Kegagalan Wakil Asia di Piala Dunia 2026, Pengamat: AFC Harus Lebih Adil dan Hilangkan Sentrisme Timur Tengah

Ironisnya, tiga negara Timur Tengah yaitu Qatar, Arab Saudi, dan Irak yang melalui putaran keempat Kualifikasi Piala Dunia 2026 dan antar Konfederasi Benua telah kandas di grup masing-masing.

BolaCom | Gatot SumitroDiterbitkan 27 Juni 2026, 11:00 WIB
Para pemain Qatar berdiri untuk menyanyikan lagu kebangsaan sebelum pertandingan Grup B Piala Dunia 2026 antara Bosnia dan Herzegovina dan Qatar di Stadion Seattle pada 25 Juni 2026 di Seattle, Washington. (Richard Heathcote/Getty Images via AFP)

Bola.com, Kediri - Memasuki laga terakhir fase grup Piala Dunia 2026, masih ada dua wakil Asia yakni Australia dan Jepang yang lolos ke babak 32 Besar. Sementara Korea Selatan sedang menanti keajaiban lolos lewat jalur peringkat ketiga terbaik yang bersaing dengan tujuh peserta lainnya.

Ironisnya, tiga negara Timur Tengah yaitu Qatar, Arab Saudi, dan Irak yang tampil di AS, Meksiko, dan Kanada tahun ini melalui putaran keempat Kualifikasi Piala Dunia 2026 dan antar Konfederasi Benua telah kandas di grup masing-masing.

Advertisement

"Tiga negara ini, khususnya Qatar dan Arab Saudi, bisa berlaga di Piala Dunia 2026, karena mereka jadi anak emas AFC. Kita tentu masih ingat penentuan tuan rumah babak keempat Kualifikasi Piala Dunia 2026 lalu. Awalnya AFC bilang akan digelar di tempat netral. Tapi akhirnya Qatar dan Arab Saudi diuntungkan sebagai tuan rumah," kata Gusnul Yakin, Jumat (26/6/2026). 

Sekarang pengamat sepak bola punya bukti bahwa Qatar dan Arab Saudi tak mampu bersaing di Piala Dunia 2026.

"Kegagalan dua negara ini bukti ketidakadilan dan sentrisme AFC terhadap negara Timur Tengah bikin malu Asia. Jika AFC masih bersikap seperti itu maka Asia makin berat bisa bicara di Piala Dunia mendatang," jelasnya.

 

Nikmati liputan eksklusif Piala Dunia 2026 di Bola.com. Kami menyajikan berbagai liputan menarik, unik, dan analisis yang konferhensif dengan datang langsung ke Amerika Serikat. Klik link ini!

 

Jurnalis KLY Sports, Hery Kurniawan, peliput Piala Dunia 2026. (Multimedia KLY)


AFC Harus Introspeksi

Selebrasi pemain Arab Saudi saat melawan Uruguay di Piala Dunia 2026 (AFP)

Pengamat sepak bola senior asal Malang ini ingat pernyataan pelatih Irak, Graham Arnold, yang mengkritik keputusan pemilihan putaran keempat Kualifikasi Piala Dunia 2026 lalu di Qatar dan Arab Saudi.

"Graham Arnold bicara jujur ada ketidakberesan dengan penunjukkan Qatar dan Arab Saudi lalu. Wajar jika dia membela Timnas Indonesia yang dirugikan dengan keputusan AFC itu. Ya, karena sebenarnya Graham Arnold tahu kekuatan Timnas Indonesia. Dia menyaksikan sendiri ketika Australia ditahan imbang Timnas Indonesia tanpa gol di Jakarta," ucapnya.

Mantan pelatih Arema ini berharap AFC introspeksi atas kegagalan wakil Asia di Piala Dunia 2026.

"AFC harus introspeksi. Apa kesalahan yang harus diperbaiki. AFC seharusnya bersikap netral dan biarkan negara anggotanya bersaing secara sehat," paparnya.

Gusnul Yakin menyebut sepak bola adalah olahraga tim yang sangat terukur. Jika sebuah tim tak memiliki kualitas pemain mumpuni dipastikan sulit jika melawan tim dari Benua lain.

"Menurut saya hanya Jepang dan Korsel yang bisa diandalkan untuk melawan tim Eropa atau Amerika Selatan. Mereka punya materi pemain bagus dan sepak bolanya dibangun sejak lama," ujarnya. 

Berita Terkait