Bola.com, Jakarta - Timnas Meksiko menjadi tim pertama yang berhasil lolos ke babak gugur Piala Dunia 2026. Keberhasilan itu datang setelah mereka mengalahkan Korea Selatan 1-0 pada laga kedua Grup A Piala Dunia 2026.
Meksiko susah payah mengalahkan Korea Selatan lewat gol tunggal Luis Romo dalam laga ketat di Estadio Akron, Zapopan, Jumat (19/6/2026) pagi WIB.
Gol Luis Romo lahir pada menit ke-50, untuk memastikan Meksiko menjadi tim pertama yang melaju ke babak 32 besar Piala Dunia 2026.
Sebelumnya, Meksiko dengan perkasa menggasak Afrika Selatan dengan skor 3-0 pada laga pembuka. Praktis laga terakhir mereka berhadapan dengan Republik Ceko, sudah tak memberikan pengaruh apa pun bagi tim tuan rumah.
Ada yang menarik dari pertandingan pagi tadi antara Meksiko versus Korsel, yakni pandangan tertuju kepada seluruh pemain Meksiko dan para suporter di tribune penonton menjelang pertandingan.
Cara Menghormati Bangsa
Seluruh pemain dan para pendukung Meksiko meletakkan tangannya di dada, ketika sesi national anthem atau menyanyikan lagu kebangsaan menjelang sepak mula pertandingan.
Seluruh orang Meksiko di dalam stadion, berdiri bersama untuk membuat gerakan menantang yang mungkin terlihat aneh bagi orang lain. Mengapa pemain Meksiko meletakkan tangan mereka di dada mereka selama lagu kebangsaan?
"Ternyata gerakan itu dikenal sebagai saluldo a la bandera, yang berarti penghormatan ke bendera negara mereka. Orang Meksiko menggunakan ini sebagai kesempatan untuk menghormati negara mereka," demikian penjelasan dari Talk Sport.
Diatur dalam Undang-Undang
Gerakan tangan di dada dengan telapak tangan menghadap ke bawah, rupanya juga diatur dalam Undang-Undang (UU) di negara Meksiko. Terlebih digunakan secara khusus di kegiatan olahraga.
Hal itu tertuang dalam Undang-Undang negara Meksiko pasal 14.
"Salute sipil untuk Bendera Meksiko akan dilakukan dalam posisi lurus, menempatkan tangan kanan secara memanjang di dada, dengan telapak menghadap ke bawah ke tempat jantung berada," lanjut pemberitaan Talk Sport.
Laga yang Sulit
Sementara itu, pelatih Timnas Meksiko, Javier Aguirre mengakui sangat sulit untuk bisa mengalahkan Korsel. Meksiko yang punya keuntungan bermain di hadapan pendukung sendiri, tidak serta merta menang mudah.
Nyatanya tekanan Meksiko dapat dimentahkan oleh pemain Korsel yang sangat solid, disiplin, dan tak kalah determinasi dalam menyerang. Tiga peluang emas Korsel juga nyaris menjebol gawang Raul Rangel.
"Pertandingan ini sulit. Kami sangat mengenal mereka. Mereka memberi kami banyak tekanan. Mereka tidak memberi kami ruang, begitu pula sebaliknya," ujar Javier Aguirre.
"Pada akhirnya, rasanya satu kesalahan akan selalu membuat perbedaan, entah menang atau kalah. Ini bukan pertandingan yang bagus, dan lawan tidak memberi kami banyak ruang untuk berbuat," lanjutnya.
Sumber: Talk Sport