Bola.com, Jakarta - Kemenangan Timnas Inggris atas Kroasia pada laga pembuka Grup L Piala Dunia 2026 ternyata tidak lepas dari pesan tegas yang disampaikan Thomas Tuchel saat jeda pertandingan.
The Three Lions akhirnya mengamankan kemenangan 4-2 di Stadion Dallas berkat dua gol Harry Kane serta masing-masing satu gol dari Jude Bellingham dan Marcus Rashford.
Namun, hasil akhir itu tidak mencerminkan sepenuhnya jalannya pertandingan pada babak pertama.
Inggris sempat dua kali memimpin, tetapi gagal mempertahankan keunggulan. Kroasia mampu membalas setiap gol yang tercipta sehingga skor menjadi 2-2 saat turun minum.
Menurut Kane, momen jeda pertandingan menjadi titik balik yang mengubah arah laga.
"Saya pikir ini pertandingan yang berbeda antara babak pertama dan kedua. Pada babak pertama kami cukup baik," kata Kane kepada ITV.
"Kami sangat kecewa kebobolan dengan cara seperti itu. Saya rasa permainan kami menurun," imbuhnya.
Kane Bongkar Rahasia
Kapten Timnas Inggris itu kemudian mengungkapkan pesan yang disampaikan Tuchel di ruang ganti.
"Kredit untuk pelatih Dia memberikan pidato saat jeda dan mengatakan bahwa jika kami kalah, kami harus kalah dengan cara kami sendiri. Saya rasa itu terlihat dari cara kami memulai babak kedua," ungkapnya.
"Kami langsung bermain dengan intensitas penuh dan mereka tidak mampu mengimbanginya. Kredit untuk semua pemain pada laga pertama turnamen ini," ujar Kane.
Dalam wawancara terpisah dengan BBC Sport, penyerang Bayern Munchen tersebut menjelaskan bahwa Tuchel meminta para pemain meningkatkan tempo permainan dan mengambil inisiatif penuh dalam pertandingan.
"Pelatih mengatakan saat jeda agar kami meningkatkan tempo, bermain satu lawan satu dan benar-benar menekan mereka. Itulah yang kemudian terjadi."
"Anda bisa melihat performa terbaik kami, baik saat menguasai bola maupun tanpa bola. Dalam periode sekitar 20 menit pada babak kedua, kami sebenarnya bisa mencetak tiga atau empat gol," katanya.
"Kami melakukan apa yang perlu dilakukan dan menuntaskan pertandingan dengan baik," tambah bintang Tottenham Hotspur tersebut.
Isi Pesan
Tuchel juga menjelaskan isi pesannya kepada para pemain ketika diwawancarai ITV setelah pertandingan.
"Sekalipun kami kalah, itu tidak akan mengubah pandangan saya terhadap 17 hari terakhir, tetapi mari melakukannya dengan cara kami sendiri," ujar pelatih asal Jerman tersebut.
"Pada babak pertama kami terlalu fokus melindungi hasil. Kami seperti memiliki tujuh pemain di belakang, tetapi tidak benar-benar bertahan," ulasnya.
"Jika hasil akhirnya tidak berpihak kepada kami, kami tetap ingin bermain dengan identitas kami sendiri."
"Saya mencoba mendorong mereka untuk berani mengambil risiko," lanjutnya.
Dampak Seketika
Dampak dari pembicaraan di ruang ganti itu terlihat hampir seketika. Baru dua menit setelah babak kedua dimulai, Bellingham mencetak gol yang membawa Inggris kembali unggul 3-2.
Meski demikian, gelandang Real Madrid itu menegaskan bahwa suasana di ruang ganti tidak diwarnai amarah atau teriakan keras.
"Itu bukan situasi yang penuh drama, bukan juga seseorang berdiri lalu berteriak-teriak. Itu hanya apa yang dibutuhkan tim," kata Bellingham kepada ITV.
"Kami memiliki kelompok pemain yang matang dengan banyak pemimpin di dalamnya. Semua orang tahu standar permainan yang harus kami capai."
"Awal babak kedua memberi kami fondasi yang sangat baik untuk mengendalikan pertandingan," kata Bellingham.
Sumber: BBC