Piala Dunia 2026: Michael Owen Sebut Ronaldo Bakal Bungkam Kritik dengan Hattrick ke Gawang Uzbekistan!

Mantan bintang Timnas Inggris, Michael Owen, mencoba menengahi masalah yang menimpa superstar Portugal, Cristiano Ronaldo.

BolaCom | Vincentius AtmajaDiterbitkan 22 Juni 2026, 17:45 WIB
Pemain Portugal, Cristiano Ronaldo beraksi dalam pertandingan melawan RD Kongo di Piala Dunia 2026, Kamis (18/6/2026) dini hari WIB. (AP Photo/Ashley Landis)

Bola.com, Jakarta - Mantan bintang Timnas Inggris, Michael Owen, mencoba menengahi masalah yang menimpa superstar Portugal, Cristiano Ronaldo. Kapten Timnas Portugal itu dihujani kritik, buntut hasil minor Portugal di laga pertama fase grup Piala Dunia 2026.

Cristiano Ronaldo ikut bermain kala tim Selecao das Quinas melawan Republik Demokratik Kongo, Kamis (18/6/2026) dini hari WIB. Hasil akhirnya kedua tim berbagi angka 1-1.

Advertisement

Pelatih Roberto Martinez memasang Ronaldo menjadi starter sebagai ujung tombak, dan tak tergantikan sepanjang laga 90 menit lebih. Portugal memetik keunggulan saat laga baru berjalan enam menit melalui gol Joao Neves.

Namun, Kongo bangkit dengan membalas kedudukan menjadi 1-1 lewat gol sundulan kepala Yoane Wissa di pengujung babak pertama. Sorotan tertuju terhadap penampilan Cristiano Ronaldo.

Penampilan Ronaldo menuai banyak kritikan, setelah hanya menyentuh bola sebanyak 25 kali. Tiga tembakan yang akhirnya dilepaskan sang megabintang semuanya meleset dari sasaran. Ia sama sekali tidak mengancam gawang lawan. Ia juga tak menciptakan peluang sama sekali untuk rekan-rekannya.

 


Jangan Dikritik!

CR7 juga gagal mencatatkan gol, assist, maupun kreasi peluang dan dribel sukses. Tiga tembakan yang dilepaskannya nihil hasil, dengan dua tendangan pada menit ke-68 dan ke-73 melenceng ke kanan. (Lars Baron/Getty Images/AFP)

Ronaldo sudah menjalani 10 laga beruntun dalam turnamen besar tanpa mencetak gol. Tekanan terhadap mantan pemain Real Madrid dan Manchester United tersebut bertambah ketika rival-rivalnya seperti Lionel Messi, Kylian Mbappe, hingga Erling Haaland tampil gemilang di pertandingan pertama

Hasil mengecewakan bagi Portugal di partai pertamanya memicu perdebatan. Terutama adanya pihak-pihak yang kemudian membandingkan dengan pencapaian Lionel Messi setelah mencetak hattrick ke gawang Aljazair dan membuka kans Argentina mempertahankan trofi Piala Dunia.

Sejumlah pundit hingga mantan rekan sesama pesepak bola mengkritik Ronaldo. Mereka menyebut di usia 41 tahun, rupanya cukup sulit bagi Ronaldo menjadi tumpuan di ajang sekelas Piala Dunia. Penilaian berbeda diutarakan Michael Owen, eks pemain Liverpool, Real Madrid, dan Manchester United.

Dalam tulisannya untuk Daily Mail baru-baru ini, Michael Owen dengan tegas menolak narasi negatif yang ditujukan kepada Cristiano Ronaldo. Owen mengaku tidak membela Ronaldo, namun publik perlu bersabar menunggu ledakan yang akan dilakukan CR7.

"Tidak membantu Cristiano Ronaldo bahwa Lionel Messi mencetak hattrick malam sebelum Portugal bermain, tetapi saya tidak menerima kritik terhadapnya," kata Michael Owen dikutip dari Goal.

 


Striker Murni

Meski bermain penuh selama 90 menit, pemain berusia 41 tahun tersebut gagal melepaskan satu pun tembakan tepat sasaran (shot on target). (Lars Baron/Getty Images/AFP)

Menurut Owen, Ronaldo telah mengembangkan gaya permainannya secara signifikan selama bertahun-tahun, berubah menjadi penyerang kotak penalti tradisional. Ia menjelma sebagai ujung tombak mematikan sejak berkostum Real Madrid dengan 450 gol, maupun di Juventus (101 gol).

Saat memasuki turnamen seperti Piala Dunia 2026 ini, secara tiba-tiba Ronaldo dikritik keras agar lebih terlibat dalam permainan tim, dengan banyak pergerakan dan menjemput bola. Owen tidak sepakat jika Ronaldo dipaksakan untuk bermain dengan mobilitas tinggi.

"Bukankah ia selalu bermain seperti ini? Dalam beberapa tahun terakhir, ia tidak pernah terlibat langsung dalam permainan. Namun, ia akan hadir di momen-momen penting. Jika ia tidak mencetak gol, terlalu mudah untuk menyalahkan Ronaldo, apalagi di usianya yang menginjak 41 tahun," tutur Owen.

 


Hanya soal Waktu

Meskipun mengalami paceklik gol yang mengecewakan selama 10 pertandingan turnamen besar, Ronaldo dianggap Owen telah membangun kariernya sebagai sosok pekerja keras. Ia dicap sering menentang segala rintangan dan memberikan respons spektakuler terhadap kesulitan.

Menurut Michael Owen, kebangkitan Ronaldo hanya perkara waktu. Jika ia gagal saat melawan Kongo, Ronaldo bisa menebusnya dalam laga terdekat. Portugal berjumpa Uzbekistan pada laga kedua Grup K Piala Dunia 2026 di Stadion Houston, Rabu (24/6/2026) dini hari mulai pukul 00.00 WIB.

Dengan timnya yang ingin bangkit kembali dengan cepat, Owen yakin bahwa Ronaldo akan segera menemukan sentuhan mematikannya lagi. Bahkan bisa saja ikut mengukir hattrick seperti Messi.

"Tapi berapa kali ini terjadi dan dia membungkam semua orang di pertandingan berikutnya? Jika Anda memilih Ronaldo, Anda harus menerima apa yang ia lakukan, dan saya tidak akan terkejut jika ia membalas dengan hattricknya sendiri melawan Uzbekistan," tandas Michael Owen.

Sumber: Goal

Berita Terkait