Bola.com, Jakarta - Penyerang Timnas Swedia, Alexander Isak, mendapat dukungan penuh dari pelatihnya, Graham Potter, jelang laga penting melawan Belanda di Grup F Piala Dunia 2026.
Potter menilai Isak akan terus berkembang sepanjang turnamen dan menjadi ancaman yang semakin besar bagi lini pertahanan lawan.
Pernyataan itu muncul setelah sang striker menunjukkan performa menjanjikan saat Swedia menghancurkan Tunisia dengan skor 5-1 pada pertandingan pembuka.
Musim 2025/2026 bukanlah periode yang mudah bagi Isak. Setelah diboyong Liverpool FC dari Newcastle United dengan nilai transfer fantastis sebesar 125 juta pound, pemain berusia 26 tahun itu kerap diganggu masalah kebugaran dan kesulitan menemukan performa terbaiknya.
Namun, di laga melawan Tunisia, Isak kembali memperlihatkan kualitasnya dengan mencetak satu gol dan menyumbang dua assist.
Potter Yakin Performa Isak Belum Mencapai Puncaknya
Meski tampil impresif di laga perdana, Potter menegaskan Isak masih belum berada dalam kondisi terbaiknya.
“Alex menjalani musim yang cukup terganggu. Kebanyakan pemain membutuhkan waktu dan sejumlah pertandingan untuk kembali mencapai level tertinggi mereka, sehingga kami harus membangun kondisinya secara bertahap,” ujar Potter.
Potter juga meyakini masih banyak potensi yang bisa ditunjukkan mantan striker Newcastle tersebut.
“Saya pikir masih ada lebih banyak yang akan datang darinya. Dia belum berada di level maksimalnya, tetapi dengan kualitas dan karakteristik yang dimilikinya, dia tetap mampu memberikan pengaruh besar dalam pertandingan,” lanjutnya.
Potter bahkan memperingatkan lawan-lawan Swedia bahwa Isak akan menjadi semakin berbahaya seiring berjalannya turnamen. “Saya pikir dia akan semakin kuat dan semakin kuat sepanjang turnamen ini berlangsung.”
Senyum Isak Kembali, Swedia Petik Dampaknya
Selain aspek teknis, Potter menilai faktor kebahagiaan menjadi kunci kebangkitan Isak. Pada musim pertamanya bersama Liverpool, Isak hanya tampil dalam 14 pertandingan Premier League dan mencetak tiga gol.
Catatan tersebut jauh di bawah ekspektasi yang mengiringi transfer mahalnya. Namun, saat membela Swedia, Potter melihat sosok pemain yang kembali menikmati sepak bola.
“Hal terpenting bagi Alex adalah dia menikmati apa yang dilakukannya. Dia senang berada bersama tim dan para pemain lainnya,” ujar Potter.
“Dia bermain dengan senyum di wajahnya. Jika itu terjadi, maka dia adalah pemain yang luar biasa,” lanjutnya.
Kebangkitan Isak juga didukung oleh duet tajam bersama penyerang Viktor Gyokeres yang turut mencetak gol saat menghadapi Tunisia.
Duel Panas Menanti Saat Hadapi Belanda
Laga melawan Belanda di Houston diprediksi akan menghadirkan sejumlah duel menarik. Salah satu yang paling dinantikan adalah pertemuan Isak dengan kapten Belanda sekaligus rekan setimnya di Liverpool, Virgil van Dijk.
Selain Van Dijk, Belanda juga diperkuat beberapa pemain Liverpool lainnya seperti Cody Gakpo dan gelandang Ryan Gravenberch.
Kemenangan besar atas Tunisia memunculkan sikap optimistis Swedia bisa melangkah jauh di Piala Dunia 2026. Namun, Potter memilih tetap realistis.
“Kami tahu masih dalam proses berkembang dan terus membaik. Kami memang telah mengambil satu langkah maju, tetapi kenyataannya kami baru memainkan satu pertandingan. Hanya itu,” ujarnya.
Bagi Potter, ujian sesungguhnya akan datang saat Swedia menghadapi Belanda, pertandingan yang dapat menjadi penentu arah perjalanan mereka di Grup F.
Sumber: France24