Marc Marquez Bidik Sachsenring untuk Mulai Menyerang di MotoGP 2026

Marc Marquez bersiap melakukan "serangan". MotoGP Jerman di Sachsenring jadi target pertama.

BolaCom | Aning JatiDiterbitkan 25 Juni 2026, 13:00 WIB
Pembalap Spanyol dari Tim Ducati Lenovo, Marc Marquez, meninggalkan pit selama sesi latihan bebas pertama menjelang Grand Prix MotoGP Prancis di Le Mans, Prancis barat laut, pada 8 Mei 2026. (Loic VENANCE/AFP)

Bola.com, Jakarta - Marc Marquez berharap kondisi fisiknya sudah cukup pulih untuk mulai tampil lebih agresif mulai MotoGP Jerman di Sachsenring bulan depan.

Kendati memenangi tiga dari empat balapan terakhir, termasuk MotoGP Ceko di Brno pada Minggu lalu, pembalap Ducati itu mengaku masih berupaya memulihkan kekuatan lengan dan bahu kanannya.

Advertisement

Di sisi lain, situasi yang dialami Marco Bezzecchi membuat Marquez memangkas selisih poin di klasemen. Jarak yang sebelumnya mencapai 102 poin kini menjadi 40 poin menjelang MotoGP Belanda di Assen, akhir pekan ini.

Setelah balapan di Assen, MotoGP akan berlanjut ke Sachsenring pada 10-12 Juli, yang menjadi sirkuit paling sukses bagi Marquez.

Usai seri tersebut, para pembalap akan memasuki jeda musim panas sebelum kembali berlomba di MotoGP Inggris di Silverstone pada 7-9 Agustus 2026.


Mulai Agresif

Pembalap Ducati Lenovo, Marc Marquez, berhasil meraih pole position setelah mengukir waktu tercepat pada kualifikasi MotoGP Spanyol 2026 di Sirkuit Jerez, Sabtu (25/04/2026) sore WIB. (AFP/Pierre-Philippe MARCOU)

Saat ditanya kapan dirinya bisa kembali tampil menyerang, Marquez berharap momen itu dimulai di Sachsenring.

"Tentu saja Sachsenring adalah sirkuit tempat saya ingin mulai menyerang. Namun, saya berharap itu bisa terjadi setelah jeda musim panas," kata Marquez.

"Saya tidak bisa mengatakan yakin, tetapi saya berharap memiliki kondisi fisik yang cukup baik untuk mengendarai motor seperti yang saya inginkan," lanjutnya.

Marquez mengakui kondisinya terkuras setelah memenangi balapan di Brno. Menurutnya, motornya mampu melaju lebih cepat pada bagian akhir balapan, tetapi ia tidak sanggup terus memacu motor hingga batas maksimal.


Tantangan Mental

Pembalap Spanyol Marc Marquez dari Tim Ducati Lenovo di Sirkuit Internasional Chang di Buriram, Thailand, Minggu, 1 Maret 2026. (AP Photo/Kittinun Rodsupan)

Pembalap berusia 33 tahun itu juga mengatakan tantangan yang dihadapinya saat ini lebih banyak berasal dari sisi mental dibanding fisik.

Ia harus mengatur kapan bisa memacu motor secara maksimal sepanjang akhir pekan balapan, terutama pada sesi latihan hari Jumat.

"Jumat sangat sulit. Tiga putaran melambat, satu putaran menyerang, lalu kembali tiga putaran melambat dan satu putaran menyerang. Itu menuntut konsentrasi tinggi untuk menjaga referensi di lintasan. Cara itu menjadi persiapan terbaik agar saya bisa tampil lebih baik pada Sabtu," ungkap Marquez.

Marquez mengaku masih berusaha mengetahui batas kemampuan baru lengan dan bahu kanannya setelah mengalami cedera di Mandalika musim lalu dan menjalani operasi akibat saraf terjepit.

Ia menegaskan targetnya adalah mencapai kemampuan terbaik yang dimilikinya setiap rangkaian race Sabtu dan Minggu, sedangkan fokus pada Jumat hanya menembus 10 besar dan menyiapkan motor.

Selasa lalu, Ducati juga mengonfirmasi Marquez akan tetap bersama mereka hingga akhir musim 2028.

 

Sumber: Crash

Berita Terkait