. Dalam pertandingan tersebut, Mohebi mencetak gol kedua Iran yang membuat skor kembali seimbang.

Penyerang FC Rostov di Premier League Rusia itu menjadi perhatian setelah melakukan selebrasi dengan mengacungkan dua jarinya. Dalam tayangan pertandingan, gestur tersebut terlihat diarahkan ke bawah sebelum kemudian diayunkan ke atas.

Menurut The Express, sejumlah suporter meminta FIFA meninjau lebih jauh selebrasi tersebut.


Kontroversi Iran

Pendukung Timnas Iran saat mendukung negaranya menghadapi Selandia Baru pada laga Grup G Piala Dunia 2026 di Los Angeles Stadium, Rabu (16/06/2026) pagi WIB. Pada pertandingan tersebut, Iran bermain imbang 2-2 kontra Selandia Baru. (AFP/Etienne Laurent)

Gestur Mohebi dinilai sensitif karena muncul di tengah sorotan terhadap keikutsertaan Iran pada Piala Dunia 2026 yang digelar di wilayah Amerika Serikat.

Kontroversi sebenarnya sudah muncul bahkan sebelum pertandingan dimulai. Sejumlah aksi protes berlangsung di luar stadion, sementara lagu kebangsaan Iran disambut beragam reaksi dari penonton, dari sorakan, siulan, hingga tepuk tangan.

Di dalam stadion juga terlihat banyak bendera bergambar lambang "Singa dan Matahari", simbol era sebelum Revolusi Iran.

Kehadiran bendera tersebut menjadi perhatian karena FIFA sebelumnya memenangkan gugatan yang melarang penggunaan simbol tersebut selama turnamen berlangsung.


Penjelasan Mohebi

Mohammad Mohebi (8) dari Timnas Iran melakukan selebrasi setelah mencetak gol kedua timnya bersama Mehdi Ghayedi (10) selama pertandingan Grup G Piala Dunia antara Iran dan Selandia Baru di Inglewood, California, dekat Los Angeles, Selasa, 16 Juni 2026. (AP Photo/Mark J. Terrill)

Di tengah kritik yang muncul, Mohebi menegaskan tidak ada pesan khusus di balik selebrasinya.

"Pertama, saya ingin mengucapkan terima kasih kepada seluruh suporter Iran yang datang ke Los Angeles. Mereka menciptakan atmosfer yang luar biasa dalam pertandingan ini," kata Mohebi seperti dikutip The Mirror.

"Selebrasi itu muncul begitu saja saat momen pertandingan berlangsung. Saya melakukannya seperti ini," ujar Mohebi sambil memperagakan gerakan tangannya.

"Saya hanya ingin melakukannya untuk para suporter. Itu hanya selebrasi, tidak lebih dari itu," tegasnya.


Pesan Politik

Ramin Rezaeian (23) dari Timnas Iran melakukan selebrasi setelah mencetak gol pada pertandingan Grup G Piala Dunia antara Iran dan Selandia Baru di Inglewood, California, dekat Los Angeles, Selasa, 16 Juni 2026. (AP Photo/Andre Penner)

Sementara itu, rekan setimnya, Ramin Rezaeian, juga menjadi sorotan karena selebrasi yang dilakukan saat mencetak gol pertama Iran pada menit ke-32. Pemain berusia 36 tahun itu menarik jersey-nya hingga menutupi wajah setelah membobol gawang Selandia Baru.

Berbeda dengan Mohebi, Rezaeian mengakui selebrasinya memang mengandung pesan politik.

"Itu memang sesuatu yang bersifat politik," kata Rezaeian.

"Saya tidak ingin membahasnya. Kami berada di sini untuk menjawab pertanyaan tentang sepak bola. Jika ada masalah di antara kami, rakyat Iran, itu adalah urusan kami sendiri," lanjutnya.

Hasil imbang melawan Selandia Baru membuat Iran mengoleksi satu poin di Grup G. Pada laga berikutnya, Iran akan menghadapi Belgia pada 21 Juni sebelum berjumpa Mesir, lima hari kemudian.

 

Sumber: Give Me Sport