Suporter Inggris Tanpa Tiket Bobol Keamanan dan Paksa Masuk Stadion di Piala Dunia 2026, FIFA Beri Tanggapan

Menurut sebuah laporan, seorang saksi melihat sekelompok suporter Timnas Inggris yang berani melenggang masuk dan menghindari pemeriksaan tiket dan keamanan saat laga kontra Kroasia di Piala Dunia 2026.

BolaCom | Radifa ArsaDiterbitkan 19 Juni 2026, 15:00 WIB
Suporter Inggris saat laga antara The Three Lions melawan Kroasia di Arlington, Texas, Rabu (17/6/2026) waktu setempat. (AP Photo/Julio Cortez)

Bola.com, Jakarta - FIFA akhirnya membuat pernyataan resmi mengenai temuan yang menyebut sejumlah suporter Inggris berhasil menembus barikade pengamanan dan masuk ke stadion tanpa tiket untuk menyaksikan laga kontra Kroasia di Piala Dunia 2026.

Hal itu dilaporkan terjadi saat Inggris berhasil menumbangkan Kroasia dengan skor 4-2 di AT&T Stadium, Texas, Kamis (18/6/2026) dini hari WIB.

Advertisement

Menurut laporan Daily Mail, seorang saksi melihat sekelompok suporter yang berani melenggang masuk dan menghindari pemeriksaan tiket dan keamanan.

"Ada celah besar di samping pembatas tiket dan orang-orang begitu saja melenggang lewat. Ada sukarelawan yang pada dasarnya adalah nenek-nenek tua dan mereka tidak menghentikan siapa pun,” kata saksi tersebut dikutip dari Daily Mail.

"Saya memindai tiket saya karena memilikinya, tetapi tidak ada yang memeriksa bendera atau trofi saya. Banyak orang langsung berjalan lewat begitu saja sementara yang lain melompati bagian atas pembatas. Celahnya sangat besar,” lanjutnya.

Operasi keamanan besar-besaran sebenarnya telah disiapkan untuk laga perdana Inggris di markas megah milik tim NFL Cowboys itu. Pihak berwenang menyatakan penembak jitu atau sniper telah ditempatkan di dalam stadion.

Sementara Departemen Kepolisian Arlington menjelaskan mereka telah mengerahkan ‘personel yang sangat terlatih dan sumber daya khusus’ untuk bertugas mengamankan lokasi pertandingan tersebut.

 
 

Nikmati liputan ekslusif Piala Dunia 2026 di Bola.com. Kami menyajikan berbagai liputan menarik, unik, dan analisis yang konferhensif dengan datang langsung ke Amerika Serikat. Klik link ini!

 

Jurnalis KLY Sports, Hery Kurniawan, peliput Piala Dunia 2026. (Multimedia KLY)


Tanggapan FIFA

Logo FIFA terlihat di dalam stadion setelah pertandingan Final Piala Dunia Antarklub 2025 antara Chelsea dan Paris Saint-Germain di Stadion MetLife pada 13 Juli 2025 di East Rutherford, New Jersey. (Luke Hales/Getty Images via AFP)

Meskipun ada kesaksian dari para saksi mata, seorang juru bicara FIFA menyebut bahwa pihaknya tak menemukan indikasi valid soal adanya penggemar yang memasuki stadion meskipun tak memiliki tiket.

"Pada tahap ini, kami tidak memiliki indikasi adanya penggemar yang memasuki stadion tanpa tiket pertandingan yang valid untuk laga yang bersangkutan,” kata seorang juru bicara FIFA menanggapi kabar tersebut.

Menurut data FIFA, jumlah penonton resmi yang tercatat untuk pertandingan tersebut adalah 70.389 orang, sedikit di bawah kapasitas resmi 70.649 kursi.

Masalah harga tiket untuk kompetisi ini memang telah menjadi salah satu topik yang paling hangat diperdebatkan menjelang dimulainya turnamen.


Tiket Pertandingan Mahal

Para pemain Timnas Inggris berbaris untuk menyanyikan lagu kebangsaan sebelum pertandingan Grup L Piala Dunia 2026 antara Inggris dan Kroasia di Stadion Dallas pada 17 Juni 2026 di Arlington, Texas. (Michael Steele/Getty Images melalui AFP)

Situasi ini dapat memicu kemarahan di kalangan ribuan suporter Inggris yang telah membayar harga sangat mahal demi mengubah stadion di Texas tersebut menjadi layaknya laga kandang bagi skuad asuhan Thomas Tuchel.

Awalnya, tiket masuk resmi laga Inggris kontra Kroasia dijual dengan harga antara 200 pound (sekitar Rp4,1 juta) hingga 526 pound (sekitar Rp10,9 juta), sementara tiket di pasar resale dijual berkali-kali lipat lebih mahal.

Namun, menyusul protes keras dari para penggemar, FIFA akhirnya berkomitmen untuk menyediakan 10 persen tiket per pertandingan dari alokasi tersebut dengan harga 45 pounds atau sekitar Rp930 ribu.

Sumber: Daily Mail, Mirror


Persaingan di Grup L

Berita Terkait