Liverpool Sudah Ditinggal 12 Pemain, 2 Nama Lagi Berpotensi Menyusul

Era Andoni Iraola dimulai. Liverpool sudah kehilangan 12 pemain dan bisa ditinggal dua nama lagi.

BolaCom | Aning JatiDiterbitkan 18 Juni 2026, 15:00 WIB
Ilustrasi Andoni Iraola, Liverpool. (Foto by ChatGPT)

Bola.com, Jakarta - Liverpool memasuki babak baru di bawah kepemimpinan Andoni Iraola. Namun, sebelum pelatih asal Spanyol itu mulai membentuk skuad sesuai visinya, The Reds lebih dulu mengalami eksodus pemain dalam jumlah cukup besar pada bursa transfer musim panas ini.

Sejauh ini, 12 pemain telah dipastikan meninggalkan Anfield. Jumlah tersebut bahkan masih berpotensi bertambah karena dua pemain lain dikabarkan sedang mempertimbangkan masa depannya di Anfield.

Advertisement

Satu di antara kepergian paling menonjol adalah Andy Robertson. Bek kiri yang telah lama menjadi bagian penting Liverpool itu hengkang ke Tottenham Hotspur dengan status bebas transfer dan kemudian menjalani debut Piala Dunia bersama Timnas Skotlandia.

Sebelumnya, Mohamed Salah juga telah mengumumkan keputusannya meninggalkan Liverpool. Penyerang asal Mesir itu memilih mengakhiri kontraknya lebih cepat demi mencari tantangan baru dalam kariernya.


Pemain Akademi Hengkang

Selebrasi bek Liverpool, Ibrahima Konate setelah mencetak gol ke gawang Benfica pada laga leg pertama perempatfinal Liga Champions 2021/2022 di Luz Stadium, Lisbon (5/4/2022). Ibrahima Konate didatangkan Liverpool dari RB Leipzig pada awal musim 2021/2022 dengan nilai transfer 40 juta euro. Masih menyisakan kontrak hingga 30 Juni 2026, hingga kini ia telah tampil dalam 53 laga di semua ajang dengan torehan 3 gol dan 1 assist. (AFP/Carlos Costa)

Nama lain yang hampir pasti berpisah dengan Liverpool adalah Ibrahima Konate. Bek asal Prancis tersebut terus dikaitkan dengan Real Madrid setelah negosiasi kontrak baru dengan Liverpool tidak mencapai kesepakatan.

Selain para pemain senior, Liverpool melepas sejumlah pemain akademi, yakni Kareem Ahmed, Emmanuel Airoboma, James Balagizi, DJ Bernard, Oakley Cannonier, Josh Davidson, Terence Miles, dan Jacob Poytress.

Dalam pengumuman resmi mengenai daftar pemain yang hengkang, Liverpool menyampaikan apresiasi atas kontribusi mereka selama berada di klub.

"Kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh pemain atas kontribusi yang telah diberikan dan mendoakan yang terbaik bagi masa depan mereka," tulis Liverpool.


Jones Masuk Radar Inter Milan

Curtis Jones dalam laga Liverpool vs Brentford di Liga Inggris, Minggu (24/5/2026). (Dok. Liverpool FC)

Daftar pemain yang meninggalkan Anfield kemungkinan belum berhenti sampai di situ.

Curtis Jones menjadi satu di antara nama yang santer disebut bisa meninggalkan klub masa kecilnya. Menurut Gazzetta dello Sport, Inter Milan telah mengajukan pendekatan kepada Liverpool untuk membahas kemungkinan transfer gelandang berusia 25 tahun tersebut.

Namun, proposal awal yang diajukan klub Serie A itu disebut belum memenuhi nilai yang diinginkan Liverpool.

Laporan yang sama menyebut Inter sangat serius mengejar Jones. Klub asal Kota Milan itu bahkan dikabarkan siap menjual Davide Frattesi ke Nottingham Forest guna membantu pendanaan transfer sang pemain.

Liverpool disebut mematok harga sekitar 35 juta paun untuk Jones, meski angka 25 juta paun diyakini masih bisa dipertimbangkan.


Chiesa Bisa Menyusul

Selebrasi Federico Chiesa usai mencetak gol bagi Liverpool ke gawang Bournemouth di Anfield, Sabtu (16/08/2025) dini hari WIB. (AP Photo/Ian Hodgson).

Federico Chiesa juga berada dalam situasi yang belum pasti. Pemain sayap Timnas Italia itu sebelumnya menegaskan bahwa dirinya membutuhkan menit bermain secara reguler.

Jika hal tersebut tidak bisa diberikan Iraola, ia membuka peluang untuk mencari klub baru.

"Saya ulangi lagi, saya ingin bermain. Jika saya tidak mendapatkan kontinuitas bermain di Premier League, saya harus mencari tempat lain," kata Chiesa kepada Gazzetta dello Sport.

"Saya hampir tidak bermain pada tahun pertama di Liverpool dan pada musim terakhir juga sangat sedikit."

"Saya akan mengikuti pemusatan latihan di Amerika Serikat, lalu berbicara dengan klub dan pelatih baru, Iraola. Setelah itu kita lihat saja," lanjutnya.

Chiesa menegaskan dirinya tidak menuntut jaminan sebagai pemain inti, tetapi ingin mendapatkan kesempatan yang adil untuk bersaing.

"Saya terbuka untuk segala kemungkinan. Yang terpenting adalah bermain. Saya tidak cukup arogan untuk mengatakan bahwa saya harus selalu menjadi starter. Saya siap berjuang memperebutkan tempat, di mana pun itu," ucapnya.

 

Sumber: Mirror

Berita Terkait