Amerika Serikat Menolak Melonggarkan Pembatasan Perjalanan Timnas Iran untuk Hadapi Belgia di Piala Dunia 2026

Meskipun pihak Iran mengancam akan mengajukan keluhan resmi kepada FIFA, pemerintah AS menegaskan bahwa aturan yang berlaku saat ini tidak akan diubah untuk sementara waktu.

BolaCom | Benediktus Gerendo PradigdoDiterbitkan 21 Juni 2026, 09:15 WIB
Ramin Rezaeian (23) dari Iran merayakan golnya bersama rekan-rekan setimnya setelah mencetak gol dalam pertandingan Grup G Piala Dunia antara Iran dan Selandia Baru di Inglewood, California, dekat Los Angeles, Selasa, 16 Juni 2026. (AP Photo/Andre Penner)

Bola.com, Jakarta - Timnas Iran masih harus menghadapi pembatasan perjalanan ketat selama menjalani pertandingan Piala Dunia 2026 di Amerika Serikat.

Meskipun pihak Iran mengancam akan mengajukan keluhan resmi kepada FIFA, pemerintah AS menegaskan bahwa aturan yang berlaku saat ini tidak akan diubah untuk sementara waktu.

Advertisement

Direktur Eksekutif Gugus Tugas Gedung Putih untuk Piala Dunia 2026, Andrew Giuliani, mengatakan rencana perjalanan tim Iran tetap berjalan sesuai ketentuan yang telah ditetapkan sebelumnya.

Berdasarkan aturan tersebut, skuad Iran hanya diperbolehkan memasuki wilayah Amerika Serikat dalam waktu 24 jam sebelum pertandingan dan harus segera kembali ke markas latihan mereka di Tijuana, Meksiko, setelah laga berakhir.

Kebijakan ini memicu ketidakpuasan dari kubu Iran. Pelatih Iran, Amir Ghalenoei, bahkan menyebut timnya sebagai “tim yang paling tertindas di seluruh Piala Dunia."

 
 

Iran Harus Langsung Kembali ke Meksiko Setelah Bertanding

Pendukung Timnas Iran saat mendukung negaranya menghadapi Selandia Baru pada laga Grup G Piala Dunia 2026 di Los Angeles Stadium, Rabu (16/06/2026) pagi WIB. Pada pertandingan tersebut, Iran bermain imbang 2-2 kontra Selandia Baru. (AFP/Etienne Laurent)

Kontroversi muncul setelah pertandingan pertama Iran melawan Selandia Baru pada matchday pertama Piala Dunia 2026. Pertandingan yang berlangsung di California itu berakhir sekitar pukul 20.00 waktu setempat.

Namun, hanya beberapa jam setelah peluit panjang dibunyikan, delegasi Iran langsung meninggalkan Amerika Serikat dan kembali ke Tijuana.

Keputusan tersebut menuai kritik karena para pemain tidak memiliki waktu pemulihan yang biasanya diberikan setelah pertandingan internasional.

Ghalenoei mengungkapkan sebelumnya tim asuhannya berharap bisa menginap semalam di California agar para pemain dapat menjalani proses pemulihan fisik secara normal sebelum kembali ke markas mereka.

Selain itu, Iran juga sempat menghadapi persoalan visa, ketika visa pemain sayap Mehdi Torabi kedaluwarsa setelah laga pertama.

Namun pihak tim memastikan masalah tersebut telah diselesaikan setelah Torabi memperoleh visa baru dengan izin masuk berkali-kali ke wilayah Amerika Serikat.


AS Tegaskan Aturan Masih Berlaku untuk Laga Kontra Belgia

Belgia vs Iran di Piala Dunia 2026. (Bola.com/Multimedia KLY)

Pembatasan yang sama akan tetap diterapkan saat Iran menghadapi Belgium dalam laga Grup G. Tim Iran dijadwalkan tiba di Los Angeles pada Sabtu malam, sekitar 24 jam sebelum pertandingan dimulai.

Setelah laga selesai, mereka kembali akan terbang menuju Tijuana. Giuliani menjelaskan bahwa kebijakan tersebut masih terus dievaluasi dan situasi dapat berubah menjelang pertandingan ketiga Iran melawan Egypt di Seattle.

“Situasinya dinamis. Saat ini kami memiliki rencana yang sudah berjalan. Setelah pertandingan melawan Belgia, mereka akan kembali ke Tijuana dengan penerbangan sekitar 27 menit," ujar Giuliani.

"Setelah itu kami akan melakukan diskusi mengenai pengaturan untuk pertandingan ketiga,” lanjutnya.

Ia juga menilai keputusan memindahkan markas latihan Iran dari Tucson ke Tijuana justru menguntungkan semua pihak karena memperpendek waktu perjalanan menuju Los Angeles.


AS Prioritaskan Keamanan Turnamen

Giuliani menegaskan seluruh kebijakan yang diterapkan bertujuan menjaga keamanan selama berlangsungnya Piala Dunia 2026.

Menurutnya, semua pemain dan pelatih Iran telah menerima visa yang diperlukan. Namun, beberapa ofisial tim tidak mendapatkan izin masuk karena adanya informasi yang menjadi pertimbangan pihak berwenang AS.

“Kami ingin memastikan Piala Dunia menjadi turnamen yang luar biasa, di mana semua orang merasa diterima dan menikmati kompetisi ini. Namun, kami juga harus memastikan keamanan warga Amerika Serikat dan seluruh pengunjung internasional yang datang ke sini,” ujarnya.

Meski demikian, Giuliani menegaskan hingga saat ini tidak ada ancaman kredibel terhadap penyelenggaraan turnamen.

“Komunitas intelijen kami bekerja sangat intensif sejak awal tahun ini. Kami melakukan koordinasi setiap jam, tetapi saat ini tidak ada ancaman yang dapat dipercaya terhadap turnamen,” ujarnya.

Ia juga menyebut 10 hari pertama penyelenggaraan Piala Dunia berjalan sesuai rencana dan merasa puas karena perhatian publik lebih banyak tertuju pada kualitas pertandingan di lapangan dibanding isu-isu di luar sepak bola.

Sumber: Al Jazeera


Persaingan di Grup G Piala Dunia 2026

Berita Terkait