Setelah 4 Tahun Disanksi, Rusia Berpeluang Kembali ke Ajang Resmi FIFA

FIFA buka pintu untuk Rusia, bisa kembali tampil di turnamen internasional mulai Oktober 2026.

BolaCom | Aning JatiDiterbitkan 27 Juni 2026, 15:30 WIB
Presiden FIFA, Gianni Infantino, berbicara di KTT Semafor World Economy 2026 pada 15 April 2026 di Washington, DC. KTT ini mempertemukan para pemimpin bisnis dan CEO teknologi untuk membahas ekonomi, kecerdasan buatan, dan tren bisnis. (Alex Wong/Getty Images via AFP)

Bola.com, Jakarta - Rusia berpeluang kembali tampil di ajang resmi FIFA setelah menjalani larangan berkompetisi selama lebih dari empat tahun. Berdasarkan laporan terbaru, Rusia kemungkinan akan diizinkan mengikuti turnamen internasional mulai Oktober 2026.

Selama masa sanksi, seluruh Timnas Rusia, baik level senior, kelompok umur, maupun sepak bola putri, tidak dapat berpartisipasi dalam kompetisi resmi.

Advertisement

Akibatnya, Rusia absen dari Piala Dunia 2022, Piala Eropa 2024, hingga Piala Dunia 2026.

Kini, jalan menuju kembalinya Rusia ke panggung internasional tampaknya dimulai dari level usia muda.

Presiden FIFA, Gianni Infantino, sebelumnya telah memberi sinyal bahwa organisasinya ingin melonggarkan sikap terhadap Rusia.

Menurutnya, sepak bola usia dini dapat menjadi langkah awal untuk membawa negara yang sedang terlibat perang dengan Ukraina itu kembali ke lingkungan kompetisi internasional.


Turnamen U-15 Jadi Awal

Ilustrasi FIFA. (AFP/Sebastien Bozon)

Laporan menyebut Rusia bersama Belarus masuk daftar negara yang diperkirakan ambil bagian dalam edisi perdana Piala Dunia dan Festival U-15 FIFA.

Turnamen tersebut dijadwalkan berlangsung di Azerbaijan pada 22 hingga 31 Oktober 2026.

FIFA juga telah mengonfirmasi bahwa seluruh 211 asosiasi anggotanya menerima undangan untuk mengikuti kompetisi tersebut.

Dalam keterangannya, FIFA menjelaskan bahwa edisi pertama hanya diperuntukkan bagi tim putra U-15. Sementara edisi kedua pada 2027 akan menjadi ajang khusus tim putri U-15.

Mulai 2028, seluruh anggota FIFA akan diundang mengirimkan tim putra dan putri U-15 dalam dua kompetisi yang digelar secara terpisah.


Ingin Rusia Kembali

Timnas Rusia lolos ke Piala Eropa 2022 setelah pesta gol atas Siprus di penyisihan Grup I di Neo GSP, Nicosia Levkosia (13/10/2019). (AFP)

Infantino beberapa kali menyatakan keinginannya agar Rusia kembali terlibat dalam sepak bola internasional.

Menurutnya, larangan yang diberlakukan selama ini tidak menghasilkan dampak yang diharapkan dan justru memunculkan rasa frustrasi serta kebencian.

Ia menilai kesempatan bagi anak-anak Rusia untuk kembali bermain sepak bola bersama negara lain di Eropa akan membawa manfaat yang lebih besar.

Pernyataan tersebut kini dinilai mulai diwujudkan melalui rencana keikutsertaan Rusia pada turnamen U-15 FIFA.


Turnamen Simbol Persatuan

Momen itu juga disaksikan Presiden FIFA Gianni Infantino yang turut hadir di pertandingan Iran vs Kosta Rika. (AP Photo/Riza Ozel)

Ajang U-15 itu juga memiliki arti penting bagi Infantino. Ia sebelumnya mendorong agar Israel dan Palestina bertemu dalam laga pembuka simbolis sebagai bentuk ajakan untuk membangun persatuan melalui sepak bola.

Setelah upaya mempertemukan perwakilan kedua negara pada April lalu tidak berjalan sesuai harapan, Infantino kembali menyinggung turnamen U-15 tersebut.

Ia mengajak seluruh negara anggota FIFA untuk memanfaatkan kompetisi itu sebagai momentum mempererat hubungan antarsesama melalui sepak bola anak-anak.

Meski begitu, hingga saat ini belum ada kepastian apakah keterlibatan Rusia akan diperluas ke level kompetisi yang lebih tinggi. Namun, laporan tersebut menunjukkan bahwa peluang negara itu kembali ke turnamen FIFA mulai terbuka, setidaknya dari level usia muda.

 

Sumber: Give Me Sport

Berita Terkait