Bola.com, Jakarta - William Saliba mengungkapkan bahwa kariernya di Arsenal nyaris mengambil arah berbeda.
Bek asal Prancis itu mengaku sempat diminta bergabung dengan sesama klub Premier League, Newcastle United atau Crystal Palace, ketika dirinya tidak masuk rencana tim utama.
Kini Saliba dikenal sebagai satu di antara bek tengah terbaik di Eropa dan menjadi pilar penting Arsenal.
Namun, perjalanan menuju posisi tersebut tidak berlangsung mulus setelah ia direkrut Meriam London dari Saint-Etienne pada era kepelatihan Unai Emery.
Kendati dibeli Arsenal, Saliba tidak pernah mencatatkan penampilan di bawah asuhan Emery. Ketika akhirnya tiba di London Utara, posisi pelatih telah diambil alih Mikel Arteta. Saat itu, kesempatan bermain justru sulit didapatkan oleh bek muda tersebut.
Tawaran Gabung Klub Rival
Situasi itu membuat Saliba kembali ke Prancis dengan status pinjaman bersama Nice. Di sana, ia tampil reguler sepanjang musim dan mulai mendapatkan kembali ritme permainannya.
Namun, selepas masa peminjaman di Nice, masa depannya di Arsenal masih belum jelas. Saliba bahkan diminta untuk tidak mengikuti pramusim karena klub kembali mencarikan tempat baru baginya.
Dalam wawancara dengan L'Equipe, Saliba mengungkapkan bahwa Arsenal sebenarnya ingin meminjamkannya ke klub Premier League.
"Arsenal ingin saya pergi ke Newcastle United atau Crystal Palace, tetapi saya tidak menginginkannya," ujar Saliba.
Pilihan
Pada akhirnya, ia dihadapkan pada dua pilihan, yakni Lille atau Marseille. Kendala finansial yang dialami Lille membuat Saliba akhirnya menerima tawaran Marseille, meski awalnya ia mengaku sempat ragu.
"Marseille adalah klub besar, tetapi juga menakutkan. Saat itu situasinya cukup gila, para suporter bahkan sempat mendatangi pusat latihan klub," kata Saliba.
Meski begitu, ia dan agennya melihat Marseille sebagai peluang terbaik untuk menghidupkan kembali kariernya.
Pelatih Jorge Sampaoli juga disebut sangat menginginkan kehadirannya sehingga keputusan bergabung dengan klub ternama Prancis tersebut akhirnya diambil.
Keputusan Tepat
Keputusan itu terbukti tepat. Saliba hampir selalu bermain sebagai starter sepanjang musim, kembali menikmati sepak bola, nilai pasarnya meningkat, bahkan pada Maret tahun itu ia menjalani laga perdana bersama Timnas Prancis.
"Saya benar-benar mencintai Marseille, para suporternya, klubnya, rekan setim saya. Dalam sepak bola, terkadang Anda harus membangun kembali semuanya dari bawah. Jika melakukan segalanya dengan baik, Anda akan kembali ke puncak," ucapnya.
Setelah kembali dari Marseille, Saliba langsung mendapat tempat di susunan pemain utama Arsenal.
Dalam empat musim terakhir, ia menjadi sosok tak tergantikan di lini belakang The Gunners dan membentuk duet kukuh bersama Gabriel, yang kini dianggap sebagai satu di antara pasangan bek tengah terbaik di Eropa.
Sumber: Mirror