Timnas Amerika Serikat Tetap Membumi usai Lolos ke Babak Gugur Piala Dunia 2026, Folarin Balogun: Mengalir Saja

Bermain di Lumen Field, Seattle, pasukan Mauricio Pochettino menang melalui gol bunuh diri pemain Australia, Cameron Burgess, dan tandukan Alex Freeman.

BolaCom | Vincentius AtmajaDiterbitkan 20 Juni 2026, 09:30 WIB
Selebrasi Amerika Serikat saat menjebol gawang Australia di laga kedua Piala Dunia 2026 (AFP)

Bola.com, Jakarta - Timnas Amerika Serikat (AS) menyusul Meksiko untuk lolos ke 32 besar Piala Dunia 2026. AS menang meyakinkan 2-0 atas Australia pada laga kedua Grup B Piala Dunia 2026, Sabtu (20/6/2026) pagi WIB.

Bermain di Lumen Field, Seattle, pasukan Mauricio Pochettino menang melalui gol bunuh diri pemain Australia, Cameron Burgess, dan tandukan Alex Freeman.

Advertisement

Amerika Serikat unggul cepat dalam pertandingan ini. Saat laga baru berjalan 11 menit, tim tuan rumah Piala Dunia 2026 ini mendapatkan angka lewat gol bunuh diri yang dilakukan Cameron Burgess yang berusaha memotong umpan silang mendatar Folarin Balogun.

AS mampu menggandakan keunggulan menjadi 2-0 sebelum 45 menit pertama berakhir. Tepatnya pada menit ke-43, Alex Freeman memaksimalkan bola deflected untuk mencetak gol tambahan bagi Amerika Serikat lewat tandukan kepala.

Dengan kemenangan ini, Timnas AS kukuh di puncak klasemen Grup B dengan nilai enam, mengungguli ketiga pesaingnya. Tiket lolos ke babak gugur juga sudah di tangan.

Nikmati liputan ekslusif Piala Dunia 2026 di Bola.com. Kami menyajikan berbagai liputan menarik, unik, dan analisis yang konferhensif dengan datang langsung ke Amerika Serikat. Klik link ini!

 

Jurnalis KLY Sports, Hery Kurniawan, peliput Piala Dunia 2026. (Multimedia KLY)

 
 

Tak Ubah Strategi

Pemain Timnas Amerika Serikat merayakan gol yang dicetak Alex Freeman (16), dalam laga kontra Australia pada pertandingan kedua Grup D Piala Dunia 2026 di Seattle, Sabtu (20/6/2026) dini hari WIB. (AP Photo/Manu Fernandez)

Striker Timnas AS, Folarin Balogun memberi komentar mengenai kunci keberhasilan Timnas AS mengamankan poin penuh atas Australia.

Menurutnya, The Stars and Stripes (julukan AS) masih melakukan taktik yang sama ketika menggasak Paraguay 4-1 di pertandingan pertama.

Permainan AS yang disiplin, solid, dan penuh determinasi memberi andil dalam kemenangan ini. AS unggul penguasaan bola hingga 62 persen, kemudian punya 10 kali tembakan dengan dua di antaranya tepat sasaran dan semuanya menjadi gol.

"Kami ingin memulai dengan cepat seperti saat melawan Paraguay dan itu membuat pertandingan jauh lebih mudah. Mampu membalas kepercayaan para penggemar di panggung terbesar sangat berarti bagi saya," tutur Balogun.

"Selanjutnya kami akan beristirahat dan memulihkan diri. Kami masih ingin memenangkan pertandingan berikutnya melawan Turki. Yang terpenting adalah kami tetap rendah hati, dan saya yakin kami dapat melakukan hal-hal baik di setiap pertandingannya," tegasnya.


Memuaskan

Selebrasi Amerika Serikat saat menjebol gawang Australia di laga kedua Piala Dunia 2026 (AFP)

Sementara itu, pelatih Timnas AS, Mauricio Pochettino, makin puas melihat perkembangan permainan timnya. Mengalahkan Austria tanpa kebobolan, menjadi bekal mereka untuk menyambut babak gugur.

Ia bangga dengan perjuangan para pemain AS, meski tanpa diperkuat Christian Pulisic yang masih cedera. Penguasaan bola dan lebih sering memberi tekanan ke pertahanan Australia diakuinya menjadi faktor kemenangan AS pagi tadi.

"Saya pikir itu pertandingan yang fantastis, babak pertama yang sangat bagus. Saya pikir kami mendominasi pertandingan. Kami menganggap Australia akan menjadi pertandingan sulit sejak hasil pembagian grup bulan Desember lalu," tuturnya.

"Mustahil memainkan Pulisic dengan kondisi masih cedera, terbukti jika ingin menang, kami membutuhkan kerja keras seluruh tim," jelas Pochettino.


Tak Berkutik

Tony Popovic (c) Aleksandar Jason/Socceroos

Terpisah, juru taktik Australia, Tony Popovic mengakui kekalahan timnya dari AS. Menurutnya, tuan rumah layak menang dengan memanfaatkan keuntungan bermain di rumah sendiri dengan daya adaptasi yang jauh lebih baik dari timnya.

:Saya tidak tahu apakah itu karena suasana pertandingan, tetapi kami terlihat lesu, kaki terasa berat. Mereka lebih cepat, mereka lebih kuat, mereka memenangkan setiap duel, setiap bola kedua, dan ketika Anda melakukan itu, sangat sulit untuk mendapatkan momentum, dan kemudian kami kebobolan dua gol mudah," ujar Popovic.

"Saya pikir reaksi di babak kedua sangat luar biasa. Menghadapi kebisingan di sini, melawan negara tuan rumah, saya pikir para pemain menunjukkan betapa bagusnya mereka di babak kedua," tandasnya.

Sumber: FIFA


Persaingan Grup D Piala Dunia 2026

Berita Terkait