Mengulik Alasan Spanyol Mengambil Risiko Memainkan Lamine Yamal saat Bungkam Arab Saudi di Piala Dunia 2026

Pelatih Luis de la Fuente memasukkan Lamine Yamal ke dalam starting XI meski sang bintang muda masih dalam proses pemulihan cedera hamstring.

BolaCom | Benediktus Gerendo PradigdoDiterbitkan 22 Juni 2026, 13:30 WIB
Bintang Spanyol Lamine Yamal merayakan gol ke gawang Arab Saudi pada laga Grup H Piala Dunia 2026 di Atlanta Stadium, Senin (22/6/2026) dini hari WIB. (AFP/Justin Setterfield)

Bola.com, Jakarta - Timnas Spanyol mengambil keputusan berani menjelang laga krusial Grup H Piala Dunia 2026 melawan Saudi Arabia, Minggu (21/6/2026) malam WIB.

Pelatih Luis de la Fuente memasukkan Lamine Yamal ke dalam starting XI meski sang bintang muda masih dalam proses pemulihan cedera hamstring.

Advertisement

Lamine Yamal sebelumnya hanya tampil sebagai pemain pengganti saat Spanyol secara mengejutkan ditahan imbang 0-0 oleh Cape Verde pada laga pembuka.

Kini, dalam pertandingan yang dianggap wajib dimenangkan, De la Fuente memilih mengambil risiko dengan memainkan pemain berusia 18 tahun tersebut sejak menit pertama.

Keputusan itu menunjukkan betapa penting peran Yamal dalam upaya La Roja meraih kemenangan perdana di turnamen.


Hasil Imbang Lawan Tanjung Verde Ungkap Kelemahan Spanyol

Kapten Timnas Spanyol, Rodri, berebut bola dengan pemain Tanjung Verde, Dailon Livramento, dalam laga Grup H Piala Dunia 2026 di Atlanta Stadium, Senin (15/6/2026) malam WIB. (Justin Setterfield/Getty Images/AFP)

Spanyol memasuki laga melawan Arab Saudi dengan tekanan besar setelah gagal memanfaatkan dominasi permainan saat menghadapi Tanjung Verde.

Tanpa kehadiran Yamal sejak awal pertandingan, lini serang Spanyol kesulitan membongkar pertahanan lawan yang bermain disiplin dan rapat.

Kreativitas dan kemampuan individu yang biasanya menjadi pembeda tidak terlihat sepanjang sebagian besar pertandingan. Ketika Yamal masuk pada pertengahan babak kedua, para pendukung Spanyol langsung memberikan sambutan meriah.

Kehadirannya membawa energi baru dan meningkatkan ancaman serangan tim, meski pada akhirnya gagal menghasilkan gol kemenangan.

Penampilan tersebut semakin memperkuat keyakinan bahwa Spanyol sangat membutuhkan sosok Yamal untuk menghadapi lawan-lawan yang bermain defensif.


Ketergantungan Spanyol pada Sang Bintang Muda

Pemain Spanyol Lamine Yamal merayakan gol dalam laga Grup H Piala Dunia 2026 antara Spanyol vs Arab Saudi di Atlanta, Minggu, 21 Juni 2026. (AP Photo/Butch Dill)

Nama Lamine Yamal tercantum dalam trio lini depan bersama Alex Baena dan Mikel Oyarzabal untuk pertandingan di Atlanta.

Sementara itu, Nico Williams yang juga mengalami masalah hamstring pada akhir musim lalu masih memulai pertandingan dari bangku cadangan.

Keputusan memainkan Yamal sejak awal memperlihatkan bahwa De la Fuente menilai risiko kehilangan kreativitas lebih besar dibanding risiko terkait kondisi fisik pemain Barcelona tersebut.

Jika gagal mengalahkan Arab Saudi, Spanyol akan berada dalam situasi sulit karena harus mengejar hasil positif saat menghadapi Uruguay pada laga terakhir fase grup.


Lamine Yamal Akui Belum Siap Bermain 90 Menit Penuh

Lamine Yamal dari Spanyol terlihat sebelum dimulainya babak kedua dalam pertandingan Grup H Piala Dunia FIFA 2026 antara Spanyol dan Arab Saudi di Stadion Atlanta, pada 21 Juni 2026 di Atlanta, Georgia. (Foto: Justin Setterfield/Getty Images/AFP)

Meski dipercaya tampil sebagai starter, Yamal mengakui bahwa kondisi fisiknya belum sepenuhnya ideal untuk bermain sepanjang pertandingan.

Pemain yang finis sebagai runner-up Ballon d'Or 2025 itu menegaskan bahwa dirinya masih menjalani proses adaptasi setelah pulih dari cedera.

“Masih terlalu cepat. Tidak perlu terburu-buru,” ujar Yamal.

“Saya sedang menjalani proses adaptasi. Ini bukan saat yang tepat untuk bermain penuh selama 90 menit, tetapi saya bisa bermain selama apa pun yang diinginkan pelatih,” lanjutnya.

Lamine Yamal juga menegaskan Spanyol memiliki banyak pemain berkualitas sehingga tidak perlu memaksakan dirinya kembali terlalu cepat.

“Kami tidak terburu-buru. Kami memiliki skuad yang luar biasa dengan pemain-pemain level tertinggi dan kami harus menjalani semuanya dengan tenang,” ujarnya.

Meski demikian, keputusan memainkan Yamal sejak awal menunjukkan bahwa Spanyol sangat membutuhkan sentuhan magis sang wonderkid untuk mengamankan kemenangan penting dan menjaga peluang melaju jauh di Piala Dunia 2026.

Sumber: Sport Illustrated


Persaingan di Grup H Piala Dunia 2026

Berita Terkait