Laporan Langsung dari Amerika Serikat: Sempat Dikira Sepi, Suporter Prancis dan Senegal di Piala Dunia 2026 Pecah Banget!

Sempat Dikira Sepi, Suporter Prancis dan Senegal di Piala Dunia 2026 Pecah Banget!

BolaCom | Hery KurniawanDiterbitkan 18 Juni 2026, 19:45 WIB
Seorang suporter Prancis memberikan dukungan menjelang pertandingan Grup I Piala Dunia 2026 antara Prancis melawan Senegal di Stadion New York/New Jersey, East Rutherford, pada 16 Juni 2026. (TIMOTHY A. CLARY / AFP)

Bola.com, New Jersey - Timnas Prancis menghadapi Timnas Senegal dalam laga Grup I Piala Dunia 2026 di Metlife Stadium, Selasa (16/6/2026). Laga itu dimenangkan Les Bleus 3-1.

Jurnalis Bola.com, Hery Kurniawan hadir langsung di Metlife Stadium untuk melakukan peliputan pertandingan antara Timnas Prancis melawan Timnas Senegal.

Advertisement

Bola.com dan jurnalis dari media berbagai belahan dunia lain hadir di stadion empat jam sebelum sepak mula dilakukan. Kami perlu melakukan berbagai persiapan sebelum melakukan peliputan.

Menariknya, para jurnalis sempat mengira pertandingan Prancis Vs Senegal itu akan sepi. Sebab, hingga dua jam sebelum sepak mula, ring 1 Metlife Stadium masih tampak sepi.


Tetap Penuh

Para suporter mengangkat tangan mereka untuk menciptakan gelombang (wave) di tribune saat pertandingan Grup I Piala Dunia 2026 antara Prancis melawan Senegal di Stadion New York/New Jersey, East Rutherford, pada 16 Juni 2026. (MAURO PIMENTEL / AFP)

Faktanya lebih dari 80.000 pasang mata memadati tribun Metlife Stadium. Atmosfer stadion langsung memanas sejak peluit pertama dibunyikan.

Sepanjang babak pertama, suporter Senegal berulang kali bergemuruh dan membuat pendukung Prancis senyap. Peluang emas dari Nicolas Jackson yang membentur tiang gawang dan sepakan Ismaïla Sarr yang melambung tipis di atas mistar membuat tribun pendukung Senegal berteriak histeris.

Sebaliknya, kubu Prancis sempat dilingkupi rasa frustrasi. Protes keras bergemuruh dari bangku penonton ketika VAR membatalkan potensi penalti untuk Kylian Mbappe di awal laga. Ketegangan begitu terasa di wajah para pendukung Les Bleus yang menyaksikan timnya kesulitan membongkar pertahanan rapat Kalidou Koulibaly dkk.


Pecahnya Pesta Les Bleus dan Kegigihan Senegal

Kylian Mbappe #10 dari Prancis bereaksi setelah tantangan Sadio Mane #10 dari Senegal selama pertandingan Grup I Piala Dunia 2026 antara Prancis dan Senegal di Stadion New York New Jersey pada 17 Juni 2026 di East Rutherford, New Jersey. (Darrian Traynor/Getty Images melalui AFP)

Momen yang ditunggu-tunggu suporter Prancis akhirnya pecah pada menit ke-66. Ketika sepakan keras Kylian Mbappe merobek jala Edouard Mendy, MetLife Stadium bergetar hebat.

Suporter Prancis saling berpelukan, melempar bir ke udara, dan menyanyikan nama sang kapten yang malam itu resmi memecahkan rekor gol sepanjang masa Prancis melewati Olivier Giroud.

Pesta pendukung Prancis semakin meriah saat pemain pengganti, Bradley Barcola, mencetak gol kedua lewat chip cantik pada menit ke-82. Tribun barat stadion dipenuhi kibaran bendera triwarna Prancis yang tak henti-hentinya dikibarkan.

Namun, suporter Senegal menolak untuk tunduk begitu saja. Kegigihan mereka di tribun dihargai pada masa injury time (90+5') ketika remaja Paris Saint-Germain, Ibrahim Mbaye, memperkecil kedudukan menjadi 2-1.

Gol ini disambut histeria luar biasa dari suporter Senegal yang terus menabuh drum mereka dengan tempo cepat, memberikan suntikan semangat terakhir.Harapan Senegal untuk comeback langsung dipadamkan hanya semenit berselang lewat gol penutup Mbappé yang mengubah skor menjadi 3-1.

Saat peluit panjang berbunyi, para pendukung Prancis bersorak lega merayakan tiga poin perdana mereka di tanah Amerika.


Respek Setelah Pertandingan

Meski pertandingan berjalan sengit di lapangan, pemandangan setelah laga menunjukkan indahnya esensi Piala Dunia.

Di luar tribun, suporter Prancis dan Senegal tampak saling bertukar syal dan berfoto bersama di area concourse stadion.Yel-yel penyemangat diberikan suporter Prancis kepada pendukung Senegal yang tampil luar biasa sepanjang 90 menit.

Pendukung Singa Teranga pun membalas dengan senyuman dan tepuk tangan, bergegas bersiap memberikan dukungan total kembali pada laga kedua Grup I melawan Norwegia hari Senin depan.


Berita Terkait