Bola.com, Jakarta - Timnas Iran menjaga peluang lolos ke fase gugur Piala Dunia 2026 setelah bermain imbang tanpa gol melawan Belgia dalam laga Grup G yang berlangsung di Los Angeles, Senin (22/6/2026) dini hari WIB.
Hasil tersebut membuat Iran belum terkalahkan dalam dua pertandingan pertama Piala Dunia 2026.
Sebelumnya, mereka juga meraih hasil imbang pada laga pembuka melawan Selandia Baru, sehingga kini masih memiliki peluang untuk mencatat sejarah dengan melaju ke babak gugur Piala Dunia untuk kali pertama.
Pelatih Iran, Amir Ghalenoei, menilai pencapaian timnya sangat istimewa mengingat berbagai tantangan yang harus mereka hadapi sejak tiba di turnamen.
“Ini adalah pencapaian yang luar biasa. Kami menjalani dua pertandingan Piala Dunia tanpa kalah dalam kondisi yang kami hadapi,” kata Ghalenoei.
Kendala Perjalanan dan Visa Tak Menghalangi Perjuangan Iran
Sepanjang turnamen, Timnas Iran harus menghadapi berbagai pembatasan perjalanan dan visa saat bertanding di wilayah Amerika Serikat.
Menurut Ghalenoei, timnya bahkan memiliki waktu yang sangat terbatas untuk melakukan persiapan jelang laga melawan Belgia karena tidak diizinkan datang lebih awal dari kamp latihan mereka di Meksiko.
“Kami memiliki waktu kurang dari 16 jam untuk berlatih sebelum pertandingan. Ini adalah pencapaian besar dan akan tercatat dalam sejarah sepak bola kami. Generasi mendatang akan membicarakan hal ini,” ujar Ghaalenoei.
Pelatih berusia 63 tahun itu menegaskan tidak banyak tim di dunia yang mampu tampil kompetitif dalam situasi seperti yang dialami Iran.
“Saya rasa tidak ada banyak tim di dunia yang bisa menghadapi kondisi seperti ini dan tetap bermain seperti yang kami lakukan. Kondisinya sangat sulit bagi kami,” lanjutnya.
Dukungan Suporter Jadi Suntikan Semangat
Sebelum pertandingan dimulai, lagu kebangsaan Iran sempat mendapat cemoohan dari sebagian komunitas diaspora Iran di Los Angeles yang menentang pemerintahan di negara tersebut.
Meski demikian, Ghalenoei mengungkapkan rasa terima kasihnya kepada mayoritas pendukung Iran yang hadir di stadion dan memberikan dukungan penuh kepada tim.
“Saya ingin berterima kasih kepada seluruh rakyat Iran, dengan berbagai pandangan politik berbeda. Mereka mendukung kami dan memberikan energi kepada kami,” ujarnya.
Pelatih Iran juga mengakui timnya cukup beruntung bisa meraih satu poin setelah Belgia tetap mampu memberikan tekanan meski harus bermain dengan 10 orang usai kartu merah yang diterima Nathan Ngoy pada menit ke-66.
“Para pemain kami memberikan segalanya. Mereka bermain dengan hati mereka.”
Laga Kontra Mesir Jadi Penentuan
Persaingan di Grup G Piala Dunia 2026 masih terbuka lebar dan Iran kini mengalihkan fokus ke pertandingan terakhir melawan Mesir di Seattle pada Jumat mendatang.
Setidaknya satu poin dibutuhkan Iran untuk menjaga peluang lolos ke fase berikutnya. Ghalenoei menyadari bahwa Mesir merupakan lawan yang sangat berbahaya dan meminta timnya segera mempersiapkan diri.
“Besok kami harus fokus pada pertandingan melawan Mesir. Mesir adalah tim yang sangat kuat dan memiliki banyak pemain berkualitas. Tujuan utama kami adalah lolos ke babak berikutnya,” ujarnya.
Gelandang senior Timnas Iran, Alireza Jahanbakhsh, juga memuji semangat juang rekan-rekannya sepanjang turnamen. Ia berharap pengalaman pahit di Piala Dunia sebelumnya, ketika Iran gagal lolos setelah kalah tipis dari Amerika Serikat pada laga terakhir fase grup, dapat menjadi pelajaran berharga.
“Pada Piala Dunia sebelumnya kami sudah berusaha melakukan yang terbaik, tetapi gagal pada saat-saat terakhir. Sekarang yang terpenting adalah memulihkan kondisi dengan baik dan memastikan kami siap menghadapi pertandingan berikutnya.”
Dengan dua hasil imbang dari dua laga, nasib Iran kini akan ditentukan dalam duel penutup Grup G melawan Mesir, pertandingan yang berpotensi menjadi salah satu laga paling menentukan dalam sejarah sepak bola negara tersebut.
Sumber: France24