Anggaran Pelatnas Multiyears Hadirkan Kepastian untuk Pembinaan Atlet, PSOI Apresiadi Dukungan Presiden dan Inisiatif Menpora

Konsep ini dinilai menjadi langkah strategis dalam memperkuat pembinaan atlet secara berkelanjutan demi meraih prestasi di level internasional.

BolaCom | Benediktus Gerendo PradigdoDiterbitkan 21 Juni 2026, 16:45 WIB
Dengan hasil ini, Rio belum berhasil langsung lolos ke babak ketiga atau 16 besar. Sebab, hanya peselancar yang menempati peringkat pertama saja yang berhak langsung lolos ke babak ketiga tersebut. (AFP/Jerome Brouillet)

Bola.com, Jakarta - Persatuan Selancar Ombak Indonesia (PSOI) menyambut positif dukungan Presiden Prabowo Subianto dan Menpora Erick Thohir terkait kebijakan anggaran multiyears untuk program pemusatan latihan nasional (Pelatnas).

Konsep ini dinilai menjadi langkah strategis dalam memperkuat pembinaan atlet secara berkelanjutan demi meraih prestasi di level internasional.

Advertisement

Ketua Umum PSOI, Pandu Sjahrir, sangat mengapresiasi bentuk perhatian pemerintah terhadap pengembangan olahraga prestasi melalui dukungan anggaran multiyears.

“Tentu PSOI sangat mengapresiasi langkah Presiden. Ini sangat baik dan penting bagi atlet, karena pembinaan dilakukan secara berkesinambungan hingga mereka meraih prestasi," ujar Pandu, Sabtu (20/6/2026).

"Ini merupakan bentuk investasi jangka panjang bagi atlet, sekaligus untuk mencetak generasi atlet masa depan. Saya bangga dan tentunya berterima kasih atas dukungan ini,” lanjutnya.


Pentingnya Pembinaan Jangka Panjang

Pandu Sjahrir calon ketum baru PSOI

Pria yang juga menjabat sebagai Chief Investment Officer (CIO) Danantara itu menyebut keberhasilan program pembinaan tidak hanya bergantung kepada ketersediaan anggaran, tetapi juga harus ditopang fasilitas latihan yang memadai.

“Ini adalah langkah yang amat baik dan tentunya harus didukung dengan instruktur serta fasilitas yang bagus agar atlet dapat berkembang secara optimal,” katanya.

Pandu menegaskan pembinaan jangka panjang sangat penting bagi cabang olahraga selancar ombak yang membutuhkan proses pengembangan atlet secara berkelanjutan.

Dia mencontohkan PSOI berhasil mengirimkan atlet ke ajang Olimpiade dalam dua edisi berturut-turut, yakni Olimpiade Tokyo 2020 dan Olimpiade Paris 2024.

“PSOI berhasil mengirimkan atlet ke dua Olimpiade berturut-turut, di Jepang dan Paris. Kami yakin dengan pembinaan jangka panjang, atlet selancar Indonesia terus meningkatkan performanya dan mampu bersaing di level dunia,” jelas Pandu.


Persiapan Asian Games 2026 dan Olimpiade 2028

Atlet selancar ombak Indonesia, Rio Waida, meminta maaf karena tidak bisa memberikan yang terbaik di Olimpiade Paris 2024. Dia juga seperti mati rasa, dan mengaku menyesal telah membuat banyak orang sedih. (AP Photo/Gregory Bull)

Ke depan, PSOI akan memfokuskan persiapan atlet untuk menghadapi sejumlah agenda penting, termasuk Asian Games 2026 dan Olimpiade Los Angeles 2028.

“Dalam waktu dekat, fokus kami adalah Asian Games dan kemudian Olimpiade 2028. Target kami tentu menjadi yang terbaik, meraih medali," ujar Pandu.

"Untuk mencapai tujuan tersebut, para atlet harus mendapatkan kesempatan mengikuti berbagai kejuaraan sebagai bagian dari proses pembinaan dan peningkatan prestasi,” lanjutnya.

PSOI optimistis dukungan pemerintah melalui skema anggaran multiyears akan memberikan kepastian program pembinaan, sehingga atlet dapat menjalani persiapan lebih terukur dan berkesinambungan dalam menghadapi kompetisi internasional.